Ketika membaca sebuah tulisan, apakah itu dalam bentuk artikel ataupun dalam bentuk buku. Sering terbesit dalam pikiran saya, kapankah nama saya bisa tertulis di tulisan itu sebagai penulis? Sungguh senang rasanya jika apa yang selama ini saya pikirkan menjadi kenyataan. Namun, bagaimanakah cara untuk mewujudkannya?
Bergabung
di grouf menulis ini, ternyata memberikan secercah cahaya bagi saya. Untuk
dapat mewujudkan, apa yang menjadi impian saya. Tidak hanya diberikan bekal dan
keterampilan dalam menulis. Grouf menulis ini membuka jalan bagi saya untuk
dapat menerbitkan tulisan saya.
Alhamdulillah,
kebaikan hati Om Jay dan rekan panitia lainnya. Memberikan kesempatan bagi kami
untuk berdiskusi langsung dengan penerbit buku lewat whatssap grouf. Baik itu
penerbit indie atau penerbit mayor.
Di
pertemuan sebelumnya, panitia telah memberikan
ruang untuk menyimak dan berdiskusi dengan para penerbit indie seperti
Pak Brian, Cak Mimin, dan Ibu Kanjeng. Alhamdulillah, dipertemuan ke 16 ini. Panitia
kembali memberikan ruang untuk peserta menulis, menyimak materi dan berdiskusi langsung dengan penerbit buku.
Kali ini, yang akan berbagi materi adalah dari Penerbit Mayor. Penerbit mayor
tersebut adalah Penerbit Andi. Penerbit besar, yang kiprahnya hampir dikenal semua
orang. Lewat buku-buku yang telah dilahirkannya dengan sempurna.
Seperti
yang telah tertera di poster, tema kelas menulis malam ini adalah “ Teknik Memasarkan Buku”. Saya rasa ini
dalah tema unggulan, yang telah dinanti oleh para peserta menulis. Memasarkan
buku, merupakan titik akhir dimana buku kita akan bermuara. Malam ini akan di
isi langsung oleh Bapak Agus Subardana. Selaku direktur pemasaran penerbit
Andi.
Berdasarkan
data yang diperoleh, di tengah melesunya berbagai industri akibat pandemi. Justru
industri penerbitan buku di pasar global kian bertumbuh. Lantas, bagaimanakah
dengan Indonesia? Itulah menjadi pertanyaan untuk kita semua.
Diungkapkan oleh Ketua Umum Ikatan
Penerbit Indonesia, yang dikutip dari situs resmi www.ikapi.org.
Industri penerbitan nasional berdampak cukup keras dari paparan pandemi ini.
Banyak penerbit yang mengalami penurunan omset, lantaran penjualan buku merosot
hingga 50%. Meskipun ada beberapa penerbit Indonesia yang justru mengalami
pertumbuhan. Termasuk halnya dengan Penerbit Andi, yang Alhamdulillah menurut
Bapak Agus masih bertahan dan tetap
tumbuh. Terbukti, di tahun 2021 ini penerbit Andi membuka cabang representative
sebanyak 120 titik di kota dan kabupaten Indonesia.
Dalam rangka mencapai pemasaran buku
yang maksimal, dibutuhkan adanya strategi pemasaran yang mumpuni. Strategi
pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek. Mengapa
demikian? Karena banyaknya jenis buku yang diterbitkan. Jenis-jenis buku tersebut
dikelompokkan dalam suatu kategori. Seperti halnya dalam penerbit Andi misalnya
terdapat 32 jenis kategori produk buku.
Berisikan buku teks, buku anak, buku fiksi, dll. Apabila telah dikategorikan
tentu memberikan kemudahan bagi pemetaan dalam pemasaran. Ada beberapa faktor
yang mempengaruhi strategi dalam pemasaran buku, yaitu
Faktor mikro diantarnya adalah pesaing,
pemasok, perantara dan masyrakat.
Faktor makro diantaranya adalah
demografi, ekonomi, politik, hukum, teknologi, dan social budaya.
Untuk
penerbitan Andi Offiset sendiri, masuk ke dalam ke dua faktor yaitu makro dan
mikro. Hal ini dikarenakan penerbit Andi telah mencapai usia 40 tahun
penerbitan dengan jumlah buku terbitan hingga 15.000 judul buku dalam 32
kategori.
Saat
ini, untuk dapat memasarkan buku secara maksimal di masa pandemi. Ada dua
strategi pemasaran yaitu strategi pemasaran buku online dan offline.
- Strategi
online (pemasaran lewat jalan udara)
a. Melalui
digital marketing
Manfaat dari strategi online ini adalah daya jangkaun lebih luas, lebih mudah untuk berkomunikasi dengan konsumen, cepat untuk berkembang, biaya lebih murah, dan mudah menentuka targer pasaran dengan mudah, lebih cepat popular, dan lain-lain. Untuk strategi ini perlu keaktifan dalam memasarkan, menjaga kestabilan saat kondisi pasar lesu.
b. Melakukan pemasaran lewat komunitas.
- Strategi offline (pemasaran lewat jalur darat)
Pemasaran
ini dapat dilakukan melalui
v Toko
buku. Untuk menarik minat pembeli, biasanya dapat memberikan berupa diskon
harga atau hal lain yang menarik. Untuk saat ini, Penerbit Andi telah membuka
beberapa jaringan toko buku. Lewat gramedia ataupun non gramedia.
v Directselling
yaitu melakukan pemetaan buku berdasarkan kategoro buku. Dilakukan dengan
memberdayakan tenaga sales.
v Membuka
kegiatan-kegiatan workshop, try out, seminar, atau yang lainnya.
Demikianlah
strategi dalam memasarkan buku, yang dilakukan oleh PT Andi Offset. Semoga
dalam waktu dekat, kita semua dapat melahirkan karya hebat. Karya yang nantinya
akan menebus kepasaran. Dapat dinikmati oleh masyarakat, dan tentunya dapat
membawa keberkahan.
