Menulis Inspirasi Berbagi motivasi

Minggu, 31 Januari 2021

Dari Resume Terbitlah Buku


 

Bapak Ibu guru yang hebat

Banyak hal yang perlu kita pelajari dalam menulis. Apalagi bagi kita seorang penulis pemula. Mulai dari bagaimana kita dapat menuangkan ide dalam tulisan, hingga mengemasnya dalam bahasa yang apik. Agar dapat dinikmati dengan baik oleh pembaca. Pesan dalam tulisanpun  dapat tersampaikan.

Untuk dapat menghasilkan sebuah tulisan yang matang. Seorang penulis, perlu melakukan kegiatan menulis secara konsisten. Sehingga kita dapat merasakan adakah perubahan dalam tulisan kita.  Perlukah memperbaiki atau menambahkan sesuatu ditulisan tersebut? Untuk menjadi tulisan yang lebih baik.

Membuat resume materi merupakan  langkah awal yang tepat, dalam melatih kemampuan menulis. Akan tetapi, dalam memahami pengertian dari resume. Terkadang setiap orang memiliki paradigma yang berbeda. Sehingga saat merusume, banyak dari kita yang menyalin semua materi dari narasumber secara utuh. Agar terkesan lengkap. Padahal dalam meresume, seharusnya kita hanya mengambil point pentingnya saja. Tanpa harus menyalin semua, apalagi copy paste materi.

Pertemuan di kelas menulis pada tanggal 25 Januari 2021, telah memasuki pertemuan kesepuluh. Tanpa terasa waktu begitu cepat berjalan. Sayang sekali rasanya, jika tidak ada hal yang bermanfaat kita lakukan. Waktu yang berjalan, sudah pasti tidak bisa diputar lagi bukan?

Di pertemuan kesepuluh ini, hadir kembali kejutan hangat dari panita kelas menulis. Ternyata malam ini, yang akan berbagi materi menulis adalah Bunda Aam Nurhasanah dengan ditemani Mr. Bams sebagai moderator.

Dalam hati saya bergumam, membaca lagi tulisan saya di atas. Sepertinya informasi tentang narasumber dan materi menulis, telah dishare sebelum kelas menulis dimulai. Namun, saya saja yang baru membaca. Lantaran, selalu sibuk dengan kegiatan di rumah bersama 2 jagoan yang super aktif. Mohon maaf semua, atas keterbatasan saya. Saat kelas udah mau masuk, atau bahkan sudah masuk saya baru bergabung. Mempertimbangkan, banyak drama yang harus dilewati terlebih dahulu.

Bapak ibu guru yang hebat

Mari kita kembali lagi kepada kelas menulis.  Tema dari pertemuan kali, sungguh menarik. Begitu dekat dengan apa yang kita kerjakan sebagai peserta menulis . Temanya adalah “ Teknik Membuat Resume Jadi buku”.

Bapak bapak ibu guru yang hebat

Berdasarkan jumlah pertemuan kali ini, tentu akan sama dengan jumlah resume yang kita buat. Secara pribadi, jika membaca resume dari bapak ibu. Saya sempat bingung, sebenarnya bagaimana sih resume yang sebenarnya? Nah, pada kesempatan ini. Bu Aam Nurhasanah memberikan pencerahan bagi kita yang merasa bingung dalam  membuat resume.

Bapak ibu guru yang hebat

Mengingat kembali konsep awal kita dalam kelas menulis. Setiap peserta, wajib membuat resume sebanyak 20. Resume-resume ini nanti, akan dikumpulkan menjadi satu buku. Satu buku solo yang akan diterbitkan.

Sudut Berbagi

Bagaimanakah membuat resume menjadi sebuah buku?

Resume secara KBBI bermakna merangkum, mengambil point penting  dari materi yang disajikan. Merangkum tidak perlu panjang, yang terpenting point-point penting tersampaikan. Untuk mempermanis  tulisan kita dapat mengemas dengan bahasa sendiri.

Ada 7 teknik  dalam menulis resume agar menjadi buku

1. Mengumpulkan resume dalam bentuk file word. 

    Langkah ini, akan sangat membantu kita dalam menyusun naskah resume saat     akan kita satuka menjadi buku

2. Tentukan tema

    Mulailah dengan memisahkan tema yang berbeda, agar saat menyatukan naskah     kita tidak mengalami kesulitan.

3. Membuat TOC(Tabel Of Content) atau daftar isi. 

    TOC  merupakan rincian bab dengan materi yang sejenis

4.  Mulai mengembangkan TOC

    Kembangkan TOC yang ada, tambahkan kata-kata yang dapat mempermanis             tulisan kita.

5. Review, revisi, dan pengeditan naskah.

    Saat kita telah selesai mengetik naskah resume. Maka langkah selanjutnya yang      harus kita lakukan adalah menyunting atau memeriksa kembali. Adakah                penulisan yang kurang tepat. Adakah kata yang perlu diperbaiki, atau adakah         yang perlu ditambahkan.

