Setiap orang
mengimpikan untuk menjadi manusia yang sukses. Hidup dengan segala kesempurnaan.
Tanpa ada rasa kekurangan. Segala daya
dan upaya dikerahkan agar apa yang diimpikan menjadi kenyataan.
Hidup ini adalah sumber
tantangan. Tak akan ada jalan yang selalu mulus tanpa hambatan. Akan ada
kerikil dan batu tajam dalam perjalanannya. Saat melewatinya, semua akan kembali
kepada kita sebagai pelaku peran dalam kehidupan. Akankah tetap berlanjut, atau
berputar arah seraya melambaikan tangan dan segera mengakhiri perjalanan
itu.
Setiap orang pada umumnya, selalu
memandang sukses itu dari hasil yang nampak. Tanpa pernah memberikan nilai pada
usaha yang ditempuh selama perjalanan menuju sukses. Banyak sekali contohnya,
yang mungkin baru kita ketahui bahwa ternyata perjalanannya mecapai sukses itu
begitu sakit dan menyakitkan. Hingga mungkin saat kita berada di masa itu.
Mungkin secepat kilat, kitapun akan melambaikan tangan dan berbelot tanpa
memikirkan lagi ada kebahagian apa yang menanti di depan.
Bapak ibu guru yang hebat
Kunci kesuksesan seseorang dalam mencapai
impiannya bukanlah dari sekedar banyak harta, banyak ilmu, atau banyaknya
relasi. Akan tetapi, kunci kesuksekan yang harus kita miliki sebagai pejuang
sukses adalah mental. Hanya terdiri dari lima kata, tapi bermakna berjuta.
Hingga tak semua orang bisa menguasainya.
Alhamdulillah hari ini tepatnya, 22 Januari 2021. Di kelas menulis online bimbingan Om Jay, pada gelombang angkatan 17 dengan pertemuan yang ke sembilan. Pertemuan yang sedari senja tadi sudah dinanti oleh para pejuang menulis. Pejuang yang terus semangat,semangat, dan semangat. Meyediakan gelas kosong,untuk diisi dengan materi. Materi penambah energy, agar impian menerbitkan sebuah karya pribadi menjadi kenyataan.
Malam ini, kelas menulis kedatangan narasumber hebat dengan
materi luar biasa. Materi yang wajib kita simak dengan seksama. Materi ini merupakan
modal utama yang harus kita miliki ya sebagai para pejuang karya. Tema materi
ini adalah “ Mental seorang penulis” dengan narasumber Ditta Widya Utami .
Pertemuan malam ini diawali dengan pembukaan dari bapak moderator, yaitu Bapak Sucipto. Kemudian bapak moderator mengarahkan peserta untuk berkunjung ke link ini https://dittawidyautami.blogspotcom/p/profil.html. Dengatn tujuan, mengenal lebih jauh profil narasumber. Ternyata narsumber, kita adalah seorang guru muda hebat. Cantik dan berpresatsi tentunya. Pengalaman beliau dalam menulis dan menjadi seorang narasumber. Tentu melatarbelakangi beliau dalam merilis tema “ Mental seorang penulis”
Menurut Ibu Ditta, untuk menjadi penulis handal, selain mengetahui teknik menulis. Penting bagi seorang penulis untuk memiliki jiwa dan mental yang kuat dan sehat. Mengapa demikian?Karena untuk dapat bertahan terhadap segala ujian dan tantangan dalam menulis, baik dari dalam maupun dari luar. Sangat kita butuhkan sekali mental yang kuat, mental tahan banting. Sehingga, perlahan tapi pasti semua yang sudah kita impikan tentu akan menjadi kenyataan.
Mental dalam hal ini lebih dapat diartikan sebagai sebuah cara
berfikir untuk dapat belajar dan merespon. Bagi seorang penulis, bagaiamana mental yang harus disiapkan untuk terus lanjut berkaraya
1. Siap
konsisten
Saat
kita sudah berniat meningkatkan skill menulis, maka kita harus tahu bahwa
menulis adalah sebuah kata kerja. Artinya tak cukup sebatas teori tapi perlu
aksi nyata untuk bergerak dan bertindak. Semua orang tentu dapat menulis, akan
tetapi untuk dapat menjadi penulis hebat belum tentu dapat dilakukan, Selama
kita tidak memiliki mental yang kuat. Salah satu tips untuk dapat memiliki
mental yang konsisten adalah kenali diri kita, saat tantangan itu berat. Lantas
tak akan meluluhkan perjuangan kita dalam mecapai apa yang kita cita-citakan.
