Menulis Inspirasi Berbagi motivasi

Kamis, 31 Desember 2020

DOA DAN HARAPAN


 


 Hari ini, tak ada yang berbeda dari hari sebelumnya. Semua kegiatan yang aku lakukan masih sama seperti biasanya. Bangun di waktu awal, menyiapkan semua kebutuhan rumah. Mulai dari menyiapkan makanan, membersihkan rumah, hingga memandikan si adek bungsu. "Mbak, ayah pergi kerja dulu. Hati-hati di rumah, jangan lupa, nanti kalau masak nasi, apinya kecil saja biar tidak gosong", ujar ayahku. Pesan itu selalu ayah sampaikan padaku, karena aku baru belajar menanak nasi tidak menggunakan magic com, tapi menanak nasi secara manual. 

Ayahku adalah ayah hebat, kesibukannya di pasar untuk bekerja tak lantas melupakan waktu untuk ke empat anaknya. Sejak dulu ayah sudah mendidik kami untuk hidup mandiri, jika perut kami terasa lapar kami tidak harus menunggu atau meminta seseorang untuk memasak makanan. Kami akan berusaha sendiri memasak apa saja yang bisa di masak di dapur. Tak jarang, ketika larut malam saat semua tertidur pulas, aku terbangun dan menyaksikan ayahku yang tengah menyuci setumpuk piring kotor di rumah, kemudian berberes rumah. Karena pada pagi harinya ia harus bekerja.

Keadaan keluarga kami tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Tapi bagi seorang anak, ibu tetaplah sosok yang didambakan. Hati kecil ini tidak bisa membohongi kenyataan yang ada. Kenyataan bahwa kami membutuhkan ibu. Ibu, rasanya sudah lama sekali kami berpisah dengan ibu. Meski baru beberapa bulan saja. Tapi tetap saja terasa sakit. Senyum dan sikap cuekku seakan bisa menutupi hatiku yang terluka, tapi tetap  tidak begitu adanya. Masa- masa saat bersamamu tetap menjadi kenangan yang tak biasa aku lupakan. Doa dan harapanpun selalu aku panjatkan agar kita bisa bersatu kembali. Bagimanapun ibu aku sangat mengharapkannya kembali. Aghhh, walaupun rasanya kemungkinan itu  kecil. Tapi aku yakin harapanku suatu saat nanti, bisa terwujud. "Anak soleh dan soleha, jangan takut ibu pergi untuk mencari uang. Nanti kalau pulang ibu bawak uang banyak untuk membeli sepeda, baju, sendal, dan mainan", ujar Mbahku. Mbah merupakan ibu dari ayah. Biasanya tak jarang mbah selalu mengatakan itu setiap kali melihat adik bungsu murung karena teringat ibu. 

Bersambung



Read More

Kamis, 17 Desember 2020

IBUKU SURGAKU

Ibu 
sembilan bulan ku di rahimmu
kau pertaruhkan nyawa untukku
kau berikan cinta untukku


Ibu 
berapa banyak air susumu di tubuhku
berapa banyak air mata mu jatuh karena ku 
berapa banyak peluhmu jatuh untukku

Ibu
Betapa besar pengorbananmu
Betapa besar jasa-jasamu
Betapa besar kasih sayangmu

Ibu
Ridho Tuhanku ada pada Mu
Surgaku ada di telapak kaki mu.

Ibu
Kau segalanya untukku


Read More

Apa Arti Ibu Bagimu??


 Apakah arti ibu bagimu????

Ibu, mamak, emak, umak, mama, mami, umi, ummah atau sebutan lainnnya. Bagi  kita adalah sosok wanita hebat luar biasa di dunia. Malaikat yang Allah turunkan ke dunia, meyakinkan kita di hadapan Sang Khalik bahwa kita, merasa yakin untuk hadir di dunia. Melihat segala keindahan dunia, beribadah dan bertakwa kepada Sang Khalik hingga pada akhirnya nanti kita kembali di hadapan Sang Khalik.

