Bapak
ibu guru yang hebat
Pukul
19.08 Om Jay hadir menyapa seluruh peserta grouf menulis gelombang 17. Di awal pertemuan, Om Jay memberikan sebuah link untuk perlombaan
menulis di blog. Link itu berisi
persyaratan yang harus diikuti peserta dalam mengikuti perlomabaan. Selama 28
hari peserta lomba diminta untuk menulis di blog YPTD. Tulisan harus diposting
setiap harinya dengan menampilkan logo PGRI dan logo IG TIK PGRI. Tulisan yang diposting tidak
boleh bersifat sara. Peserta yang mengikuti perlombaan harus merupakan anggota
PGRI. Jika belum terdaftar, peserta diharapkan mendaftarkan diri secara online.
Tulisan yang diposting pada saat perlombaan bertema bebas. Boleh menulis karya
berupa sastra ataupun karya non fiksi. Intinya peserta boleh menulis sesuai
dengan apa yang dikuasai, dan apa yang disukai. Jika peserta telah menulis
sebanyak 28 kali, maka tulisan tersebut akan dibukukan menjadi buku secara
gratis.
Bagaimanakah
syaratnya menjadi pemenang, di ajang perlombaan ini? Jawabannya adalah peserta
harus menulis pada setiap harinya selama 28
hari. Tidak ada satu haripun yang boleh terlewat. Wah, sebuah tantangan
yang luar biasa sekali. Terutama bagi kita para penulis pemula. Tentu akan
sangat membantu kita dalam mengasah kemampuan menulis.
Tak lupa, Om Jay kembali mengingatkan kepada semua
peserta untuk mengisi daftar hadir dan membuat resume hasil karya sendiri,
hingga nanti kumpulan resume itu akan dapat berubah menjadi sebuah buku yang
bermanfaat.
Dalam pertemuan ini, Om Jay akan berbagi lewat bercerita
pengalaman dalam menulis blog. Pertemuan
di kelas menulis ini, adalah masuk kategori edisi special. Om Jay tidak hanya
bertindak sebagai narasumber tapi juga berperan langsung sebagai moderator.
Sebelum
dimulai Om Jay, menyampaikan sebuah berita duka. Bahwa ada beberapa guru
pengurus PGRI yang telah berpulang. Sementara belum banyak jejak digital yang
ditinggalkan. Oleh karena itu, Om Jay sangat mengajak bapak ibu guru untuk
semangat menulis dan menerbitkan buku. Saya ingat kembali, salah seorang
narasumber yang mengatakan bahwa jika ingin hidup kita abadi maka menulislah.
Walaupun raga tak lagi bernyawa. Tapi kita tetap dapat hidup lewat karya yang
kita cipta.
Om Jay, kembali teringat dengan satu
sosok sahabat pena Om Jay. Beliau adalah Bang Dian Kelana. 1 Januari 2021 yang lalu, beliau baru saja
berpulang. Namun sebelum berpulang, Bang Dian sempat menebar manfaat dengan
tulisannya di blog YPTD . Tulisan itu berisikan tentag cara memposting tulisan
di blog YPTD. Alhamdulillah, luar biasa
sekali. Artikel itu telah dibaca oleh 600 orang. Sampai saat inipun sangat
membantu rekan-rekan yang mengalami kesulitan untuk memposting di blog YPTD.
Dalam hal ini. Bang Dian menjadi bukti nyata bahwa walaupun kita sudah taka da,
saat tulisan kita terus dibaca. Maka seakan kita tetap hidup selamanya, dan
terus dapat bermanfaat.
Dalam pemamparannya, tak henti Om
Jay menyebutkan kekagumannya dengan Bang Dian kelana. Tak hanya sebagai
blogger, ternyata Bang Dian Kelana merupkan seorang youtober. Semangat dan
antusias beliau dalam belajar sangatlah tinggi. Meski beliau hanya tamat
sekolah dasar, namun pemikiran beliau untuk maju tak kalah dengan orang yang
bergelar sarjana.
Bagi Bang Dian Kelana, dengan menulis di blog. Konsistensi kita
dalam menulis akan tertempa. Pernyataan ini bagi saya sangat tepat sekali,
dengan menulis setiap hari.tidak hanya pemikiran kita yang terlatih. Tapi hati
kita juga akan lebih peka, peka terhadap hal-hal yang terjadi disekitar kita.
Oleh karena itu, menulis tidak hanya sekedar menulis. Tapi saat menulis, kita
akan menulis dengan hati. Sehingga tulisan kita akan memberikan rasa
tersendiri.
Sebelum ditutup, Om Jay menyampaikan
rasa opitimisnya bahwa nanti akan terbit 50 buku dalam ajang perlombaan ini.
Rasa optimis Om Jay, ikut membangkitkan energy positif dalam diri saya. Saya
harus lebih semangat dalam menulis.Harus bisa memenuhi tantangan dalam menulis
sebuah buku dari kumpulan artikel yang saya buat.
Alhamdulillah, meskipun kuliah
menulis di pertemuan 13 ini tidak diisi oleh narasumber yang telah dijadwalkan.
Lantaran ada suatu halangan. Namun, pertemuan ke 13 ini tetap memberikan eksis
dan membahana. Terimakasih om Jay atas, informasi, dan suntikan semangat menulisnya.
Moga akan banyak penulis-penulis unggul yang lahir dari sentuhan tangan Om Jay.

Tulisannya Rapi, dan berisi. Mantap Bu . Salam literasi
BalasHapus