2. Siap
dikritik
Ketika
kita memposting tulisan kita ke dalam facebook, blog, instagram atau media social
lainnya. Satu hal yang perlu ingat adalah karya kita akan dinikmati oleh banyak
orang dan menjadi milik public. Jadi saat datang kritikan terhadap karya kita,
maka kita harus siap. Lewat kritik, tentu akan memberikan jalan bagi kita untuk
lebih mengenal apa yang menjadi kekuarangan kita dan merubahnya menjadi karya
yang lebih baik.
3. Siap
belajar
Jika
kita sudah konsisetan dalam menulis, siap menerima segala kritikan untuk sebuah
karya yanmg lebih baik. Artinya kita sudah memiliki mental untuk belajar
tumbuh.
Ada
dua cara yang dapat ditembuh untuk dapat belajar tumbuh yaitu
Ø Melalui
riset dengan berkunjung ke perpusatakaan, ke took buku, atau berselancar di sosial
media melihat topik hangat dan menarik dari apa yang sedang diperbincangkan.
Ø Tambah
bacaan, saat literasi begitu digaungkan maka kita harus siapkan mental untuk
menjadi literat. Salah satunya tingkat day abaca.
4. Siap
ditolak
Mental
yang sepertinya harus kita tanamkan saat menciptakan karya adalah siap untuk
ditolak. Meski sakit tapi harus kuat. Usaha dan
perjuangan yang kita lakukan, percayalah tidak akan menghianati hal.
Butuh kesabaran untuk dapat tumbuh subur dan berkembang.
Tantangan
ini tidak hanya kita sendiri yang mengalami.Semua penulis hebat tentu telah
merasakan hal ini. Tidak cukup sekali, mungkin berulang kali.
5. Siap
untuk menjadi unik
Unik
adalah berbeda dari yang lainnya. Tak perlu harus merubah diri menjadi sosok
orang lain, agar kita bisa sukses. Tapi berani tampil dengan kemampuan yang
kita miliki, berusaha untuk berkembang bukan untuk menjadi orang lain, tapi
jadilah diri sendiri. Setiap orang punyak khas positif, yang belum tentu
dimiliki orang lain.
Bapak ibu guru yang hebat
Mental yang kuat
adalah modal penting dari seorang pejuang menulis, untuk dapat mewujudkan
segala impian menjadi kenyataan. Tak perlu resah saat apa yang kita tulis,
belum dapat diterima seutuhnya oleh pembaca, atau mungkin bahkan ditolak. Tidak
ada perjuangan yang sia-sia. Kita hanya butuh sabar dan terus belajar agar bisa
tumbuh dan berkembang. Mengutip kata bijak dari seorang bapak Albert Einstein “Beri
Nilai Pada Usahanya, Tapi Bukan pada Hasilnya”.
Meskipun waktu
belum mengizinkan untuk menjadi penulis yang sukses, tetap berbanggalah karena
dari menulis kita menjadi manusia yang berguna untuk diri sendiri, orang lain,
masyarakat, bangsa dan negara ini.


Mantap saya suka kata bahagianya bun,,,
BalasHapusSemngat bun..
Salam Literasi
Wah mantap. Resumenya terstruktur. Bahasanya mengalir dan matang. Terima kasih telah berkenan membuat resumenya 🙏🏻
BalasHapusBunda, kok banyak tembok putihnya?
BalasHapusSemangat yah bunda..
BalasHapusWaaaah keren, lengkap dan sempurna begitu juga dengan format tulisannya rapih bnget. Good Job. Lanjutkan!
BalasHapuskereen suip
BalasHapusLuar biasa resumenya bu...kata-katanya mengalir...mantaplah pokoknya
BalasHapusTulisannya bagus Bun berisi mudah dipahami lanjut terus bun
BalasHapus