Bapak Ibu guru yang hebat
Banyak hal yang perlu kita pelajari
dalam menulis. Apalagi bagi kita seorang penulis pemula. Mulai dari bagaimana
kita dapat menuangkan ide dalam tulisan, hingga mengemasnya dalam bahasa yang
apik. Agar dapat dinikmati dengan baik oleh pembaca. Pesan dalam tulisanpun dapat tersampaikan.
Untuk dapat menghasilkan sebuah tulisan
yang matang. Seorang penulis, perlu melakukan kegiatan menulis secara
konsisten. Sehingga kita dapat merasakan adakah perubahan dalam tulisan kita. Perlukah memperbaiki atau menambahkan sesuatu
ditulisan tersebut? Untuk menjadi tulisan yang lebih baik.
Membuat resume materi merupakan langkah awal yang tepat, dalam melatih
kemampuan menulis. Akan tetapi, dalam memahami pengertian dari resume. Terkadang
setiap orang memiliki paradigma yang berbeda. Sehingga saat merusume, banyak
dari kita yang menyalin semua materi dari narasumber secara utuh. Agar terkesan
lengkap. Padahal dalam meresume, seharusnya kita hanya mengambil point
pentingnya saja. Tanpa harus menyalin semua, apalagi copy paste materi.
Pertemuan di kelas menulis pada tanggal
25 Januari 2021, telah memasuki pertemuan kesepuluh. Tanpa terasa waktu begitu
cepat berjalan. Sayang sekali rasanya, jika tidak ada hal yang bermanfaat kita
lakukan. Waktu yang berjalan, sudah pasti tidak bisa diputar lagi bukan?
Di pertemuan kesepuluh ini, hadir
kembali kejutan hangat dari panita kelas menulis. Ternyata malam ini, yang akan
berbagi materi menulis adalah Bunda Aam Nurhasanah dengan ditemani Mr. Bams
sebagai moderator.
Dalam hati saya bergumam, membaca lagi
tulisan saya di atas. Sepertinya informasi tentang narasumber dan materi
menulis, telah dishare sebelum kelas menulis dimulai. Namun, saya saja yang
baru membaca. Lantaran, selalu sibuk dengan kegiatan di rumah bersama 2 jagoan
yang super aktif. Mohon maaf semua, atas keterbatasan saya. Saat kelas udah mau
masuk, atau bahkan sudah masuk saya baru bergabung. Mempertimbangkan, banyak
drama yang harus dilewati terlebih dahulu.
Bapak ibu guru yang hebat
Mari kita kembali lagi kepada kelas menulis.
Tema dari pertemuan kali, sungguh
menarik. Begitu dekat dengan apa yang kita kerjakan sebagai peserta menulis .
Temanya adalah “ Teknik Membuat Resume Jadi buku”.
Bapak bapak ibu guru yang hebat
Berdasarkan jumlah pertemuan kali ini,
tentu akan sama dengan jumlah resume yang kita buat. Secara pribadi, jika
membaca resume dari bapak ibu. Saya sempat bingung, sebenarnya bagaimana sih
resume yang sebenarnya? Nah, pada kesempatan ini. Bu Aam Nurhasanah memberikan
pencerahan bagi kita yang merasa bingung dalam
membuat resume.
Bapak ibu guru yang hebat
Mengingat kembali konsep awal kita
dalam kelas menulis. Setiap peserta, wajib membuat resume sebanyak 20.
Resume-resume ini nanti, akan dikumpulkan menjadi satu buku. Satu buku solo
yang akan diterbitkan.
Sudut Berbagi
Bagaimanakah membuat resume menjadi
sebuah buku?
Resume secara KBBI bermakna merangkum,
mengambil point penting dari materi yang
disajikan. Merangkum tidak perlu panjang, yang terpenting point-point penting
tersampaikan. Untuk mempermanis tulisan
kita dapat mengemas dengan bahasa sendiri.
Ada 7 teknik dalam menulis resume agar menjadi buku
1. Mengumpulkan resume dalam bentuk file word.
Langkah ini, akan sangat membantu kita dalam menyusun naskah resume saat akan kita satuka menjadi buku
2. Tentukan tema
Mulailah dengan memisahkan tema yang berbeda, agar saat menyatukan naskah kita tidak mengalami kesulitan.
3. Membuat TOC(Tabel Of Content) atau daftar isi.
TOC merupakan rincian bab dengan materi yang sejenis
4. Mulai mengembangkan TOC
Kembangkan TOC yang ada, tambahkan kata-kata yang dapat mempermanis tulisan kita.
5. Review, revisi, dan pengeditan naskah.
Saat kita telah selesai mengetik naskah resume. Maka langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah menyunting atau memeriksa kembali. Adakah penulisan yang kurang tepat. Adakah kata yang perlu diperbaiki, atau adakah yang perlu ditambahkan.
6. Lengkapi buku dengan synopsis
Untuk memberikan gambaran isi dari buku kita, buatlah sebuah ulasan sekilas. Tapi tidak perlu panjang lebar, karena pembaca akan menikmatinya di isi buku.
7. Kirim naskah
Jika semua sudah komplit, maka kirimlah naskah ke penerbit. Dalam hal ini, kita butuh sabar menunggu karya itu diterbitkan.
Demikianlah point-point penting yang perlu kita pahami bersama. Agar dapat menjadi modal bagi kita dalam membuat resume yang baik hingga terbitlah buku yang diharapkan. Semangat Bu Aam dalam menulis resume, telah membuahkan hasil. Buku kumpulan resume beliau telah berselancar ke seluruh tanah air. Sebagi contoh konkrit kitapun dapat membacanya. Jujur secara pribadi saya penasaran sekali dengan karya bunda Aam. Berikut contoh diantara karya beliau,
Sebelum ditutup tak lupa Bunda Aam menyematkan motivasi hebat untuk kita semua. Motivasi ini sangat mengena sekali di hati, yakni
Menulislah agar hidupmu bermakna
Menulislah agar hidupmu berwarna
Meulislah hari ini agar dikenal esok
hari

