Menulis Inspirasi Berbagi motivasi

Kamis, 21 Januari 2021

Menulis Produktif Ciptakan Buku Inovatif



Assalmualaikum wr wb.

Bapak/Ibu guru yang hebat

    Pandemi memberikan banyak arti. Arti hidup yang terkadang belum bisa kita mengerti. Hidup memang tak selamanya abadi. Apapun bisa terjadi jika Tuhan menghendaki.

    Pandemi menorehkan duka, untuk kita semua. Namun, dibalik duka ada banyak hal yang mampu membuat kita untuk terus berkarya. Jarak tak jadi kendala. Asalkan kita mau mencoba semua pasti bisa. Terpenting yang harus ada adalah niat dan kemauan.

    Menjadi produktif, butuh usaha.Tidak cukup hanya sekali tapi harus berulang kali. Begitulah yang telah dibuktikan oleh para guru-guru hebat.

     Senin, 18 Januari 2021. Kelas menulis gelombang 7 kembali membahana. Berada dalam satu grouf ilmu. Menyimak, belajar, dan bertanya. Berharap, semangat untuk terus maju dapat menjadikan  diri menjadi guru yang bermutu.

    Pertemuan kali ini adalah pertemuan ke tujuh. Dalam pertemuan ini, menghadirkan Bu Noralia Purwa Yunita,M.Pd sebagai narasumber dan temani oleh  Ibu Aam Nurhasanah sebagai moderator yang keren dan super kece dengan tema menulis “ Produktif Menulis Buku”

    Sebelum, saya berbagi ilmu dari narasumber. Sedikit  kita berkenalan dengan sosok narusumber kita . Beliau lebih akrab dipanggil Bu Nora.  Seorang guru muda berbakat, yang lahir di Kudus 12 Juni 1989. Bu Nora juga merupakan alumni di kelas menulis bimbingan Om Jay. Tepatnya kelas menulis gelombang ke-8. Ternyata, Bu Nora adalah rekan seperjuangan Bu Aam loh. Pantesan hebat-hebat semua.

    Di usia yang terbilang muda, Bu Nora adalah salah satu pejuang tangguh dalam menulis. Terbukti, karya beliau bisa tembus ke penerbit mayor. Penerbit mayor adalah peneribit besar, untuk sebuah karya besar. Semua penulis, pasti berharap tulisan mereka akan bisa diterbitkan oleh penerbit mayor

    Kegiatan menulis pada pertemuan kali ini, dimulai dengan doa sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Doa agar memudahkan kita dalam menrima ilmu pengeahuan, sekaligus ikut mendoakan saudara-saudara kita di tanah air yang sedang mendapatkan musibah. Banjir yang melanda saudara kita di Kalimantan Selatan, dan gempa bumi melanda saudara kita di Sulawesi Barat. Semoga Allah memberikan kesehatan, kesabaran, dan kekuatan untuk kita semua.

Kisah Awal Menulis

    Menjadi penulis hebat  tentu bukanlah hal mudah. Setiap orang  akan  mengalami prosesnya masing-masing. Tidak hanya sekedar hobi,dalam menulis pasti ada juga yang ingin dicapai. Salah satunya  adalah karya kita bisa diterbitkan, hingga diminati oleh semua lapisan masyarakat sebagai karya yang bermanfaat. Bu Nora  contohnya, ia memulai kisah menulisnya dengan bergabung bersama grouf menulis yang dibimbing oleh Om Jay. Saat itu tepat ketika pandemi baru saja melanda negeri, yakni bulan April 2020.

Tak butuh waktu lama untuk terus produktif dalam menulis. Di akhir tahun 2020, Bu Nora sudah melahirkan delapan karya, yang terdiri dari 4 karya solo dan 4 karya antologi. Berikut adalah bukti nyata dari karya Bu Nora,antara lain

Karya pertama Bu Nora, adalah karya hasil kolaborasi dengan Prof. Richardus Eko Indrajit yaitu


Karya kedua beliau merupakan naskah antologi, hasil kolaborasi dengan rekan-rekan di kegiatan menulis gelombang 8 berjudul “Kisah Inspiratif Sang Guru”



Karya ketiga beliau adalah sebuah karya antologi dengan para peserta di beberapa gelombang, yang diadakan oleh Omjay. Tak ada kata lain yang lebih pas, kecuali “LUAR BIASA”.


Hati dan pikiran ini semakin kuat menyatu, berpadu dalam satu keyakinan Akupun Harus Bisa, dan Pasti Bisa. Semangat dan semangat. Tak ada alasan untuk tidak bisa. Terpenting adalah aku harus punya kemauan dan segera bergerak untuk bertindak.

Karya ke empat beliau adalah buku kumpulan hasil meresum dari kegiatan menulis di gelombang ke delapan yaitu Jurus Jitu Menulis Buku

Karya kelimanya adalah sebuah buku hasil kolaborasi bersama Prof Richardus Eko Indrajit. Meskipun masih proses review di Penerbit Andi.  Yang pasti karya ini adalah karya hebat.

Karya keenam beliau merupakan karya solo dengan judul 

“Kiat Praktis Menulis Modul Berbasis Riset”. 





Karya Ketujuh beliau adalah sebuah karya Antologi beliau bersama tiga siswi lebay yang  berjudul “Aku Dan Corona”.  Karya ini merupakan kumpulan kisah guru dan siswa di masa corona.