6. Lengkapi buku dengan synopsis

    Untuk memberikan gambaran isi dari  buku kita, buatlah sebuah ulasan sekilas.     Tapi tidak perlu panjang lebar, karena pembaca akan menikmatinya di isi buku.

7. Kirim naskah

    Jika semua sudah komplit, maka kirimlah naskah ke penerbit. Dalam hal ini,         kita butuh sabar menunggu karya itu diterbitkan.

Demikianlah point-point penting yang perlu kita pahami bersama. Agar dapat menjadi modal bagi kita dalam membuat resume yang baik hingga terbitlah buku yang diharapkan. Semangat Bu Aam dalam menulis resume, telah membuahkan hasil. Buku kumpulan resume beliau telah berselancar ke seluruh tanah air. Sebagi contoh konkrit kitapun dapat membacanya. Jujur secara pribadi saya penasaran sekali dengan karya bunda Aam. Berikut contoh diantara karya beliau,



Sebelum ditutup tak lupa  Bunda Aam menyematkan motivasi hebat untuk kita semua. Motivasi ini sangat mengena sekali di hati, yakni

Menulislah agar hidupmu bermakna

Menulislah agar hidupmu berwarna

Meulislah hari ini agar dikenal esok hari

 

 Dwi Rahmiati ( MTs Negeri 2 Mukomuko)

 

 

 


Read More

Jumat, 29 Januari 2021

Mari Berbagi Mari Menulis



     .

            Dunia adalah persinggahan. Apa yang kita dapatkan di dunia hanyalah sementara. Pada waktunya semua akan kembali kepada Sang Maha Kuasa. Tak ada yang berguna. Untuk dapat dijadikan bekal saat kita kembali. Hanya amal dan ilmu bermanfaat yang akan menemani.

Bahagia itu bukanlah kita cari, tetapi kita ciptakan. Bahagia akan terasa saat dirasakan bersama. Bukan kita rasakan sendiri. Lantas bagaimana caranya agar kita bisa bahagia bersama? Jawabannya adalah dengan cara berbagi.

Berbagi adalah konsep agar diri terus abadi. Semakin banyak dibagi maka semakin banyak juga yang berarti. Berbagi tidak harus materi. Berbagi juga bisa dengan ide, gagasan, dan pemikiran.

Setiap kita tentu memiliki ide, pemikiran, dan gagasan. Saat kita mampu menuangkannya ke dalam tulisan, kemudian dibaca, dinikmati, dan dirasakan oleh orang lain. Maka secara konsep kita sudah dapat dikatakan berbagi.

Bapak ibu guru yang hebat

Malam ini dipertemuan kelas menulis yang keduabelas, kembali hadir kejutan materi  menulis yang memotivasi dan menginspirasi. Tema pada malam hari ini adalah “ Menulis dan Berbagi” .Bersama narasumber hebat yakni Bang   Roma tapi bukan Roma Irama melainkan Yulius Roma Pantadean, S.Pd. Beliau adalah salah satu guru muda berbakat dari Tanah Toraja Sulawesi Selatan.

Untuk menemani narasumber, seperti biasa masih ditemani oleh ibu moderator ramah dan kece yakni Ibu Aam Nurhasanah.

Narasumber malam ini, adalah salah satu alumni peserta menulis gelombang 8. Kegigihan dan keuletan beliau dalam belajar menulis, telah membuahkan hasil. Beliau telah berhasil menciptakan banyak karya hebat. Dalam kesempatan yang diberikan, Bang Romapun membagikan pengalamannya dalam menunjang produktivitas menulis.

Kisah Awal Menulis

Awal menulis, Bang Roma merasakan posisi yang sama. Seperti halnya penulis pemula. Belum mengerti tentang seluk beluk menulis dan menerbitkan buku. Namun, kegigihan dan kesungguhan beliau dalam belajar, telah dapat dibuktikan dengan karya-karya beliau seperti di bawah ini

Dua buku Bang Roma telah berhasil lolos dipenerbit Andi, sedangkan 2 buku yang lain telah terbit di penerbit Indie.



Sudut Berbagi

Pengalaman adalah guru yang bijak. Lewat pengalaman dari narsumber ini,  ada beberapa hal penting dan perlu kita garis bawahi. Sebagai  motivasi diri dalam menulis, yakni,

  • 1.   Setiap kita memiliki ide  dan pengalaman yang bisa kita tuliskan. Tinggal bagaimana lagi kita bisa mengolahnya untuk menjadi buku.
  • 2. Membuat sebuah resume dari materi narasumber, merupakan langkah awal untuk melatih konsistensi kita dalam menulis.
  • 3.      Menulislah tanpa beban. Sedikit-sedikit hingga terkumpul menjadi satu buku.
  • 4.    Menulis untuk berbagi, sehingga motivasi dalam diri untuk menjadi lebih baik akan terus tumbuh.
  • 5.      Menulis itu bisa dilakukan. Artinya terus semangat untuk bisa menulis.
  • 6.      Mari menjadi pionir untuk mengampanyekan naik pangkat secara bermartabat lewat karya-karya yang bermanfaat melalui 👌👌👌👌👌 karya tulis ataupun lewat buku yang ber ISBN.

