Menulis Inspirasi Berbagi motivasi

Selasa, 09 Februari 2021

Strategi Jitu Memasarkan Buku

 


        Ketika membaca sebuah tulisan, apakah itu dalam bentuk artikel ataupun dalam bentuk buku. Sering terbesit dalam pikiran saya, kapankah nama saya bisa tertulis di tulisan itu sebagai penulis? Sungguh senang rasanya jika apa yang selama ini saya pikirkan menjadi kenyataan. Namun, bagaimanakah cara untuk mewujudkannya?

Bergabung di grouf menulis ini, ternyata memberikan secercah cahaya bagi saya. Untuk dapat mewujudkan, apa yang menjadi impian saya. Tidak hanya diberikan bekal dan keterampilan dalam menulis. Grouf menulis ini membuka jalan bagi saya untuk dapat menerbitkan tulisan saya.

            Alhamdulillah, kebaikan hati Om Jay dan rekan panitia lainnya. Memberikan kesempatan bagi kami untuk berdiskusi langsung dengan penerbit buku lewat whatssap grouf. Baik itu penerbit indie atau penerbit mayor.

Di pertemuan sebelumnya, panitia telah memberikan  ruang untuk menyimak dan berdiskusi dengan para penerbit indie seperti Pak Brian, Cak Mimin, dan Ibu Kanjeng. Alhamdulillah, dipertemuan ke 16 ini. Panitia kembali  memberikan ruang untuk  peserta menulis, menyimak materi  dan berdiskusi langsung dengan penerbit buku. Kali ini, yang akan berbagi materi adalah dari Penerbit Mayor. Penerbit mayor tersebut adalah Penerbit Andi. Penerbit besar, yang kiprahnya hampir dikenal semua orang. Lewat buku-buku yang telah dilahirkannya dengan sempurna.

Seperti yang telah tertera di poster, tema kelas menulis malam ini adalah “ Teknik Memasarkan Buku”. Saya rasa ini dalah tema unggulan, yang telah dinanti oleh para peserta menulis. Memasarkan buku, merupakan titik akhir dimana buku kita akan bermuara. Malam ini akan di isi langsung oleh Bapak Agus Subardana. Selaku direktur pemasaran penerbit Andi.

Berdasarkan data yang diperoleh, di tengah melesunya berbagai industri akibat pandemi. Justru industri penerbitan buku di pasar global kian bertumbuh. Lantas, bagaimanakah dengan Indonesia? Itulah menjadi pertanyaan untuk kita semua.

            Diungkapkan oleh Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia, yang dikutip dari situs resmi www.ikapi.org. Industri penerbitan nasional berdampak cukup keras dari paparan pandemi ini. Banyak penerbit yang mengalami penurunan omset, lantaran penjualan buku merosot hingga 50%. Meskipun ada beberapa penerbit Indonesia yang justru mengalami pertumbuhan. Termasuk halnya dengan Penerbit Andi, yang Alhamdulillah menurut Bapak  Agus masih bertahan dan tetap tumbuh. Terbukti, di tahun 2021 ini penerbit Andi membuka cabang representative sebanyak 120 titik di kota dan kabupaten Indonesia.

            Dalam rangka mencapai pemasaran buku yang maksimal, dibutuhkan adanya strategi pemasaran yang mumpuni. Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek. Mengapa demikian? Karena banyaknya jenis buku yang diterbitkan. Jenis-jenis buku tersebut dikelompokkan dalam suatu kategori. Seperti halnya dalam penerbit Andi misalnya terdapat 32 jenis kategori  produk buku. Berisikan buku teks, buku anak, buku fiksi, dll. Apabila telah dikategorikan tentu memberikan kemudahan bagi pemetaan dalam pemasaran. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi strategi dalam pemasaran buku, yaitu

*      Faktor mikro diantarnya adalah pesaing, pemasok, perantara dan masyrakat.

*      Faktor makro diantaranya adalah demografi, ekonomi, politik, hukum, teknologi, dan social budaya.

Untuk penerbitan Andi Offiset sendiri, masuk ke dalam ke dua faktor yaitu makro dan mikro. Hal ini dikarenakan penerbit Andi telah mencapai usia 40 tahun penerbitan dengan jumlah buku terbitan hingga 15.000 judul buku dalam 32 kategori.

Saat ini, untuk dapat memasarkan buku secara maksimal di masa pandemi. Ada dua strategi pemasaran yaitu strategi pemasaran buku online dan offline.

  •          Strategi online (pemasaran lewat jalan udara)

   a. Melalui digital marketing

Manfaat dari strategi online ini adalah daya jangkaun lebih luas, lebih mudah untuk berkomunikasi dengan konsumen, cepat untuk berkembang, biaya lebih murah, dan mudah menentuka targer pasaran dengan mudah, lebih cepat popular, dan lain-lain. Untuk strategi ini perlu keaktifan dalam memasarkan, menjaga kestabilan saat kondisi pasar lesu.

b. Melakukan pemasaran lewat komunitas.

  •           Strategi offline  (pemasaran lewat jalur darat)

            Pemasaran ini dapat dilakukan melalui

v  Toko buku. Untuk menarik minat pembeli, biasanya dapat memberikan berupa diskon harga atau hal lain yang menarik. Untuk saat ini, Penerbit Andi telah membuka beberapa jaringan toko buku. Lewat gramedia ataupun non gramedia.

v  Directselling yaitu melakukan pemetaan buku berdasarkan kategoro buku. Dilakukan dengan memberdayakan tenaga sales.

v  Membuka kegiatan-kegiatan workshop, try out, seminar, atau yang lainnya.

Demikianlah strategi dalam memasarkan buku, yang dilakukan oleh PT Andi Offset. Semoga dalam waktu dekat, kita semua dapat melahirkan karya hebat. Karya yang nantinya akan menebus kepasaran. Dapat dinikmati oleh masyarakat, dan tentunya dapat membawa keberkahan.

 

Dwi Rahmiati

MTs Negeri 2 Mukomuko

 

 

Read More