Karya kedelapan beliau adalah sebuah karya yang disebutnya kompilasi bersama para penulis di YPTD Penerbit asuhan Bapak Thamrin Dahlan, yang berjudul Bunga Rampai Prahara di Tengah Corona.



Bapak ibu guru hebat,

Apa yang bapak ibu pikirkan, saat melihat rekan kita sesama guru ternyata bisa memiliki karya yang luar biasa, meski pademi tengah melanda?

Maukah bapak ibu bisa seperti mereka? Meski kondisi negeri kita sedang pilu, tak ada halangan untuk kita menjadi guru yang bermutu.

Trik  Hebat Lahirkan Karya dalam Waktu Singkat

Menurut Bu Nora,  sebenarnya ada banyak trik yang bisa digunakan jika ingin memiliki beberapa karya dalam waktu yang singkat yaitu,

  • .          Ikutilah menulis antologi atau karya kolaborasi untuk meningkatkan rasa percaya diri.  
  •        Menulis setiap hari, sepertinya halnya kita menulis sebuah resume. 
  •        Pilihlah tema menulis yang sama agar tulisan kita lebih terarah saat membuat sebuah buku.
  •     Manfaatkan media social yang kita punya, seperti blog, facebook, twiter, instagram. Untuk kegiatan menulis, menulis apa saja, baik cerita fiksi, ataupun motivasi.
  • .    Menulislah apa saja yang kita alami dalam keseharian kita, meski suka ataupun duka dalam bentuk catatan harian. Jika setiap hari kita lakukan secara konsisten, jika dikumpulkan akan menghasilkan karya menjadi sebuah buku.
  • .  Sebagai seorang guru, mari ajak siswa untuk ikut menulis dengan memberikan tugas berupa menulis sastra misalnya puisi, cerpen, ataupun karya yang lain. Bisa juga membuat sebuah komunitas menulis, membuat sebuah buku bersama. Kemudian menerbitkannya. Akan ada kebanggaan tersendiri saat karya siswa diterbitkan.

 Bapak Ibu Guru hebat 

Ada lagi  ilmu yang tak kalah penting dari pertemuan bersama Ibu Nora.  Ilmunya adalah bagaimana menulis buku yang tepat. Bapak ibu guru hebat, bagi kita yang akan segera melahirkan sebuah buku. Berikut  triknya, menulis buku yang tepat, yaitu

  • 1.      Tentukan tema buku  yang akan kita tulis
  • 2     Buatlah sebuah outline atau daftar isi.

Ø Daftar isi adalah kerangka pikiran buku dalam menuangkan setiap ide dalam buku yang akan ditulis.

Ø Daftar  isi merupakan jabaran tiap bab dan sub bab dalam buku. 

Ø Daftar isi membantu dalam mencari referensi. 

Ø Daftar isi membantu tulisan lebih fokus pada topic pembahasan.

Ø Daftar isi membantu kita menjadwalkan kapan buku kita akan selesai.

Menurut Ibu Nora, dalam membuat daftar isi pada jenis buku sastra dan non sastra memilki perbedaan. Jika dalam buku non sastra kita harus berpedoman pada unsur 2W+1 H( what, why, dan how). Sedangkan untuk Naskah Fiksi seperti novel kita harus menentukan prolog, menentukan konflik cerita, menentukan klimaks dari konflik, menentukan solusi dari konflik, dan terakhir menentukan epilog. Kemudia kita tinggal menentukan akhir cerita. Apakah   kita happy ending atau sadendin.Kembangkan sebuah outline.

  • .      Lakukan revisi pada tulisan.

         Menurut Bu Nora hendaknya kita melakukan editing. Minta bantuan kepada orang lain, agar             tulisan  kita mendapatkan kritikan dari kesalahan pada tulisan, bentuk kalimat dan sebagainya                sehingga     hasil  tulisan bisa lebih baik.

  • .      Setelah semua beres barulah kirimkan pada penerbit.

Bapak Ibu guru  hebat

    Rasa syukur yang tiada  terkira, Allah memberikan jalan untuk bertemu dengan orang-orang hebat penuh semangat. Semangat yang tak henti untuk selalu bisa berbagi lewat sebuah tulisan yang menginsipirasi. Terimakasih tak terkira bagi Ibu Nora, Ibu Aam, Om Jay tentunya.

    Perjuangan dan kegigihan Om Jay menciptakan sebuah kelas menulis merupakan sebuah gebrakan cerdas untuk menciptakan guru berkualitas meski kehidupan di negeri kita sedang terbatas.

    Rangkaian waktu terasa begitu cepat, pertemuan kelas menulis yang ke tujuh ini selesai. Sebelum ditutup Bu Nora membagikan hadiah kepada rekan guru yang beruntung. Walaupun belum mendapatkan rezeki sebagai penerima buku dari narasumber, hati terasa puas dan senang dengan materi yang super luar biasa. Menjadikan langkah ini semakin pasti tahun ini harus ada beberapa jejak digital yang harus aku terbitkan.

    Bapak ibu guru hebat, semoga Allah mudahkan dan wujudkan mimpi kita menjadi penuli hebat, lewat karya produtif. Tetap semangat dan konsisten.


Dwi Rahmiati

MTs Negeri 2 Mukomuko Bengkulu

Read More