Tidak
ada manusia yang hidup abadi. Namun, manusia punya cara untuk dapat terus
abadi. Seperti halnya yang disampaikan oleh Pramoedya Ananta Toer,
“Orang
boleh pandai setinggi langit, tapi
selama ia tidak menulis ia akan hilang, di dalam masyarakat dan sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.
Maka
dapat kita simpulkan, bahwa ketika kita ingin hidup abadi mulai dengan menulis.
Pertemuan
menulis edisi ke 21 ini, memberikan secercah cahaya kepada kita untuk menjawab
tantangan dari Prof. Eko. Menulis buku kolaborasi dalam waktu satu minggu. Menulis dalam waktu satu
minggu memang bukanlah hal yang gampang. Apalagi untuk kita sang penulis
pemula. Berhari-hari kita buka tutup chanel you tobe milik Prof Eko. Menemukan ide apa yang cocok untuk kita
angkat ke dalam tulisan kita, hingga bisa menjadi sebuah buku. Bingung sekali ide
apa yang harus dipilih. Ketika kita memilih satu ide, artinya kita harus
mampu mengembangkan ide tersebut ke dalam TOC/ kerangka tulisan.
Di
pertemuan menulis ke 21 ini, hadir kembali alumni dari gelombang menulis
angkatan 8. Beliau adalah Ibu Iin dengan nama lengkapnya adalah Ibu Suiin. Ibu Iin merupakan salah satu alumni
yang telah berhasil menaklukkan tantangan menulis dari Prof Eko. Dalam waktu
satu minggu. Buku kolaborasi beliau bersama Prof Eko, saat ini telah berbaris
cantik diantara buku keren lainnya di toko buku besar di negeri ini. Baik itu
online ataupun secara ofline. Toko buku besar itu adalah Gramedia Pustaka. Judul buku
beliau adalah Literasi Digital
Nusantara, Meningkatkan Daya Saing Generasi.
Menurut
Bu Iin, dalam tantangan menulis ini. Prof Eko diibaratkan sebagai seorang Master Chep. Memberikan kita banyak bahan
masakan yang dapat kita olah ke dalam berbagai jenis hindangan masakan. Bahan-bahan yang kita butuhkan untuk memasak
tulisan itu, telah Prof Eko sajikan dalam chanel ekodjinya.
Semua
pilihan bahan yang akan diolah menjadi tulisan, ada di tangan kita. Silahkan kita mulai
menulis dari apa yang kita sukai, kita cintai dan kita kuasai. Pengetahuan,
pengalaman, dan keterampilan merupakan bentuk isi buku yang ada dalam diri
kita. Harus dapat kita keluarkan menjadi wujud nyata dalam bentuk karya yang
dapat dinikmati oleh orang lain. Namun
tetap kembali lagi pada diri kita sendiri. Apakah potensi itu mau kita
keluarkan dalam buku, atau hanya dikeluarkan dalam bentuk bahan ajar di sebuah
kelas, ataupun hanya kita keluarkan sebatas obrolan saja. Akan tetapi, perlu
kita ingat bahwa ketika kita memutuskan untuk mengeluarkannya dalam bentuk
obralan. Maka semua akan hilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak.
Menulis
memanglah bukan keterampilan yang mudah. Menulis tidaklah semudah berbicara,
apalagi semudah bergosip. Namun karena, menulis itu sulit maka memberikan
tantangan tersendiri. Melewati proses dalam menulis, seperti mengikuti kelas,
membuat resume, dan menulis buku. Perlahan-lahan, akan menimbulkan rasa cinta
di hati kita terhadap menulis.
Ada
beberapa pola yang perlu yang perlu kita ketahui saat kita menulis buku non
fiksi, diantaranya adalah
1. Pola
hierarkis (buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari
sederhana ke rumit)
2. Buku
procedural (buku yang disusun berdasarkan tahapan proses)
3. Pola
klaster ( buku disusun secara point per point)
Untuk Bu Iin sendiri
dalam bukunya digital letarasi, menggunakan pola penulisan klaster. Dalam
proses penulisan buku ini memiliki tahapan yakni
a. Menentukan
tema
b. Menemukan
ide
c. Merencanakan
jenis tulisan
d. Mengumpulkan
bahan tulisan
e. Bertukar
pikiran
f. Menyusun
Draf
g. Meriset
h. Membuat
mind mapping
i.
Menyusun kerangka
- Menulis draf
- Merevisi draf
- Menyunting naskah
- Menerbitkan
Menurut Bu Iin dalam
menulis ada juga beberapa hambatan yang kita alami diantaranya adalah
- Hambatan waktu
- Hambatan kreativitas
- Hambatan teknis
- Hambatan tujuan
- Hambatan psikologi
Diantara
hambatan yang ada, yang paling berat adalah hambatan psikologi. Hal ini
dikarenakan berkaitan dengan deadlinenya penulisan. Namun tetap saja rasa
optimis harus ada, ketika hambatan hadir tentu akan hadir juga solusi mengatasi
hambatan tersebut.
1. Banyak
membaca
2.
Mencari inspirasi di lingkungan sekitar,
orang sekitar atau terkait dengan narasumber.
3.
Displin menulis setiap hari
Sebagai bahan referensi
kita dalam menulis kerangka, berikut contoh kerangka dari buku Literasi
Digital Nusantara, Meningkatkan Daya Saing Generasi karya Bu Iin.
BAB 1 Penggunaan Internet Di
Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna
Internet
B. Karakteristik Generasi
Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi
Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital
Pada Lintas Generasi
H. Kewargaan Digital
BAB 4 Ekosistem Literasi
Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk
Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan
Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi
Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun
Digital Mindset Warganet +62
Dwi Rahmiati
Guru MTs Negeri 2 Mukomuko Bengkulu