Assalmualaikum
wr wb.
Bapak/Ibu guru yang hebat
Pandemi
memberikan banyak arti. Arti hidup yang terkadang belum bisa kita mengerti.
Hidup memang tak selamanya abadi. Apapun bisa terjadi jika Tuhan menghendaki.
Pandemi
menorehkan duka, untuk kita semua. Namun, dibalik duka ada banyak hal yang
mampu membuat kita untuk terus berkarya. Jarak tak jadi kendala. Asalkan kita
mau mencoba semua pasti bisa. Terpenting yang harus ada adalah niat dan
kemauan.
Menjadi
produktif, butuh usaha.Tidak cukup hanya sekali tapi harus berulang kali.
Begitulah yang telah dibuktikan oleh para guru-guru hebat.
Senin, 18 Januari 2021. Kelas menulis
gelombang 7 kembali membahana. Berada dalam satu grouf ilmu. Menyimak, belajar,
dan bertanya. Berharap, semangat untuk terus maju dapat menjadikan diri menjadi guru yang bermutu.
Pertemuan
kali ini adalah pertemuan ke tujuh. Dalam pertemuan ini, menghadirkan Bu Noralia Purwa Yunita,M.Pd sebagai narasumber dan
temani oleh Ibu Aam
Nurhasanah
sebagai moderator yang keren dan super kece dengan tema menulis “
Produktif Menulis Buku”
Sebelum,
saya berbagi ilmu dari narasumber. Sedikit
kita berkenalan dengan sosok narusumber kita . Beliau lebih akrab dipanggil
Bu Nora. Seorang guru muda berbakat,
yang lahir di Kudus 12 Juni 1989. Bu Nora juga merupakan alumni di kelas
menulis bimbingan Om Jay. Tepatnya kelas menulis gelombang ke-8. Ternyata, Bu
Nora adalah rekan seperjuangan Bu Aam loh. Pantesan hebat-hebat semua.
Di
usia yang terbilang muda, Bu Nora adalah salah satu pejuang tangguh dalam
menulis. Terbukti, karya beliau bisa tembus ke penerbit mayor. Penerbit mayor
adalah peneribit besar, untuk sebuah karya besar. Semua penulis, pasti berharap
tulisan mereka akan bisa diterbitkan oleh penerbit mayor
Kegiatan
menulis pada pertemuan kali ini, dimulai dengan doa sesuai dengan kepercayaan
masing-masing. Doa agar memudahkan kita dalam menrima ilmu pengeahuan,
sekaligus ikut mendoakan saudara-saudara kita di tanah air yang sedang
mendapatkan musibah. Banjir yang melanda saudara kita di Kalimantan Selatan,
dan gempa bumi melanda saudara kita di Sulawesi Barat. Semoga Allah memberikan
kesehatan, kesabaran, dan kekuatan untuk kita semua.
Kisah
Awal Menulis
Menjadi
penulis hebat tentu bukanlah hal mudah. Setiap orang akan
mengalami prosesnya masing-masing. Tidak hanya sekedar hobi,dalam
menulis pasti ada juga yang ingin dicapai. Salah satunya adalah karya kita bisa diterbitkan,
hingga diminati oleh semua lapisan masyarakat sebagai karya yang bermanfaat. Bu
Nora contohnya, ia memulai kisah
menulisnya dengan bergabung bersama grouf menulis yang dibimbing oleh Om Jay.
Saat itu tepat ketika pandemi baru saja melanda negeri, yakni bulan April 2020.
Tak butuh waktu lama untuk
terus produktif dalam menulis. Di akhir tahun 2020, Bu Nora sudah melahirkan delapan karya, yang terdiri dari 4
karya solo dan 4 karya antologi. Berikut adalah bukti nyata dari karya Bu Nora,antara
lain
Karya pertama Bu Nora, adalah karya hasil
kolaborasi dengan Prof. Richardus Eko Indrajit yaitu
Karya kedua beliau merupakan naskah antologi,
hasil kolaborasi dengan rekan-rekan di kegiatan menulis gelombang 8 berjudul “Kisah Inspiratif Sang Guru”
Karya ketiga beliau adalah sebuah karya antologi
dengan para peserta di beberapa gelombang, yang diadakan oleh Omjay. Tak ada
kata lain yang lebih pas, kecuali “LUAR BIASA”.
Hati dan pikiran ini semakin kuat menyatu,
berpadu dalam satu keyakinan Akupun Harus Bisa, dan Pasti Bisa. Semangat dan
semangat. Tak ada alasan untuk tidak bisa. Terpenting adalah aku harus punya
kemauan dan segera bergerak untuk bertindak.
Karya ke empat beliau adalah buku kumpulan hasil
meresum dari kegiatan menulis di gelombang ke delapan yaitu Jurus Jitu Menulis Buku
Karya kelimanya adalah sebuah buku hasil kolaborasi bersama Prof Richardus Eko Indrajit. Meskipun masih proses review di Penerbit Andi. Yang pasti karya ini adalah karya hebat.
Karya keenam beliau merupakan karya solo dengan judul
“Kiat Praktis Menulis Modul Berbasis Riset”.
Karya Ketujuh beliau adalah sebuah karya
Antologi beliau bersama tiga siswi lebay yang berjudul “Aku Dan
Corona”. Karya ini merupakan kumpulan
kisah guru dan siswa di masa corona.