Bapak Ibu guru  yang hebat

Mari kita galakkan menulis agar terus dapat berbagi. Hanya lewat tulisan kita dapat berbagi tanpa batas. Meski jarak memisahkan, ruang yang tak sama, dan waktu yang tak dapat bersama.

Sebaik-baiknya manusia adalah saat memberikan manfaat bagi orang lain.

 Mari menulis, Mari  Berbagi dan  Mari menginspirasi

 

Dwi Rahmiati

MTs Negeri 2 Mukomuko Bengkulu

 

 

Read More

Kamis, 28 Januari 2021

Angan-Angan Menjadi Kenyataan


 

Bapak ibu guru yang hebat

Alhamdulillah, syukur  atas segala nikmat yang tak terhingga dari Sang Maha Cinta. Allah Subhanawataalla. Rangkaian hari dalam perjalanan belajar menulis, memberikan sebuah pelajaran yang sangat berarti. Ilmu yang disajikan disetiap pertemuan, selalu penuh dengan inspirasi. Sungguh sayang jika harus terlewatkan. Meski hanya satu hari saja.

Belajar adalah bentuk perjuangan. Tak pernah ada perjuangan tanpa rintangan. Layaknya sebuah masakan, rintangan adalah bumbum perasa. Perasa agar dapat lebih bermakna. Maka dari itu, mari kita hadapi segala rintangan dari setiap perjalanan perjuangan kita. Rasakan, nikmati, dan yakin. Akan ada kejutan yang sudah disiapkan sebagai bingkisan terindah dari sebuah perjuangan.

Bapak ibu guru yang hebat

        Pertemuan menulis, di gelombang 17 kali ini telah memasuki pertemuan kesebelas. Setiap harinya tentu akan selalu hadir kejutan-kejutan materi tentang menulis dari para narasumber hebat. Sangat menginspirasi dan penuh motivasi. Banyak hal yang sebelumnya belum saya dapatkan di luar, saya dapatkan disini. Hingga ketika pertemuan itu berlangsung, saya harus menyediakan ember besar yang kosong. Agar ilmu saya dapatkan, tidak tertumpah dengan sia-sia.

          Malam ini, tepatnya 27 Januari 2021. Di penghujung bulan Januari, saya bersama para guru hebat kembali bersama di sebuah majelis ilmu. Ilmu yang insya Allah akan bermanfaat bagi kita para pejuang karya. Semua peserta selalu semangat. Apa yang menjadi impian selama ini, akan segera menjadi nyata. Menjadi penulis buku. Buku itu bisa diterbitkan. Bahkan dapat dinikmati oleh semua orang yang membutuhkan. Konsep berbagi bukan lagi sekedar teori tapi sudah jadi aplikasi.

      Pukul 19.03 menit, sapaan hangat dari Mr. Bams kembali mengudara. Selaku moderator di pertemuan kesebelas ini, Mr. Bams memperkenalkan narasumber kita pada malam hari ini. Beliau adalah bapak Raimundus Brian Prasetiawan. Siapa yang tidak mengenal beliau, khususnya bagi para guru blogger. Selain sebagai guru hebat, Pak Brian juga merupakan  Jagonya Guru Blogger.

Demi mengefektifkan waktu, tidak memperpanjang mukadimah. Mr. Bams memberikan sebuah link berisi profil Pak Brian untuk dibaca dan dipelajari oleh para peserta menulis.

Sekilas Profil

Lahir di Jakarta, 30 Juni 1992. Raimundus Brian Setiawan itulah nama lengkapnya. Di usia yang masih muda beliau adalah guru hebat berbakat. Memulai aktivitasnya dalam menulis dari sebuah blog pada tahun 2009 telah mengantarkan beliau mencetak prestasi yang luar biasa dari menulis. Hingga kini telah banyak karya beliau yang sudah beliau bagikan dan tentunya menginspirasi untuk semua.  Mulai dari menulis artikel yang telah diterbitkan oleh beberapa surat kabar ternama. Menciptakan buku solo. Berbagi lewat tulisan bersama dalam sebuah antalogi. Tak kalah keren, beliau juga telah menjadi seorang kurator dari beberapa buku antalogi.

Luar biasa, Pak Brian sungguh telah membuktikan. Muda berbakat, muda berkarya, dan muda bermanfaat. Saat Allah memberikan waktu untuk bermanfaat, mengapa tidak kita manfaatkan.

