Menulis Inspirasi Berbagi motivasi

Jumat, 22 Januari 2021

Mental Kuat Untuk Karya Hebat

 

Setiap orang mengimpikan untuk menjadi manusia yang sukses. Hidup dengan segala kesempurnaan. Tanpa ada rasa kekurangan.  Segala daya dan upaya dikerahkan agar apa yang diimpikan menjadi kenyataan.

Hidup ini adalah sumber tantangan. Tak akan ada jalan yang selalu mulus tanpa hambatan. Akan ada kerikil dan batu tajam dalam perjalanannya. Saat melewatinya, semua akan kembali kepada kita sebagai pelaku peran dalam kehidupan. Akankah tetap berlanjut, atau berputar arah seraya melambaikan tangan dan segera mengakhiri perjalanan itu.

        Setiap orang pada umumnya, selalu memandang sukses itu dari hasil yang nampak. Tanpa pernah memberikan nilai pada usaha yang ditempuh selama perjalanan menuju sukses. Banyak sekali contohnya, yang mungkin baru kita ketahui bahwa ternyata perjalanannya mecapai sukses itu begitu sakit dan menyakitkan. Hingga mungkin saat kita berada di masa itu. Mungkin secepat kilat, kitapun akan melambaikan tangan dan berbelot tanpa memikirkan lagi ada kebahagian apa yang menanti di depan.

Bapak ibu guru yang hebat

Kunci kesuksesan seseorang dalam mencapai impiannya  bukanlah dari sekedar  banyak harta, banyak ilmu, atau banyaknya relasi. Akan tetapi, kunci kesuksekan yang harus kita miliki sebagai pejuang sukses adalah mental. Hanya terdiri dari lima kata, tapi bermakna berjuta. Hingga tak semua orang bisa menguasainya.

         Alhamdulillah hari ini tepatnya, 22 Januari 2021. Di kelas menulis online bimbingan Om Jay, pada gelombang angkatan 17 dengan pertemuan yang ke sembilan. Pertemuan yang sedari senja tadi sudah dinanti oleh para pejuang menulis. Pejuang yang terus semangat,semangat, dan semangat. Meyediakan gelas kosong,untuk diisi dengan materi. Materi penambah energy, agar impian menerbitkan sebuah karya pribadi menjadi kenyataan.

    Malam ini, kelas menulis kedatangan narasumber hebat dengan materi luar biasa. Materi yang wajib kita simak dengan seksama. Materi ini merupakan modal utama yang harus kita miliki ya sebagai para pejuang karya. Tema materi ini adalah “ Mental seorang penulis” dengan narasumber  Ditta Widya Utami .

     Pertemuan malam ini diawali dengan pembukaan dari bapak moderator, yaitu Bapak Sucipto. Kemudian bapak moderator mengarahkan peserta untuk berkunjung ke link ini https://dittawidyautami.blogspotcom/p/profil.html. Dengatn tujuan, mengenal lebih jauh profil narasumber. Ternyata narsumber, kita adalah seorang guru muda hebat. Cantik dan berpresatsi tentunya. Pengalaman beliau dalam menulis dan menjadi seorang narasumber. Tentu melatarbelakangi beliau dalam merilis tema “ Mental seorang penulis”

            Menurut Ibu Ditta, untuk menjadi penulis handal, selain mengetahui teknik menulis. Penting bagi seorang penulis untuk memiliki jiwa dan mental yang kuat dan sehat. Mengapa demikian?Karena untuk dapat bertahan terhadap segala ujian dan tantangan dalam menulis, baik dari dalam maupun dari luar.  Sangat kita butuhkan sekali mental yang kuat, mental tahan banting. Sehingga, perlahan tapi pasti semua yang sudah kita impikan tentu akan menjadi kenyataan.

