Menulis Inspirasi Berbagi motivasi

Kamis, 28 Januari 2021

Angan-Angan Menjadi Kenyataan


 

Bapak ibu guru yang hebat

Alhamdulillah, syukur  atas segala nikmat yang tak terhingga dari Sang Maha Cinta. Allah Subhanawataalla. Rangkaian hari dalam perjalanan belajar menulis, memberikan sebuah pelajaran yang sangat berarti. Ilmu yang disajikan disetiap pertemuan, selalu penuh dengan inspirasi. Sungguh sayang jika harus terlewatkan. Meski hanya satu hari saja.

Belajar adalah bentuk perjuangan. Tak pernah ada perjuangan tanpa rintangan. Layaknya sebuah masakan, rintangan adalah bumbum perasa. Perasa agar dapat lebih bermakna. Maka dari itu, mari kita hadapi segala rintangan dari setiap perjalanan perjuangan kita. Rasakan, nikmati, dan yakin. Akan ada kejutan yang sudah disiapkan sebagai bingkisan terindah dari sebuah perjuangan.

Bapak ibu guru yang hebat

        Pertemuan menulis, di gelombang 17 kali ini telah memasuki pertemuan kesebelas. Setiap harinya tentu akan selalu hadir kejutan-kejutan materi tentang menulis dari para narasumber hebat. Sangat menginspirasi dan penuh motivasi. Banyak hal yang sebelumnya belum saya dapatkan di luar, saya dapatkan disini. Hingga ketika pertemuan itu berlangsung, saya harus menyediakan ember besar yang kosong. Agar ilmu saya dapatkan, tidak tertumpah dengan sia-sia.

          Malam ini, tepatnya 27 Januari 2021. Di penghujung bulan Januari, saya bersama para guru hebat kembali bersama di sebuah majelis ilmu. Ilmu yang insya Allah akan bermanfaat bagi kita para pejuang karya. Semua peserta selalu semangat. Apa yang menjadi impian selama ini, akan segera menjadi nyata. Menjadi penulis buku. Buku itu bisa diterbitkan. Bahkan dapat dinikmati oleh semua orang yang membutuhkan. Konsep berbagi bukan lagi sekedar teori tapi sudah jadi aplikasi.

      Pukul 19.03 menit, sapaan hangat dari Mr. Bams kembali mengudara. Selaku moderator di pertemuan kesebelas ini, Mr. Bams memperkenalkan narasumber kita pada malam hari ini. Beliau adalah bapak Raimundus Brian Prasetiawan. Siapa yang tidak mengenal beliau, khususnya bagi para guru blogger. Selain sebagai guru hebat, Pak Brian juga merupakan  Jagonya Guru Blogger.

Demi mengefektifkan waktu, tidak memperpanjang mukadimah. Mr. Bams memberikan sebuah link berisi profil Pak Brian untuk dibaca dan dipelajari oleh para peserta menulis.

Sekilas Profil

Lahir di Jakarta, 30 Juni 1992. Raimundus Brian Setiawan itulah nama lengkapnya. Di usia yang masih muda beliau adalah guru hebat berbakat. Memulai aktivitasnya dalam menulis dari sebuah blog pada tahun 2009 telah mengantarkan beliau mencetak prestasi yang luar biasa dari menulis. Hingga kini telah banyak karya beliau yang sudah beliau bagikan dan tentunya menginspirasi untuk semua.  Mulai dari menulis artikel yang telah diterbitkan oleh beberapa surat kabar ternama. Menciptakan buku solo. Berbagi lewat tulisan bersama dalam sebuah antalogi. Tak kalah keren, beliau juga telah menjadi seorang kurator dari beberapa buku antalogi.

Luar biasa, Pak Brian sungguh telah membuktikan. Muda berbakat, muda berkarya, dan muda bermanfaat. Saat Allah memberikan waktu untuk bermanfaat, mengapa tidak kita manfaatkan.

SUDUT BERBAGI

Tema pelatihan menulis malam ini adalah “ Menerbitkan Buku Semakin Mudah Di Penerbit Indie”. Membuat resume dalam pelatihan menulis ini, merupakan cara yang efektif untuk dapat mengasah keterampilan menulis. Dalam pelatihan ini, pesetra diminta membuat tugas meresume materi pelatihan sebanyak 20 kali. Dengan tujuan untuk memudahkan,  meniti langkah awal membuat buku yang akan diterbitkan.

Waktu yang terus berganti, membawa kita pada perubahan zaman dan keadaan. Zaman yang semakin hari semakin canggih serta semakin mudah. Tidak hanya mudah saat komunikasi, berinteraksi, dan juga saat belajar. Perkembangan zaman ini, juga memberikan kemudahan bagi untuk mencapai impian. Khususnya mencapai impian menjadi seorang penulis buku. Jika dulu menerbitkan sebuah karya hanya sebatas angan, sekarang bisa jadi kenyataan. Hal ini dikarenakan, menerbitkan buku itu semakin mudah terutama di penerbit indie.

Tak perlu takut ditolak. Tak perlu takut menunggu lama. Saat ini telah diberikan kemudahan. Khususnya bagi kita penulis pemula yang ingin menerbitkan buku kita. Sekarang telah ada penerbit indie. Penerbit ini mampu menjawab rintangan-rintangan yang kita hadapi saat ingin menerbitkan buku. Terutama bagi kita penulis pemula pejuang karya.