SUDUT BERBAGI

Tema pelatihan menulis malam ini adalah “ Menerbitkan Buku Semakin Mudah Di Penerbit Indie”. Membuat resume dalam pelatihan menulis ini, merupakan cara yang efektif untuk dapat mengasah keterampilan menulis. Dalam pelatihan ini, pesetra diminta membuat tugas meresume materi pelatihan sebanyak 20 kali. Dengan tujuan untuk memudahkan,  meniti langkah awal membuat buku yang akan diterbitkan.

Waktu yang terus berganti, membawa kita pada perubahan zaman dan keadaan. Zaman yang semakin hari semakin canggih serta semakin mudah. Tidak hanya mudah saat komunikasi, berinteraksi, dan juga saat belajar. Perkembangan zaman ini, juga memberikan kemudahan bagi untuk mencapai impian. Khususnya mencapai impian menjadi seorang penulis buku. Jika dulu menerbitkan sebuah karya hanya sebatas angan, sekarang bisa jadi kenyataan. Hal ini dikarenakan, menerbitkan buku itu semakin mudah terutama di penerbit indie.

Tak perlu takut ditolak. Tak perlu takut menunggu lama. Saat ini telah diberikan kemudahan. Khususnya bagi kita penulis pemula yang ingin menerbitkan buku kita. Sekarang telah ada penerbit indie. Penerbit ini mampu menjawab rintangan-rintangan yang kita hadapi saat ingin menerbitkan buku. Terutama bagi kita penulis pemula pejuang karya.

 Selama ini kita juga mengenal adanya penerbit mayor. Jika kita bandingkan tentu akan ada perbedaan. Antara penerbit mayor dengan penerbit indie.  Ada proses seleksi saat karya akan diterbitkan di penerbit mayor. Namun penerbit indie mampu menjawab bahwa karya tidak akan ditolak, waktu terbitpun tidak terlalu lama. Akan tetapi dalam penerbit indie, kita harus mengeluarkan sedikit uang untuk biaya penerbitan.Wajar saja, penerbit indie memiliki wadah yang belum besar. Masih dalam tahap perkembangan pastinya.

Dalam kisah awal menulis, Pak Brian menyatakan sejak tahun 2014 ia telah mulai menulis. Mulai ada niat untuk membuat buku blog, namun sayang belum ada mentor yang membimbing. Merasa kebingungan harus masuk di komunitas apa. Saat itu beliau hanya mengenal nulisbuku.com. Menerbitkan buku  disana memang tanpa biaya, akan tetapi  tidak termasuk fasilitas cover dan ISBN. Jika mau 2 komponen tersebut maka harus berbayar. Hingga akhirnya di tahun 2019, Pak Brian kembali bangkit bersemangat untuk membuat buku. Oktober 2020 beliau menyelasaikan bukunya. Januari 2021 buku pertama beliau terbit.

Bapak ibu guru yang hebat

Ternyata perjuangan-perjuangan yang kita lakukan dengan niatan sungguh-sungguh akan dapat membuahkan hasil. Menjadi tambahan motivasi bagi kita. Khususnya saya pribadi bahwa tahun ini impian saya untuk punya karya yang diterbitkan bisa terwujud. Aaamin, semoga Allah memudahkan langkah menuju kebaikan ini.

Alhamdulillah untuk kedua kalinya, bergabung di grouf menulis ini banyak membuka peluang bagi kita untuk mewujudkan impian menjadi penulis buku. Tidak hanya menjadi penulis, tapi karya kita bisa diterbitkan dan dinikmati oleh semua orang. Akan ada rasa senang di hati bila kita mampu berbagi. Meski belum bisa berbagi materi sepenuhnya, tapi kita bisa  berbagi ilmu lewat karya yang kita terbitkan.

Selama pelatihan ini, terdapat  30 orang narasumber yang siap berbagi ilmu menulis. Bahkan di kelas ini juga terdapat 4 link penerbit yang bisa membantu kita menerbitkan buku. Sungguh luar biasa sekali bukan? Ada pepatah yang mengatakan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Awalnya hanya ingin menulis, tapi kita bisa langsung menerbitkan buku.

Menurut Pak Brian di grouf menulis ini, ada 4 penerbit indie yang bisa membantu kita dalam menerbitkan buku, diantaranya

  • 1.      Penerbit Kamila Press miliknya Cak Mimin
  • 2.      Penerbit Rekanan Pak Brian
  • 3.      YPTD
  • 4.      Penerbit rekanan Bu Kanjeng

Untuk dapat memilih penerbit yang pas dan cocok. Maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan, setiap penerbit menawarkan point yang berbeda antara satu dan lainnya. Untuk penerbit rekanan Pak Brian misalnya, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah


  • 1.      Biaya terbit 300 ribu dengan fasilitas
    •        Desain cover
    •         ISBN
    •          Lay Out
    •          2 buku terbit
    •          E-Sertifikat
  • 2.      Tidak ada proses editing terhadap naskah kita
  • 3.      Jika ingin mencetak ulang kembali jumlahnya minimal 10 ekslampar
  • 4.      Format nasakah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • 5.      Maksimal halaman 130 halaman jika lebih maka biaya ditambah
  • 6.      Jangan memberi target saat naskah buku diterbitkan karena prosesnya antrian
  • 7.      Sertakan buku bersama kelengkapannya