    Mental dalam hal ini lebih dapat diartikan sebagai sebuah cara berfikir untuk dapat belajar dan merespon. Bagi seorang penulis, bagaiamana mental yang harus disiapkan untuk terus lanjut berkaraya

Ada beberapa hal menarik dari paparan materi Ibu Ditta tentang mental seorang penulis, antara lain adalah

1.      Siap konsisten

Saat kita sudah berniat meningkatkan skill menulis, maka kita harus tahu bahwa menulis adalah sebuah kata kerja. Artinya tak cukup sebatas teori tapi perlu aksi nyata untuk bergerak dan bertindak. Semua orang tentu dapat menulis, akan tetapi untuk dapat menjadi penulis hebat belum tentu dapat dilakukan, Selama kita tidak memiliki mental yang kuat. Salah satu tips untuk dapat memiliki mental yang konsisten adalah kenali diri kita, saat tantangan itu berat. Lantas tak akan meluluhkan perjuangan kita dalam mecapai apa yang kita cita-citakan.

2.      Siap dikritik

Ketika kita memposting tulisan kita ke dalam facebook, blog, instagram atau media social lainnya. Satu hal yang perlu ingat adalah karya kita akan dinikmati oleh banyak orang dan menjadi milik public. Jadi saat datang kritikan terhadap karya kita, maka kita harus siap. Lewat kritik, tentu akan memberikan jalan bagi kita untuk lebih mengenal apa yang menjadi kekuarangan kita dan merubahnya menjadi karya yang lebih baik.

3.      Siap belajar

Jika kita sudah konsisetan dalam menulis, siap menerima segala kritikan untuk sebuah karya yanmg lebih baik. Artinya kita sudah memiliki mental untuk belajar tumbuh.

Ada dua cara yang dapat ditembuh untuk dapat belajar tumbuh yaitu

Ø  Melalui riset dengan berkunjung ke perpusatakaan, ke took buku, atau berselancar di sosial media melihat topik hangat dan menarik dari apa yang sedang diperbincangkan.

Ø  Tambah bacaan, saat literasi begitu digaungkan maka kita harus siapkan mental untuk menjadi literat. Salah satunya tingkat day abaca.

4.      Siap ditolak

Mental yang sepertinya harus kita tanamkan saat menciptakan karya adalah siap untuk ditolak. Meski sakit tapi harus kuat. Usaha dan  perjuangan yang kita lakukan, percayalah tidak akan menghianati hal. Butuh kesabaran untuk dapat tumbuh subur dan berkembang.

Tantangan ini tidak hanya kita sendiri yang mengalami.Semua penulis hebat tentu telah merasakan hal ini. Tidak cukup sekali, mungkin berulang kali.

5.      Siap untuk menjadi unik

        Unik adalah berbeda dari yang lainnya. Tak perlu harus merubah diri menjadi sosok orang lain, agar kita bisa sukses. Tapi berani tampil dengan kemampuan yang kita miliki, berusaha untuk berkembang bukan untuk menjadi orang lain, tapi jadilah diri sendiri. Setiap orang punyak khas positif, yang belum tentu dimiliki orang lain.

Bapak ibu guru yang hebat

Mental yang kuat adalah modal penting dari seorang pejuang menulis, untuk dapat mewujudkan segala impian menjadi kenyataan. Tak perlu resah saat apa yang kita tulis, belum dapat diterima seutuhnya oleh pembaca, atau mungkin bahkan ditolak. Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Kita hanya butuh sabar dan terus belajar agar bisa tumbuh dan berkembang. Mengutip kata bijak dari seorang bapak Albert Einstein “Beri Nilai Pada Usahanya, Tapi Bukan pada Hasilnya”.

Meskipun waktu belum mengizinkan untuk menjadi penulis yang sukses, tetap berbanggalah karena dari menulis kita menjadi manusia yang berguna untuk diri sendiri, orang lain, masyarakat, bangsa dan negara ini.

            Jangan pernah letih untuk berbagi, berbahagialah saat ini. Suatu saat kebahagian kita adalah sebuah cerita dan kebanggaan  untuk kita di masa yang akan datnag.






Dwi Rahmiati
MTs Negeri 2 Mukomuko Bengkulu 


Read More