Karya kedelapan beliau adalah sebuah karya yang
disebutnya kompilasi bersama para penulis di YPTD Penerbit asuhan Bapak Thamrin
Dahlan, yang berjudul Bunga Rampai Prahara di Tengah Corona.
Bapak ibu guru hebat,
Apa yang bapak ibu pikirkan, saat melihat rekan
kita sesama guru ternyata bisa memiliki karya yang luar biasa, meski pademi
tengah melanda?
Maukah bapak ibu bisa seperti mereka? Meski
kondisi negeri kita sedang pilu, tak ada halangan untuk kita menjadi guru yang
bermutu.
Trik Hebat Lahirkan Karya dalam Waktu Singkat
Menurut
Bu Nora, sebenarnya ada banyak trik yang
bisa digunakan jika ingin memiliki beberapa karya dalam waktu yang singkat
yaitu,
- . Ikutilah menulis antologi atau karya kolaborasi untuk meningkatkan rasa percaya diri.
- Menulis setiap hari, sepertinya halnya kita menulis sebuah resume.
- Pilihlah tema menulis yang sama agar tulisan kita lebih terarah saat membuat sebuah buku.
- Manfaatkan media social yang kita punya, seperti blog, facebook, twiter, instagram. Untuk kegiatan menulis, menulis apa saja, baik cerita fiksi, ataupun motivasi.
- . Menulislah apa saja yang kita alami dalam
keseharian kita, meski suka ataupun duka dalam bentuk catatan harian. Jika
setiap hari kita lakukan secara konsisten, jika dikumpulkan akan menghasilkan
karya menjadi sebuah buku.
- . Sebagai seorang guru, mari ajak siswa untuk ikut
menulis dengan memberikan tugas berupa menulis sastra misalnya puisi, cerpen,
ataupun karya yang lain. Bisa juga membuat sebuah komunitas menulis, membuat
sebuah buku bersama. Kemudian menerbitkannya. Akan ada kebanggaan tersendiri
saat karya siswa diterbitkan.
Bapak Ibu Guru hebat
Ada lagi ilmu yang tak kalah penting dari pertemuan bersama Ibu Nora. Ilmunya adalah bagaimana menulis buku yang tepat. Bapak ibu guru hebat, bagi kita yang akan segera melahirkan sebuah buku. Berikut triknya, menulis buku yang tepat, yaitu
- 1. Tentukan tema buku yang akan kita tulis
- 2 Buatlah sebuah outline atau daftar isi.
Ø Daftar isi adalah kerangka pikiran buku dalam
menuangkan setiap ide dalam buku yang akan ditulis.
Ø Daftar isi merupakan jabaran tiap bab dan sub bab
dalam buku.
Ø Daftar isi membantu dalam mencari
referensi.
Ø Daftar isi membantu tulisan lebih fokus pada topic
pembahasan.
Ø Daftar isi membantu kita menjadwalkan kapan buku
kita akan selesai.
Menurut Ibu Nora, dalam membuat daftar isi pada jenis buku sastra dan non sastra memilki perbedaan. Jika dalam buku non sastra kita harus berpedoman pada unsur 2W+1 H( what, why, dan how). Sedangkan untuk Naskah Fiksi seperti novel kita harus menentukan prolog, menentukan konflik cerita, menentukan klimaks dari konflik, menentukan solusi dari konflik, dan terakhir menentukan epilog. Kemudia kita tinggal menentukan akhir cerita. Apakah kita happy ending atau sadendin.Kembangkan sebuah outline.
- . Lakukan
revisi pada tulisan.
Menurut Bu Nora hendaknya kita melakukan editing. Minta bantuan kepada orang lain, agar tulisan kita mendapatkan kritikan dari kesalahan pada
tulisan, bentuk kalimat dan sebagainya sehingga hasil tulisan bisa lebih baik.
- . Setelah semua beres barulah kirimkan pada
penerbit.
Bapak Ibu guru hebat
Rasa syukur yang tiada terkira, Allah memberikan jalan untuk bertemu
dengan orang-orang hebat penuh semangat. Semangat yang tak henti untuk selalu
bisa berbagi lewat sebuah tulisan yang menginsipirasi. Terimakasih tak terkira
bagi Ibu Nora, Ibu Aam, Om Jay tentunya.
Perjuangan dan kegigihan Om Jay menciptakan
sebuah kelas menulis merupakan sebuah gebrakan cerdas untuk menciptakan guru
berkualitas meski kehidupan di negeri kita sedang terbatas.
Rangkaian waktu terasa begitu cepat, pertemuan
kelas menulis yang ke tujuh ini selesai. Sebelum ditutup Bu Nora membagikan
hadiah kepada rekan guru yang beruntung. Walaupun belum mendapatkan rezeki
sebagai penerima buku dari narasumber, hati terasa puas dan senang dengan materi yang
super luar biasa. Menjadikan langkah ini semakin pasti tahun ini harus ada
beberapa jejak digital yang harus aku terbitkan.
Bapak ibu guru hebat, semoga Allah mudahkan dan
wujudkan mimpi kita menjadi penuli hebat, lewat karya produtif. Tetap semangat
dan konsisten.
Dwi Rahmiati
MTs Negeri 2 Mukomuko Bengkulu






mantab, keren tulisannya, mudah dan enak dibacanya, semangat berkarya, semangat menginspirasi
BalasHapusterimaksih bapak,atas kunjungannya
HapusEnak dibaca bu...tetap semangat
BalasHapusterimakasih pak, semangat literasi
BalasHapus