·         Cover( judul dan nama penulis)

·         Prakata

·         Daftar isi

·         Profil penulis

·         Synopsis

Untuk menghindari penulisan dalam buku yang kurang pas, maka tips-tips yang perlu diperhatikan adalah

1.      Penulisan kata jangan disingkat-singkat

2.      Jangan sampai penulisan ada yang salah ketik

3.      Satu paragraph jangan terlalu panjang

4.      Mulailah dengan membuat kalimat yang pendek. Agar tidak membingungkan.

5.      Setiap bab baru mulailah dengan halaman baru.

Bapak ibu guru yang hebat

Demikianlah berbagi materi hari ini. Semakin semangat untuk menerbitkan karya. Sungguh memiliki sebuah buku yang diterbitkan, akan menjadi nyata. Tetap semangat. Terus konsisten. Terus mengukir mimpi yang indah. Semakin banyak kita punya impian. Menjadikan diri semakin berpacu untu maju.

 

Dwi  Rahmiati

MTs Negeri 2 Mukomuko Bengkulu

 

 

 

 

Read More

Jumat, 22 Januari 2021

Mental Kuat Untuk Karya Hebat

 

Setiap orang mengimpikan untuk menjadi manusia yang sukses. Hidup dengan segala kesempurnaan. Tanpa ada rasa kekurangan.  Segala daya dan upaya dikerahkan agar apa yang diimpikan menjadi kenyataan.

Hidup ini adalah sumber tantangan. Tak akan ada jalan yang selalu mulus tanpa hambatan. Akan ada kerikil dan batu tajam dalam perjalanannya. Saat melewatinya, semua akan kembali kepada kita sebagai pelaku peran dalam kehidupan. Akankah tetap berlanjut, atau berputar arah seraya melambaikan tangan dan segera mengakhiri perjalanan itu.

        Setiap orang pada umumnya, selalu memandang sukses itu dari hasil yang nampak. Tanpa pernah memberikan nilai pada usaha yang ditempuh selama perjalanan menuju sukses. Banyak sekali contohnya, yang mungkin baru kita ketahui bahwa ternyata perjalanannya mecapai sukses itu begitu sakit dan menyakitkan. Hingga mungkin saat kita berada di masa itu. Mungkin secepat kilat, kitapun akan melambaikan tangan dan berbelot tanpa memikirkan lagi ada kebahagian apa yang menanti di depan.

Bapak ibu guru yang hebat

Kunci kesuksesan seseorang dalam mencapai impiannya  bukanlah dari sekedar  banyak harta, banyak ilmu, atau banyaknya relasi. Akan tetapi, kunci kesuksekan yang harus kita miliki sebagai pejuang sukses adalah mental. Hanya terdiri dari lima kata, tapi bermakna berjuta. Hingga tak semua orang bisa menguasainya.

         Alhamdulillah hari ini tepatnya, 22 Januari 2021. Di kelas menulis online bimbingan Om Jay, pada gelombang angkatan 17 dengan pertemuan yang ke sembilan. Pertemuan yang sedari senja tadi sudah dinanti oleh para pejuang menulis. Pejuang yang terus semangat,semangat, dan semangat. Meyediakan gelas kosong,untuk diisi dengan materi. Materi penambah energy, agar impian menerbitkan sebuah karya pribadi menjadi kenyataan.

    Malam ini, kelas menulis kedatangan narasumber hebat dengan materi luar biasa. Materi yang wajib kita simak dengan seksama. Materi ini merupakan modal utama yang harus kita miliki ya sebagai para pejuang karya. Tema materi ini adalah “ Mental seorang penulis” dengan narasumber  Ditta Widya Utami .

     Pertemuan malam ini diawali dengan pembukaan dari bapak moderator, yaitu Bapak Sucipto. Kemudian bapak moderator mengarahkan peserta untuk berkunjung ke link ini https://dittawidyautami.blogspotcom/p/profil.html. Dengatn tujuan, mengenal lebih jauh profil narasumber. Ternyata narsumber, kita adalah seorang guru muda hebat. Cantik dan berpresatsi tentunya. Pengalaman beliau dalam menulis dan menjadi seorang narasumber. Tentu melatarbelakangi beliau dalam merilis tema “ Mental seorang penulis”

            Menurut Ibu Ditta, untuk menjadi penulis handal, selain mengetahui teknik menulis. Penting bagi seorang penulis untuk memiliki jiwa dan mental yang kuat dan sehat. Mengapa demikian?Karena untuk dapat bertahan terhadap segala ujian dan tantangan dalam menulis, baik dari dalam maupun dari luar.  Sangat kita butuhkan sekali mental yang kuat, mental tahan banting. Sehingga, perlahan tapi pasti semua yang sudah kita impikan tentu akan menjadi kenyataan.

