Bapak ibu guru yang
hebat
Alhamdulillah,
syukur atas segala nikmat yang tak
terhingga dari Sang Maha Cinta. Allah Subhanawataalla. Rangkaian hari dalam
perjalanan belajar menulis, memberikan sebuah pelajaran yang sangat berarti.
Ilmu yang disajikan disetiap pertemuan, selalu penuh dengan inspirasi. Sungguh sayang
jika harus terlewatkan. Meski hanya satu hari saja.
Belajar
adalah bentuk perjuangan. Tak pernah ada perjuangan tanpa rintangan. Layaknya
sebuah masakan, rintangan adalah bumbum perasa. Perasa agar dapat lebih
bermakna. Maka dari itu, mari kita hadapi segala rintangan dari setiap
perjalanan perjuangan kita. Rasakan, nikmati, dan yakin. Akan ada kejutan yang
sudah disiapkan sebagai bingkisan terindah dari sebuah perjuangan.
Bapak ibu guru yang
hebat
Pertemuan menulis, di gelombang 17 kali ini telah
memasuki pertemuan kesebelas. Setiap harinya tentu akan selalu hadir
kejutan-kejutan materi tentang menulis dari para narasumber hebat. Sangat
menginspirasi dan penuh motivasi. Banyak hal yang sebelumnya belum saya
dapatkan di luar, saya dapatkan disini. Hingga ketika pertemuan itu
berlangsung, saya harus menyediakan ember besar yang kosong. Agar ilmu saya
dapatkan, tidak tertumpah dengan sia-sia.
Malam ini, tepatnya 27 Januari 2021. Di penghujung bulan
Januari, saya bersama para guru hebat kembali bersama di sebuah majelis ilmu.
Ilmu yang insya Allah akan bermanfaat bagi kita para pejuang karya. Semua
peserta selalu semangat. Apa yang menjadi impian selama ini, akan segera
menjadi nyata. Menjadi penulis buku. Buku itu bisa diterbitkan. Bahkan dapat
dinikmati oleh semua orang yang membutuhkan. Konsep berbagi bukan lagi sekedar
teori tapi sudah jadi aplikasi.
Pukul 19.03 menit, sapaan hangat dari Mr. Bams kembali
mengudara. Selaku moderator di pertemuan kesebelas ini, Mr. Bams memperkenalkan
narasumber kita pada malam hari ini. Beliau adalah bapak Raimundus Brian
Prasetiawan. Siapa yang tidak mengenal beliau, khususnya bagi para guru
blogger. Selain sebagai guru hebat, Pak Brian juga merupakan Jagonya Guru Blogger.
Demi
mengefektifkan waktu, tidak memperpanjang mukadimah. Mr. Bams memberikan sebuah
link berisi profil Pak Brian untuk dibaca dan dipelajari oleh para peserta
menulis.
Sekilas Profil
Lahir
di Jakarta, 30 Juni 1992. Raimundus Brian Setiawan itulah nama lengkapnya. Di
usia yang masih muda beliau adalah guru hebat berbakat. Memulai aktivitasnya
dalam menulis dari sebuah blog pada tahun 2009 telah mengantarkan beliau
mencetak prestasi yang luar biasa dari menulis. Hingga kini telah banyak karya beliau
yang sudah beliau bagikan dan tentunya menginspirasi untuk semua. Mulai dari menulis artikel yang telah
diterbitkan oleh beberapa surat kabar ternama. Menciptakan buku solo. Berbagi
lewat tulisan bersama dalam sebuah antalogi. Tak kalah keren, beliau juga telah
menjadi seorang kurator dari beberapa buku antalogi.
Luar biasa, Pak Brian
sungguh telah membuktikan. Muda berbakat, muda berkarya, dan muda
bermanfaat. Saat Allah memberikan waktu untuk bermanfaat, mengapa tidak
kita manfaatkan.
SUDUT BERBAGI
Tema
pelatihan menulis malam ini adalah “ Menerbitkan Buku Semakin Mudah Di Penerbit
Indie”. Membuat resume dalam pelatihan menulis ini, merupakan cara yang
efektif untuk dapat mengasah keterampilan menulis. Dalam pelatihan ini, pesetra
diminta membuat tugas meresume materi pelatihan sebanyak 20 kali. Dengan tujuan
untuk memudahkan, meniti langkah awal
membuat buku yang akan diterbitkan.
Waktu
yang terus berganti, membawa kita pada perubahan zaman dan keadaan. Zaman yang
semakin hari semakin canggih serta semakin mudah. Tidak hanya mudah saat
komunikasi, berinteraksi, dan juga saat belajar. Perkembangan zaman ini, juga
memberikan kemudahan bagi untuk mencapai impian. Khususnya mencapai impian
menjadi seorang penulis buku. Jika dulu menerbitkan sebuah karya hanya sebatas
angan, sekarang bisa jadi kenyataan. Hal ini dikarenakan, menerbitkan buku itu
semakin mudah terutama di penerbit indie.
Tak
perlu takut ditolak. Tak perlu takut menunggu lama. Saat ini telah diberikan
kemudahan. Khususnya bagi kita penulis pemula yang ingin menerbitkan buku kita.
Sekarang telah ada penerbit indie. Penerbit ini mampu menjawab
rintangan-rintangan yang kita hadapi saat ingin menerbitkan buku. Terutama bagi
kita penulis pemula pejuang karya.
