Menulis Inspirasi Berbagi motivasi

Senin, 16 Agustus 2021

BANGUN NEGERIKU....




 Semburat cahaya pagi, menerawang

 Menerobos bilik kecil berjendela

 Bangunlah pemudiku

 Pasarmu riuh dengan keramaian

 Bawangmu tak ingin tanpa ikan di panci

 Jago kampung sudah berkokok lantamg

 Bangunlah pemudaku

 Suraumu masih sepi

 Kumandangkan azanmu

 Teriakkan kemenanganmu

 Kemenangan bangsamu

 Memintahlah kepada Yang Agung

 Rahmat dan berkah hidupmu

 Kemuliaan dunia dan kejayaan bangsamu

 Waktu tak bisa terulang

 Kesempatan jangan terlewatkan

 Setiap keringat akan berharga

 Dan keinginan akan terwujud

 Bila kesungguhan dan sabar menjadi     rekanmu

 Isilah negeri ini dengan kerjamu

 Bangunlah bangsamu

 Dengan kebersamaan

 Hati yang tulus tak akan berdusta

 Negeri tak akan rela

 Bila kejujuran dikhianati

 Setiap jengkal tanah akan murka

 Bila kebaikan selalu diabaikan

 Dan keserakahan menjadi mahkota

 Bagi para penguasa yang haus akan kuasa.



Read More

Kamis, 12 Agustus 2021

KOK KELUAR

 

Rasanya sudah lama sekali, tidak menulis di blog. Di pertengahan Agustus ini, diri coba untuk kembali menumbuhkan semangat dalam menulis. Karena sejatinya, tidak ada alasan untuk tidak bisa. Terpenting adalah mau atau tidaknya kita untuk memulai dan mempertahankan semangat. Agar terus konsisten.

Tetap berada di grouf komunitas menulis. Memantau dan bertamasya di blog keren para sahabat blogger. Membuat saya banyak menemukan inspirasi dalam menulis. Tinggal menuangkan saja, ide menulis dalam tulisan di blog.

Hari ini, sudah hari ketiga saya demam. Badan panas, mulut pahit, dan kepala terasa pusing. Tapi penciuman Alhamdulillah masih ada. Bahkan ketika mencium aroma nasi, seketika perut teras mual dan muntah. Tapi, saya coba belajar untuk menikmati dulu rasa sakit ini. Sebagai penggugur dosa. Yang terpenting, saya terus konsumsi vitamin, madu, dan air putih hangat. Agar daya tahan tubuh tetap kuat.

Berbaring di tempat tidur, rasanya sudah capek banget. Tapi kalau untuk melakukan aktivitas lain, tubuh masih lemas. Badan terasa gemetar. Akhirnya saya putuskan hari ini untuk tidak berangkat kesekolah dulu. Sampai badan terasa agak pulihan. Apalagi saat ini, kondisi kita sedang pandemi.

Tiba-tiba, ketika mata tak bisa terpejamkan kembali. Kok Keluar, ide ingin menulis. Kok keluar, semangat ingin menulis di blog.  Tapi, siang ini lampu mati. Jadi, sinyal pasti hilang. Artinya, saya tidak bisa membuka blog. Tapi tidak masalah, mumpung ide lagi keluar, saya harus menuliskankannya dalam bentuk word dulu. Nanti tinggal dipindahkan ke dalam blog. Semoga dengan menulis ini, bisa membuat kejenuhan di rumah terobati. Saya cepat sehat, dan beraktifitas kembali. Kasihan juga, anak-anak harus terabaikan kalau sang bunda sakit. Kata suami saya, rumah sepi sekali bunda. Ayo cepat sehat…

Alhamdulillah selesai, cukup ini dulu yang ditulis.  Sederhana sekali memang. Tapi tidak apa-apa kan sahabat blogger? Kepala cenad-cenud pisan. Mohon maaf, saya berbaring kembali…

😇😇

Read More

Senin, 02 Agustus 2021

Menjadi Guru Dahsyat Untuk Siswa yang Hebat




      Percaya atau tidak percaya, kita memang harus percaya. Di dunia ini, tidak ada yang tidak mungkin terjadi jika Allah menghendaki. Manusia memang tak dapat merubah takdir kematian yang telah ditentukan.  Namun, manusia memiliki kemampuan untuk menentukan takdir masa depan. 

    Semua bermula dari mimpi, mimpi menjadi pelecut semangat terhebat yang kita miliki. Ketika kita memiliki sebuah impian besar, maka sungguh kitapun akan berusaha lebih besar lagi dalam mewujudkannya. Seperti yang dikatakan mas Adrea Hirata, sang penulis tetralogi Laskar Pelangi. Dalam buku Sang Pemimpi, yang masih selalu  saya ingat hingga sekarang adalah ketika dalam rangkaian katanya, Andrea mengatakan bahwa Bermimpilah Kamu, karena Tuhan Akan Memeluk Mimpi-Mimpimu. Sejak saat ini, saya semakin semangat untuk bermimpi. Keyakinan dalam hati inipun semakin kuat, jika tiba massanya mimpi-mimpi saya akan terwujud.

    Dulu ketika membaca buku, para pengarang hebat. Seringkali terbesit dalam hati dan pikiran. Kapan ya, nama saya terukir sebagai nama penulis buku. Mulailah membangun mimpi, menuliskan dalam sebuah catatan. Saya ingin menjadi penulis legend, meski kehidupan saya telah berakhir namun karya saya harus tetap ada. Tetapi eksis di belantika pendidikan.😇😇

    Melewati rangkaian proses belajar. Berjalan perlahan dalam fase metramorfosis, dengan keyakinan yang kuat. Bahwa saya harus, membuktikan bahwasanya mimpi tak hanya sekedar mimipi. Tahun ini juga saya harus louncing sebuah buku. Buku yang dapat memberikan warna dan inspirasi dalam dunia pendidikan. Menempatkan posisi saya sebagai seorang pendidik. 

    Menjadi pendidik, tidaklah semudah menjadi pengajar. Sebagai seorang guru, saya bukan hanya mengajari siswa materi, tapi terpenting adalah harus bisa mendidik. Bagaimana seorang guru, harus selalu belajar dalam mengajar? Hingga mampu, selalu siap menuangkan air segar pelepas dahaga bagi siswa. 

    Pandemi memberikan banyak arti dalam kehidupan ini. Memberikan corak warna berbeda-beda dalam setiap sesinya. Suka dan duka dalam pandemi hadir dengan porsi berbeda, namun sebenarnya sama. Bergantung dengan kita bagaimana memandang dan menyikapinya. 

Read More