Mamak, itulah panggilan sayang yang aku sematkan untuk malakaitku di dunia ini. Bagiku mamak adalah sumber keberkahan dalam hidupku. Bahagia dan suksesnya hidup ini, tidak pernah lepas dari usaha keras yang telah beliau lakukan untukku. 

Perjuangan hebat, selama sembilan bulan mengandungku, melahirkan ku, merawatku dengan penuh cinta, menangis saat aku sakit dan terluka, bahkan meski sakit segala upaya dilakukan untuk dapat memberikan ASI yang sempurna, harus terjaga di malam hari demi nyenyak dan nyamannya tidurku, dan masih banyak lagi yang lain. Yang takkan cukup tinta ini untuk aku menuliskan semua kebaikan mamak untukku dan untuk anak-anaknya.  

Semua perjuangan hebat yang telah mamak lakukan. Bagiku adalah sebuah catatan penting dalam hidupku, yang harus selalu aku ingat, aku resapi, dan aku masukkan sedalam-dalamnya dalam pikirannku. Siapalah aku, dan apakah artinya aku tanpa Mamak?????

Dulu, waktu kecil sempat terbesit di benakku akan betapa kerasnya didikanmu.Mengajarkan agar aku dapat selalu manjaga sopan santun saat berkunjung ke rumah orang lain, tidak mudah bagiku untuk mendapatkan semua mainan dan keinginanku tanpa usaha, harus pandai membagi waktu antara sekolah dan rumah, harus punya cita-cita ke depannya aku mau jadi apa, dan masih banyak yang lain. Meskipun saat  itu usiaku masih terlalu kecil untuk semua.

Tak jarang dulu ada rasa di hatiku, iri terhadap teman-temanku yang dapat dengan mudahnya mendapatkan semua yang diinginkannya. Tapi seiring, berjalannya waktu aku mulai paham dan mengerti itulah bentuk kasih sayang yang hakiki dari mamak kepadaku dan anak-anaknya.

Selalu aku ingat, mamak lah yang mengatakan kepadaku menjadi orang berilmu itu lebih mulai nak dibandingkan kamu banyak harta. Sehingga, perlahan meski usiaku masih dini sekali waktu itu. Aku sudah memiliki cita-cita sangat tinggi. Saat semua teman sebayaku, belum sama sekali mengenal tentang jenjang pendidikan lebih tinggi. Aku sudah mulai mengenalnya. 

Di bangku SD kelas lima saat itu, aku sudah punya cita-cita nanti aku ingin kuliah di Universitas Indonesia. Setelah itu selesai dengan predikat coumlode. Aghhhh... rasanya kalu aku ingat waktu itu kadang aku senyum sendiri.

Sejak SD, mamaklah orang yang paling setia menemaniku saat belajar. Meskipun di tengah kesibukkannya sampe larut malam membuat dagangan kue yang harus ia jual di pagi hari. Di titipkan ke kantin-kantin sekolah. Setiap kali ada pertanyaan di sekolah tentang kondisi negara di dunia. Akulah yang paling bersemangat melahap pertanyaan-pertanyaan itu. Hal itu dikarenakan, mamak seringkali kali menemani ku mencatat setiap kali ada pengetahuan baru di dunia berita. Acara di TV yang menyiarkan berita tentang dunia. Mamak juga orangnya yang selalu mengajarkan aku untuk punya tanggung jawab dalam setiap pekerjaanku, meskipun saat itu usiaku masih kecil. Mamak juga yang mengajarkan aku harus punya aturan, tidak bisa melakukan sesuatu semaunya saja. Walaupun bermain, belajar, dan apapunnya yang lainnya harus punya waktu. Rasanya tak dapat aku sebutkan semua, karena banyak sekali yang mamak lakukan sebagai bentuk cinta kasih sayangnya kepadaku dan anak-anakku. Menurut mamak, sayang sama anak itu sama orangnya bukan kelakukannya. Jika kelakuan tidak pantas meski masih kecil harus ditegur bukan didiamkan. Kalau tidak ditegur mau jadi apa??

Saat ini aku telah dewasa, punya keluarga kecil yang sempurna punya pekerjaan yang mapan dan mungkin akan didambakan oleh semua orang di luar sana. Semua karena mamak. Intinya apapun yang aku raih sampai saat ini tentu hasil dari kerja keras mamak.

