.
Bahagia itu bukanlah kita cari, tetapi kita ciptakan. Bahagia akan
terasa saat dirasakan bersama. Bukan kita rasakan sendiri. Lantas bagaimana
caranya agar kita bisa bahagia bersama? Jawabannya adalah dengan cara berbagi.
Berbagi adalah konsep agar diri terus abadi. Semakin banyak dibagi
maka semakin banyak juga yang berarti. Berbagi tidak harus materi. Berbagi juga
bisa dengan ide, gagasan, dan pemikiran.
Setiap kita tentu memiliki ide, pemikiran, dan gagasan. Saat kita
mampu menuangkannya ke dalam tulisan, kemudian dibaca, dinikmati, dan dirasakan
oleh orang lain. Maka secara konsep kita sudah dapat dikatakan berbagi.
Bapak ibu guru yang hebat
Malam ini dipertemuan kelas menulis yang keduabelas, kembali hadir
kejutan materi menulis yang memotivasi
dan menginspirasi. Tema pada malam hari ini adalah “ Menulis dan Berbagi” .Bersama
narasumber hebat yakni Bang Roma tapi
bukan Roma Irama melainkan Yulius Roma Pantadean, S.Pd. Beliau adalah salah
satu guru muda berbakat dari Tanah Toraja Sulawesi Selatan.
Untuk menemani narasumber, seperti biasa masih ditemani oleh ibu
moderator ramah dan kece yakni Ibu Aam Nurhasanah.
Narasumber malam ini, adalah salah satu alumni peserta menulis
gelombang 8. Kegigihan dan keuletan beliau dalam belajar menulis, telah
membuahkan hasil. Beliau telah berhasil menciptakan banyak karya hebat. Dalam
kesempatan yang diberikan, Bang Romapun membagikan pengalamannya dalam
menunjang produktivitas menulis.
Kisah Awal Menulis
Awal menulis, Bang Roma merasakan posisi yang sama. Seperti halnya penulis pemula. Belum mengerti
tentang seluk beluk menulis dan menerbitkan buku. Namun, kegigihan dan
kesungguhan beliau dalam belajar, telah dapat dibuktikan dengan karya-karya
beliau seperti di bawah ini
Dua buku Bang Roma telah berhasil lolos dipenerbit Andi, sedangkan
2 buku yang lain telah terbit di penerbit Indie.
Sudut Berbagi
Pengalaman adalah guru yang bijak. Lewat pengalaman dari narsumber ini, ada beberapa hal penting dan perlu kita garis bawahi. Sebagai motivasi diri dalam menulis, yakni,
- 1. Setiap kita memiliki ide dan pengalaman yang bisa kita tuliskan.
Tinggal bagaimana lagi kita bisa mengolahnya untuk menjadi buku.
- 2. Membuat sebuah resume dari
materi narasumber, merupakan langkah awal untuk melatih konsistensi kita dalam
menulis.
- 3.
Menulislah tanpa beban.
Sedikit-sedikit hingga terkumpul menjadi satu buku.
- 4. Menulis untuk berbagi,
sehingga motivasi dalam diri untuk menjadi lebih baik akan terus tumbuh.
- 5.
Menulis itu bisa dilakukan. Artinya terus semangat untuk bisa menulis.
- 6.
Mari menjadi pionir untuk mengampanyekan
naik pangkat secara bermartabat lewat karya-karya yang bermanfaat melalui 👌👌👌👌👌 karya
tulis ataupun lewat buku yang ber ISBN.
Bapak Ibu guru yang hebat
Mari kita galakkan menulis agar terus dapat berbagi. Hanya lewat
tulisan kita dapat berbagi tanpa batas. Meski jarak memisahkan, ruang yang tak
sama, dan waktu yang tak dapat bersama.
Sebaik-baiknya manusia adalah saat memberikan
manfaat bagi orang lain.
Mari menulis, Mari Berbagi dan Mari menginspirasi
Dwi Rahmiati
MTs Negeri 2 Mukomuko Bengkulu