 Selama ini kita juga mengenal adanya penerbit mayor. Jika kita bandingkan tentu akan ada perbedaan. Antara penerbit mayor dengan penerbit indie.  Ada proses seleksi saat karya akan diterbitkan di penerbit mayor. Namun penerbit indie mampu menjawab bahwa karya tidak akan ditolak, waktu terbitpun tidak terlalu lama. Akan tetapi dalam penerbit indie, kita harus mengeluarkan sedikit uang untuk biaya penerbitan.Wajar saja, penerbit indie memiliki wadah yang belum besar. Masih dalam tahap perkembangan pastinya.

Dalam kisah awal menulis, Pak Brian menyatakan sejak tahun 2014 ia telah mulai menulis. Mulai ada niat untuk membuat buku blog, namun sayang belum ada mentor yang membimbing. Merasa kebingungan harus masuk di komunitas apa. Saat itu beliau hanya mengenal nulisbuku.com. Menerbitkan buku  disana memang tanpa biaya, akan tetapi  tidak termasuk fasilitas cover dan ISBN. Jika mau 2 komponen tersebut maka harus berbayar. Hingga akhirnya di tahun 2019, Pak Brian kembali bangkit bersemangat untuk membuat buku. Oktober 2020 beliau menyelasaikan bukunya. Januari 2021 buku pertama beliau terbit.

Bapak ibu guru yang hebat

Ternyata perjuangan-perjuangan yang kita lakukan dengan niatan sungguh-sungguh akan dapat membuahkan hasil. Menjadi tambahan motivasi bagi kita. Khususnya saya pribadi bahwa tahun ini impian saya untuk punya karya yang diterbitkan bisa terwujud. Aaamin, semoga Allah memudahkan langkah menuju kebaikan ini.

Alhamdulillah untuk kedua kalinya, bergabung di grouf menulis ini banyak membuka peluang bagi kita untuk mewujudkan impian menjadi penulis buku. Tidak hanya menjadi penulis, tapi karya kita bisa diterbitkan dan dinikmati oleh semua orang. Akan ada rasa senang di hati bila kita mampu berbagi. Meski belum bisa berbagi materi sepenuhnya, tapi kita bisa  berbagi ilmu lewat karya yang kita terbitkan.

Selama pelatihan ini, terdapat  30 orang narasumber yang siap berbagi ilmu menulis. Bahkan di kelas ini juga terdapat 4 link penerbit yang bisa membantu kita menerbitkan buku. Sungguh luar biasa sekali bukan? Ada pepatah yang mengatakan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Awalnya hanya ingin menulis, tapi kita bisa langsung menerbitkan buku.

Menurut Pak Brian di grouf menulis ini, ada 4 penerbit indie yang bisa membantu kita dalam menerbitkan buku, diantaranya

  • 1.      Penerbit Kamila Press miliknya Cak Mimin
  • 2.      Penerbit Rekanan Pak Brian
  • 3.      YPTD
  • 4.      Penerbit rekanan Bu Kanjeng

Untuk dapat memilih penerbit yang pas dan cocok. Maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan, setiap penerbit menawarkan point yang berbeda antara satu dan lainnya. Untuk penerbit rekanan Pak Brian misalnya, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah


  • 1.      Biaya terbit 300 ribu dengan fasilitas
    •        Desain cover
    •         ISBN
    •          Lay Out
    •          2 buku terbit
    •          E-Sertifikat
  • 2.      Tidak ada proses editing terhadap naskah kita
  • 3.      Jika ingin mencetak ulang kembali jumlahnya minimal 10 ekslampar
  • 4.      Format nasakah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • 5.      Maksimal halaman 130 halaman jika lebih maka biaya ditambah
  • 6.      Jangan memberi target saat naskah buku diterbitkan karena prosesnya antrian
  • 7.      Sertakan buku bersama kelengkapannya

·         Cover( judul dan nama penulis)

·         Prakata

·         Daftar isi

·         Profil penulis

·         Synopsis

Untuk menghindari penulisan dalam buku yang kurang pas, maka tips-tips yang perlu diperhatikan adalah

1.      Penulisan kata jangan disingkat-singkat

2.      Jangan sampai penulisan ada yang salah ketik

3.      Satu paragraph jangan terlalu panjang

4.      Mulailah dengan membuat kalimat yang pendek. Agar tidak membingungkan.

5.      Setiap bab baru mulailah dengan halaman baru.

Bapak ibu guru yang hebat

Demikianlah berbagi materi hari ini. Semakin semangat untuk menerbitkan karya. Sungguh memiliki sebuah buku yang diterbitkan, akan menjadi nyata. Tetap semangat. Terus konsisten. Terus mengukir mimpi yang indah. Semakin banyak kita punya impian. Menjadikan diri semakin berpacu untu maju.

 

Dwi  Rahmiati

MTs Negeri 2 Mukomuko Bengkulu

 

 

 

 

3 komentar:

  1. Tulisan yang lengkap, rapi dan enak dibacanya.
    semangat berkarya, semangat menginspirasi

    BalasHapus
  2. Wah, saya belum bisa ini nulis banyak-banyak begini. Mantap

    BalasHapus
  3. Waaah keren nih. Lengkap dan sempurna. Bgitu juga dgn format tulisannya rapih bngt.

    BalasHapus