Tak dapat aku ungkapkan dengan kata, bentuk syukurku atas semua yang aku capai sampai detik ini. 

Terimakasih banyak mamak untuk semua yang kau berikan untukku dan anak-anakmu. Rasa keiklhasan, tanggung jawab dalam bekerja, ketakwaan dengan Sang Khalik yang dulu selalu kau ajarkan. Sangat berguna sekali dalam hidupku.

Saat ini aku adalah seorang ibu, akupun akan mencontoh cara mu mendidik anak-anakmu.

Untuk mamakku dan semua mamak-mamak di seluruh dunia ini. Tak akan pernah ada yang dapat menggantikan posisimu. Engkaulah wanita hebat, yang punya bahu yang tanggung dan hati yang lembut. Karena kehebatanmu juga, telah lahir orang-orang hebat di dunia ini.

LOVE YOU MAMAK ...




 

Read More

Kamis, 10 Desember 2020

Ibu Pertiwiku

Ibuku 

aku tahu

Engkau sedang berduka

Dukamu begitu dalam

Pedih, perih...

Itulah yang kau rasa


Ibuku...

Pagi, siang, dan malam

Tak henti kau tumpahkan air mata

Air mata yang mungkin tak dapat lagi 

Kau bendung.

Meski ku tahu 

Tlah lama kau coba

Menahan pedih dan perih ini

Ibuku

Aku rindu senyummu

Senyum yang selalu kau torehkan

Setiap engkau melihat anak-anakmu

Tumbuh dalam kebersamaan

Dalam cinta dan kasih


Ibuku...

Slalu kuingat pesanmu

Meski kita dilahirkan dalam satu rahimmu

Tapi kita bukanlah satu kepala

Kita tidak mungkin akan selalu sama

Namun tatkala kita sedang berbeda

Ingatlah bahwa kita adalah satu

Satu ikatan yang tak mungkin mampu berdiri jika tidak saling mengerti


Ibuku...

Aku tahu...  

Begitu berat cobaan ini

Blum tuntas ribuan nyawa meregang karena korona, 

Kali ini, kau harus menyakasikan putra-putramu tak lagi dapat bersama

Tak lagi mereka mengingat pesanmu

Bahkan entah mengapa tak lagi mereka takut akan dosa

Ego dan keangkuhan merasuk dalam jiwa

Perbedaan menjadi malapetaka

Hingga nyawa tak berdosa 

Menjadi taruhannya.


Ya Allah...

Ampunilah kami...

Lindungilah ibu pertiwi kami

Berikankah ia kekuatan.

Hadirkan kembali senyumnya.

Kami sungguh merindukannya...




Read More

Senin, 07 Desember 2020

NIKMATI DAN HARGAI KARYAMU



Assalamualaikum wr. wb.

Salam inspirasi sahabat semua...

Malam ini sungguh saya belajar banyak sekali dari sosok yang begitu menginspirasi. Beliau adalah bapak Khamdan Muhaimin, S.Pd., Bapak Khmadan adalah seorang guru BK dari kota Banjarnegara Jawa Tengah.  Saat ini beliau bertugas di sebuah daerah 3T( terdepan, terluar, dan tertinggal). Tepatnya di SMPN 5 Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT.

Bertugas di daerah yang terpencil, sungguh sudah bisa kita bayangkan bagaimana kondisinya. Jauh dari berbagai akses, susah mendapatkan air, tanpa listrik, dan kondisi memprihatinkan lainnya. Namun, bagi bapak Khamdan, semua adalah proses kehidupan, yang harus dinikmati dan disyukuri. 

Pengalaman bapak Khamdan yang bertugas sejak tahun 2015, membuat beliau untuk mulai menulis dberbagai tantangan dan solusi menjadi pendidik di daearah 3T. 

Luar biasa, pertama kali menulis langsung mengantarkan  menjadi finalis 10 besar kegiatan Simposium GTK 2016 di Jakarta yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Prestasi terakhir dari bapak Khamdan baru-baru ini adalah menjadi guru inspiratif tingkat nasional tahun 2020 yang diselenggarakan juga oleh Kemendikbud.