    Mental dalam hal ini lebih dapat diartikan sebagai sebuah cara berfikir untuk dapat belajar dan merespon. Bagi seorang penulis, bagaiamana mental yang harus disiapkan untuk terus lanjut berkaraya

Ada beberapa hal menarik dari paparan materi Ibu Ditta tentang mental seorang penulis, antara lain adalah

1.      Siap konsisten

Saat kita sudah berniat meningkatkan skill menulis, maka kita harus tahu bahwa menulis adalah sebuah kata kerja. Artinya tak cukup sebatas teori tapi perlu aksi nyata untuk bergerak dan bertindak. Semua orang tentu dapat menulis, akan tetapi untuk dapat menjadi penulis hebat belum tentu dapat dilakukan, Selama kita tidak memiliki mental yang kuat. Salah satu tips untuk dapat memiliki mental yang konsisten adalah kenali diri kita, saat tantangan itu berat. Lantas tak akan meluluhkan perjuangan kita dalam mecapai apa yang kita cita-citakan.

2.      Siap dikritik

Ketika kita memposting tulisan kita ke dalam facebook, blog, instagram atau media social lainnya. Satu hal yang perlu ingat adalah karya kita akan dinikmati oleh banyak orang dan menjadi milik public. Jadi saat datang kritikan terhadap karya kita, maka kita harus siap. Lewat kritik, tentu akan memberikan jalan bagi kita untuk lebih mengenal apa yang menjadi kekuarangan kita dan merubahnya menjadi karya yang lebih baik.

3.      Siap belajar

Jika kita sudah konsisetan dalam menulis, siap menerima segala kritikan untuk sebuah karya yanmg lebih baik. Artinya kita sudah memiliki mental untuk belajar tumbuh.

Ada dua cara yang dapat ditembuh untuk dapat belajar tumbuh yaitu

Ø  Melalui riset dengan berkunjung ke perpusatakaan, ke took buku, atau berselancar di sosial media melihat topik hangat dan menarik dari apa yang sedang diperbincangkan.

Ø  Tambah bacaan, saat literasi begitu digaungkan maka kita harus siapkan mental untuk menjadi literat. Salah satunya tingkat day abaca.

4.      Siap ditolak

Mental yang sepertinya harus kita tanamkan saat menciptakan karya adalah siap untuk ditolak. Meski sakit tapi harus kuat. Usaha dan  perjuangan yang kita lakukan, percayalah tidak akan menghianati hal. Butuh kesabaran untuk dapat tumbuh subur dan berkembang.

Tantangan ini tidak hanya kita sendiri yang mengalami.Semua penulis hebat tentu telah merasakan hal ini. Tidak cukup sekali, mungkin berulang kali.

5.      Siap untuk menjadi unik

        Unik adalah berbeda dari yang lainnya. Tak perlu harus merubah diri menjadi sosok orang lain, agar kita bisa sukses. Tapi berani tampil dengan kemampuan yang kita miliki, berusaha untuk berkembang bukan untuk menjadi orang lain, tapi jadilah diri sendiri. Setiap orang punyak khas positif, yang belum tentu dimiliki orang lain.

Bapak ibu guru yang hebat

Mental yang kuat adalah modal penting dari seorang pejuang menulis, untuk dapat mewujudkan segala impian menjadi kenyataan. Tak perlu resah saat apa yang kita tulis, belum dapat diterima seutuhnya oleh pembaca, atau mungkin bahkan ditolak. Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Kita hanya butuh sabar dan terus belajar agar bisa tumbuh dan berkembang. Mengutip kata bijak dari seorang bapak Albert Einstein “Beri Nilai Pada Usahanya, Tapi Bukan pada Hasilnya”.

Meskipun waktu belum mengizinkan untuk menjadi penulis yang sukses, tetap berbanggalah karena dari menulis kita menjadi manusia yang berguna untuk diri sendiri, orang lain, masyarakat, bangsa dan negara ini.

            Jangan pernah letih untuk berbagi, berbahagialah saat ini. Suatu saat kebahagian kita adalah sebuah cerita dan kebanggaan  untuk kita di masa yang akan datnag.






Dwi Rahmiati
MTs Negeri 2 Mukomuko Bengkulu 


Read More

Kamis, 21 Januari 2021

Menulis Produktif Ciptakan Buku Inovatif



Assalmualaikum wr wb.

Bapak/Ibu guru yang hebat

    Pandemi memberikan banyak arti. Arti hidup yang terkadang belum bisa kita mengerti. Hidup memang tak selamanya abadi. Apapun bisa terjadi jika Tuhan menghendaki.

    Pandemi menorehkan duka, untuk kita semua. Namun, dibalik duka ada banyak hal yang mampu membuat kita untuk terus berkarya. Jarak tak jadi kendala. Asalkan kita mau mencoba semua pasti bisa. Terpenting yang harus ada adalah niat dan kemauan.