Selama ini kita juga mengenal adanya penerbit
mayor. Jika kita bandingkan tentu akan ada perbedaan. Antara penerbit mayor dengan
penerbit indie. Ada proses seleksi saat
karya akan diterbitkan di penerbit mayor. Namun penerbit indie mampu menjawab bahwa
karya tidak akan ditolak, waktu terbitpun tidak terlalu lama. Akan tetapi dalam
penerbit indie, kita harus mengeluarkan sedikit uang untuk biaya penerbitan.Wajar
saja, penerbit indie memiliki wadah yang belum besar. Masih dalam tahap
perkembangan pastinya.
Dalam kisah awal menulis, Pak Brian menyatakan sejak tahun 2014 ia telah mulai menulis. Mulai ada niat untuk membuat buku blog, namun sayang belum ada mentor yang membimbing. Merasa kebingungan harus masuk di komunitas apa. Saat itu beliau hanya mengenal nulisbuku.com. Menerbitkan buku disana memang tanpa biaya, akan tetapi tidak termasuk fasilitas cover dan ISBN. Jika mau 2 komponen tersebut maka harus berbayar. Hingga akhirnya di tahun 2019, Pak Brian kembali bangkit bersemangat untuk membuat buku. Oktober 2020 beliau menyelasaikan bukunya. Januari 2021 buku pertama beliau terbit.
Bapak ibu guru yang hebat
Ternyata
perjuangan-perjuangan yang kita lakukan dengan niatan sungguh-sungguh akan
dapat membuahkan hasil. Menjadi tambahan motivasi bagi kita. Khususnya saya
pribadi bahwa tahun ini impian saya untuk punya karya yang diterbitkan bisa
terwujud. Aaamin, semoga Allah memudahkan langkah menuju kebaikan ini.
Alhamdulillah
untuk kedua kalinya, bergabung di grouf menulis ini banyak membuka peluang bagi
kita untuk mewujudkan impian menjadi penulis buku. Tidak hanya menjadi penulis,
tapi karya kita bisa diterbitkan dan dinikmati oleh semua orang. Akan ada rasa
senang di hati bila kita mampu berbagi. Meski belum bisa berbagi materi
sepenuhnya, tapi kita bisa berbagi ilmu lewat
karya yang kita terbitkan.
Selama
pelatihan ini, terdapat 30 orang narasumber
yang siap berbagi ilmu menulis. Bahkan di kelas ini juga terdapat 4 link
penerbit yang bisa membantu kita menerbitkan buku. Sungguh luar biasa sekali
bukan? Ada pepatah yang mengatakan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.
Awalnya hanya ingin menulis, tapi kita bisa langsung menerbitkan buku.
Menurut
Pak Brian di grouf menulis ini, ada 4 penerbit indie yang bisa membantu kita
dalam menerbitkan buku, diantaranya
- 1.
Penerbit Kamila Press miliknya Cak Mimin
- 2.
Penerbit Rekanan Pak Brian
- 3.
YPTD
- 4.
Penerbit rekanan Bu Kanjeng
Untuk dapat memilih
penerbit yang pas dan cocok. Maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal
ini dikarenakan, setiap penerbit menawarkan point yang berbeda antara satu dan
lainnya. Untuk penerbit rekanan Pak Brian misalnya, hal-hal yang perlu
diperhatikan adalah
- 1.
Biaya terbit 300 ribu dengan fasilitas
- Desain cover
- ISBN
- Lay Out
- 2 buku terbit
- E-Sertifikat
- 2.
Tidak ada proses editing terhadap naskah
kita
- 3.
Jika ingin mencetak ulang kembali
jumlahnya minimal 10 ekslampar
- 4.
Format nasakah sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
- 5.
Maksimal halaman 130 halaman jika lebih
maka biaya ditambah
- 6.
Jangan memberi target saat naskah buku
diterbitkan karena prosesnya antrian
- 7.
Sertakan buku bersama kelengkapannya
·
Cover( judul dan nama penulis)
·
Prakata
·
Daftar isi
·
Profil penulis
·
Synopsis
Untuk
menghindari penulisan dalam buku yang kurang pas, maka tips-tips yang perlu
diperhatikan adalah
1. Penulisan
kata jangan disingkat-singkat
2. Jangan
sampai penulisan ada yang salah ketik
3. Satu
paragraph jangan terlalu panjang
4. Mulailah
dengan membuat kalimat yang pendek. Agar tidak membingungkan.
5. Setiap
bab baru mulailah dengan halaman baru.
Bapak
ibu guru yang hebat
Demikianlah
berbagi materi hari ini. Semakin semangat untuk menerbitkan karya. Sungguh
memiliki sebuah buku yang diterbitkan, akan menjadi nyata. Tetap semangat. Terus
konsisten. Terus mengukir mimpi yang indah. Semakin banyak kita punya impian.
Menjadikan diri semakin berpacu untu maju.
Dwi
Rahmiati
MTs
Negeri 2 Mukomuko Bengkulu


Tulisan yang lengkap, rapi dan enak dibacanya.
BalasHapussemangat berkarya, semangat menginspirasi
Wah, saya belum bisa ini nulis banyak-banyak begini. Mantap
BalasHapusWaaah keren nih. Lengkap dan sempurna. Bgitu juga dgn format tulisannya rapih bngt.
BalasHapus