Banyak hal yang menginspirasi dari bapak Khamdan, namun ada beberapa hal yang sangat perlu kita garis bawahi untuk menjadi penyemangat dan pendobrak inspirasi kita agar menjadi lebih maju dalam menciptakan karya-karya inovasi dan menginspiratif.

Pertama, Selama ada niat dan kemauan  yang kuat serta tidak mudah menyerah dalam menulis. Maka pasti ada jalan untuk melahirkan karya yang hebat.

Kedua, Menanamkan rasa cinta pada tanah air INDONESIA adalah modal yang kuat yang bisa kita tanamkan untuk terus berkarya. Menghasilkan karya-karya yang innovatif. Tanpa pernah menyerah dengan keadaan dan keterbatasan yang menghadang. Bagi orang lain, mungkin akan terasa biasa namun jika kita melakukan dengan hati untuk memberikan cahaya dalam ruang gelap adalah luar biasa. Intinya adalah bersemangat menjadikan pendidikan berkualitas demi menghasilkan manusia-manusia berkualitas.

Ketiga, Jika ada satu cara yang belum berhasil, kita masih punya 1000 cara untuk berhasil.

Semangat berkaryaπŸ‘ŒπŸ‘Œ

Read More

Jumat, 04 Desember 2020

RASA 


Waktu bergulir begitu cepat

Senja tiba begitu saja

Ada rasa yang tak biasa

Ada cinta yang tlah binasa

Ada kasih yang  tersisih

Ada hati yang tersakiti

 

Agh....

Senyum itu…

Tak lagi terlihat

Sapaan itu

Tak lagi terdengar

Dekapan itu

Tak lagi terasa hangat



Kemana canda tawa itu?

Kemana kehangatan itu?

Hingga ku tanya pada rumput yang bergoyang,

Tak juga kutemu jawab. 


Dunia...

Sudah lelahkah engkau?

Sudah bosankah engkau ?

atau mungkin 

Sudah muakkah engaku dengan kami?

Makhluk  kecil yang tak tahu diri

Menuntut dan menuntut tanpa pernah memberi...


Tuhan...

Ampuni kami

Maafkan kami

Terangi kami dengan sinarmu

Hingga kami temukan kembali

Jalan terang kehidupan

Di tengah wabah yang menerpa...


 


Read More

Rabu, 02 Desember 2020

BERSYUKUR DAN MENSYUKURI

 Bismillahirohmanirrohim

Perjalanan hidup ini mengajarkan banyak hal kepada kita, apa yang terjadi kadangkala  seringkali tak seperti yang  kita harapkan. Namun, apa yang telah terjadi  bukanlah karena  kebetulan atau ketidaksengajaan. Semua sudah merupakan ketetapan dari Sang Pemilik hidup.

Rasa kecewa, galau, atau semua hal yang membuat kita terkesan kurang menerima akan senantiasa hadir di  jiwa dan sanubari. Benak ini dipenuhi dengan bermacam-macam pertanyaan semakin berkembang dan berkembang.  Tak tahu sampai di mana ia akan bermuara. 

Aaaaagh....

Malu rasanya, jika hidup ini penuh dengan semua itu.πŸ˜“πŸ˜“πŸ˜’ 

Sedikit-dikit mengeluh, sedikit dikit kecewa, sedikit dikit merana bahkan hari-haripun penuh dengan GEGANA (gelisah, galau merana).πŸ’”πŸ’” 

Nikmat gak cuma satu tapi beribu-ribu bahkan berjuta-juta. 

Tak semua yang kita inginkan adalah yang kita butuhkan loh.... 

Pelangi akan terlihat indah jika dipenuhi berbagai warna

Begitupun dengan hidup ini terasa akan lebih berarti jika tidak hanya satu yang dicari, tidak hanya satu yang berarti, dan tidak hanya satu dicintai.Semua sudah pas sesuai dengan porsinya masing-masing.

Nikmati, yakini, dan jalani....Kebahagian yang hakiki akan segera ditemui dengan mengikuti hati nurani...

Semangat menjadi lebih baik....πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ




Read More