    Menjadi produktif, butuh usaha.Tidak cukup hanya sekali tapi harus berulang kali. Begitulah yang telah dibuktikan oleh para guru-guru hebat.

     Senin, 18 Januari 2021. Kelas menulis gelombang 7 kembali membahana. Berada dalam satu grouf ilmu. Menyimak, belajar, dan bertanya. Berharap, semangat untuk terus maju dapat menjadikan  diri menjadi guru yang bermutu.

    Pertemuan kali ini adalah pertemuan ke tujuh. Dalam pertemuan ini, menghadirkan Bu Noralia Purwa Yunita,M.Pd sebagai narasumber dan temani oleh  Ibu Aam Nurhasanah sebagai moderator yang keren dan super kece dengan tema menulis “ Produktif Menulis Buku”

    Sebelum, saya berbagi ilmu dari narasumber. Sedikit  kita berkenalan dengan sosok narusumber kita . Beliau lebih akrab dipanggil Bu Nora.  Seorang guru muda berbakat, yang lahir di Kudus 12 Juni 1989. Bu Nora juga merupakan alumni di kelas menulis bimbingan Om Jay. Tepatnya kelas menulis gelombang ke-8. Ternyata, Bu Nora adalah rekan seperjuangan Bu Aam loh. Pantesan hebat-hebat semua.

    Di usia yang terbilang muda, Bu Nora adalah salah satu pejuang tangguh dalam menulis. Terbukti, karya beliau bisa tembus ke penerbit mayor. Penerbit mayor adalah peneribit besar, untuk sebuah karya besar. Semua penulis, pasti berharap tulisan mereka akan bisa diterbitkan oleh penerbit mayor

    Kegiatan menulis pada pertemuan kali ini, dimulai dengan doa sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Doa agar memudahkan kita dalam menrima ilmu pengeahuan, sekaligus ikut mendoakan saudara-saudara kita di tanah air yang sedang mendapatkan musibah. Banjir yang melanda saudara kita di Kalimantan Selatan, dan gempa bumi melanda saudara kita di Sulawesi Barat. Semoga Allah memberikan kesehatan, kesabaran, dan kekuatan untuk kita semua.

Kisah Awal Menulis

    Menjadi penulis hebat  tentu bukanlah hal mudah. Setiap orang  akan  mengalami prosesnya masing-masing. Tidak hanya sekedar hobi,dalam menulis pasti ada juga yang ingin dicapai. Salah satunya  adalah karya kita bisa diterbitkan, hingga diminati oleh semua lapisan masyarakat sebagai karya yang bermanfaat. Bu Nora  contohnya, ia memulai kisah menulisnya dengan bergabung bersama grouf menulis yang dibimbing oleh Om Jay. Saat itu tepat ketika pandemi baru saja melanda negeri, yakni bulan April 2020.

Tak butuh waktu lama untuk terus produktif dalam menulis. Di akhir tahun 2020, Bu Nora sudah melahirkan delapan karya, yang terdiri dari 4 karya solo dan 4 karya antologi. Berikut adalah bukti nyata dari karya Bu Nora,antara lain

Karya pertama Bu Nora, adalah karya hasil kolaborasi dengan Prof. Richardus Eko Indrajit yaitu


Karya kedua beliau merupakan naskah antologi, hasil kolaborasi dengan rekan-rekan di kegiatan menulis gelombang 8 berjudul “Kisah Inspiratif Sang Guru”



Karya ketiga beliau adalah sebuah karya antologi dengan para peserta di beberapa gelombang, yang diadakan oleh Omjay. Tak ada kata lain yang lebih pas, kecuali “LUAR BIASA”.


Hati dan pikiran ini semakin kuat menyatu, berpadu dalam satu keyakinan Akupun Harus Bisa, dan Pasti Bisa. Semangat dan semangat. Tak ada alasan untuk tidak bisa. Terpenting adalah aku harus punya kemauan dan segera bergerak untuk bertindak.

Karya ke empat beliau adalah buku kumpulan hasil meresum dari kegiatan menulis di gelombang ke delapan yaitu Jurus Jitu Menulis Buku

Karya kelimanya adalah sebuah buku hasil kolaborasi bersama Prof Richardus Eko Indrajit. Meskipun masih proses review di Penerbit Andi.  Yang pasti karya ini adalah karya hebat.

Karya keenam beliau merupakan karya solo dengan judul 

“Kiat Praktis Menulis Modul Berbasis Riset”. 





Karya Ketujuh beliau adalah sebuah karya Antologi beliau bersama tiga siswi lebay yang  berjudul “Aku Dan Corona”.  Karya ini merupakan kumpulan kisah guru dan siswa di masa corona.





Karya kedelapan beliau adalah sebuah karya yang disebutnya kompilasi bersama para penulis di YPTD Penerbit asuhan Bapak Thamrin Dahlan, yang berjudul Bunga Rampai Prahara di Tengah Corona.



Bapak ibu guru hebat,

Apa yang bapak ibu pikirkan, saat melihat rekan kita sesama guru ternyata bisa memiliki karya yang luar biasa, meski pademi tengah melanda?

Maukah bapak ibu bisa seperti mereka? Meski kondisi negeri kita sedang pilu, tak ada halangan untuk kita menjadi guru yang bermutu.

Trik  Hebat Lahirkan Karya dalam Waktu Singkat

Menurut Bu Nora,  sebenarnya ada banyak trik yang bisa digunakan jika ingin memiliki beberapa karya dalam waktu yang singkat yaitu,

  • .          Ikutilah menulis antologi atau karya kolaborasi untuk meningkatkan rasa percaya diri.  
  •        Menulis setiap hari, sepertinya halnya kita menulis sebuah resume. 
  •        Pilihlah tema menulis yang sama agar tulisan kita lebih terarah saat membuat sebuah buku.
  •     Manfaatkan media social yang kita punya, seperti blog, facebook, twiter, instagram. Untuk kegiatan menulis, menulis apa saja, baik cerita fiksi, ataupun motivasi.
  • .    Menulislah apa saja yang kita alami dalam keseharian kita, meski suka ataupun duka dalam bentuk catatan harian. Jika setiap hari kita lakukan secara konsisten, jika dikumpulkan akan menghasilkan karya menjadi sebuah buku.
  • .  Sebagai seorang guru, mari ajak siswa untuk ikut menulis dengan memberikan tugas berupa menulis sastra misalnya puisi, cerpen, ataupun karya yang lain. Bisa juga membuat sebuah komunitas menulis, membuat sebuah buku bersama. Kemudian menerbitkannya. Akan ada kebanggaan tersendiri saat karya siswa diterbitkan.

 Bapak Ibu Guru hebat 

Ada lagi  ilmu yang tak kalah penting dari pertemuan bersama Ibu Nora.  Ilmunya adalah bagaimana menulis buku yang tepat. Bapak ibu guru hebat, bagi kita yang akan segera melahirkan sebuah buku. Berikut  triknya, menulis buku yang tepat, yaitu

  • 1.      Tentukan tema buku  yang akan kita tulis
  • 2     Buatlah sebuah outline atau daftar isi.

Ø Daftar isi adalah kerangka pikiran buku dalam menuangkan setiap ide dalam buku yang akan ditulis.

Ø Daftar  isi merupakan jabaran tiap bab dan sub bab dalam buku. 

Ø Daftar isi membantu dalam mencari referensi. 

Ø Daftar isi membantu tulisan lebih fokus pada topic pembahasan.

Ø Daftar isi membantu kita menjadwalkan kapan buku kita akan selesai.

Menurut Ibu Nora, dalam membuat daftar isi pada jenis buku sastra dan non sastra memilki perbedaan. Jika dalam buku non sastra kita harus berpedoman pada unsur 2W+1 H( what, why, dan how). Sedangkan untuk Naskah Fiksi seperti novel kita harus menentukan prolog, menentukan konflik cerita, menentukan klimaks dari konflik, menentukan solusi dari konflik, dan terakhir menentukan epilog. Kemudia kita tinggal menentukan akhir cerita. Apakah   kita happy ending atau sadendin.Kembangkan sebuah outline.

  • .      Lakukan revisi pada tulisan.

         Menurut Bu Nora hendaknya kita melakukan editing. Minta bantuan kepada orang lain, agar             tulisan  kita mendapatkan kritikan dari kesalahan pada tulisan, bentuk kalimat dan sebagainya                sehingga     hasil  tulisan bisa lebih baik.

  • .      Setelah semua beres barulah kirimkan pada penerbit.

Bapak Ibu guru  hebat

    Rasa syukur yang tiada  terkira, Allah memberikan jalan untuk bertemu dengan orang-orang hebat penuh semangat. Semangat yang tak henti untuk selalu bisa berbagi lewat sebuah tulisan yang menginsipirasi. Terimakasih tak terkira bagi Ibu Nora, Ibu Aam, Om Jay tentunya.

    Perjuangan dan kegigihan Om Jay menciptakan sebuah kelas menulis merupakan sebuah gebrakan cerdas untuk menciptakan guru berkualitas meski kehidupan di negeri kita sedang terbatas.

    Rangkaian waktu terasa begitu cepat, pertemuan kelas menulis yang ke tujuh ini selesai. Sebelum ditutup Bu Nora membagikan hadiah kepada rekan guru yang beruntung. Walaupun belum mendapatkan rezeki sebagai penerima buku dari narasumber, hati terasa puas dan senang dengan materi yang super luar biasa. Menjadikan langkah ini semakin pasti tahun ini harus ada beberapa jejak digital yang harus aku terbitkan.

    Bapak ibu guru hebat, semoga Allah mudahkan dan wujudkan mimpi kita menjadi penuli hebat, lewat karya produtif. Tetap semangat dan konsisten.


Dwi Rahmiati

MTs Negeri 2 Mukomuko Bengkulu

Read More