Menulis Inspirasi Berbagi motivasi

Senin, 18 Januari 2021

Goresan Digital Guru Milenial

 

Assalamualaikum wr wb.

Bapak/Ibu guru hebat

    Menjadi gurunya manusia tentu, bukanlah hal biasa. Namun sangat luar biasa, karena setiap harinya yang kita didik adalah makhluk hidup yang terus bergerak, berubah, dan berkembang. Sebagai gurunya manusia, kita sebagai  guru tidak bisa untuk terus berada di zona nyaman. Cukup nyaman dengan apa yang sudah kita berikan sekarang. Dengan istilah, cukuplah yang penting kewajiban dalam mengajar sudah tertunaikan.

    Peran kita sebagai guru, tidaklah cukup hanya sebatas mengajar dan menuntaskan materi saja. Guru juga harus memiliki kepiawaan dalam mendidik siswa, baik dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.  Pemberian materi pengetahuan, mungkin bisa dilakukan dengan cara, cukup mentransfer materi dari buku saja, atau anak diminta mencari materi di google. Akan tetapi, bagaimanakah cara kita mendidik anak dari sisi sikap dan keterampilan seorang anak? Ditambah lagi di era serba teknologi, dan masanya adalah masa pandemi. Semua kegiatan kita sebagai guru,  secara otomatis diahlihkan menjadi serba digital. Mau tidak mau, suka tidak suka, atau pandai tidak pandai kita harus tetap menghadapi dan menjalani itu semua. Sebagai guru, muncullah pertanyaan dalam benak kita masing-masing. Apakah yang harus kita lakukan?

Bapak/Ibu guru hebat

    Allah menciptakan kita sebagai manusia dengan penuh kesempurnaan. Dikarunia kita akal, agar kita bisa berfikir. Mencari solusi dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Bukan malah  berlari meninggalkan semua, agar tetap nyaman di zona awal.Tapi setiap waktu yang berlalu tak pernah kita temui perubahan untuk menjadi manusia lebih baik.

    Sedikit bercerita tentang kisah awal saya, sebagai guru milineal di era pandemi ini. Ketika diputuskan oleh pemerintah bahwa pembelajaran dilakukan secara daring. Saya merasakan pusing bukan kepalang bapak ibu. Saya bingung, bagaimana cara saya menyajikan materi kepada siswa agar lebih diterima siswa dan tidak membosankan. Sementara saya, adalah guru yang tidak terlalu melek teknologi Jangan untuk menggunakan blog, pemanfaatan google formulirpun saya masih bingung. Namun, saya berkeyakinan bahwa saya akan usaha untuk belajar agar saya bisa mengusai pembelajaran daring ini. Akhirnya, menebalkan muka untuk terus menggali dari teman yang mumpuni masalah teknologi. Saya pun bisa membuat google fromulir dan menerapkannya dalam pembelajaran.  Hingga akhiranya, Allah mempertemukan saya di kelas menuli Om Jay ini.

    Jumat malam, tepatnya tanggal 15 Januari 2021, alhamdulillah, luar biasa, tetap semangat. Kelas menulis gelombang 17, memasuki pertemuan yang ke enam. Dalam pertemuan ini, kami kedatangan narasumber syantik dan hebat. Seorang guru milineal dengan segudang prestasi handal. Muda, cantik, berbakat, dan smart tentunya. Beliau adalah ibu Theresiya Sri Rahayu, S.Pd, SD.

    Tema yang diangkat oleh narasumber dalam pertemuan kali ini adalah Blog Sebagai Identitas Digital  Bagi Guru Milenial. Tema ini tentu begitu dekat dan melekat bagi kita sebagai guru di tengah era pandemi. Semua tentu berharap, tetap berprestasi meski zaman tengah pandemi.

 Di awal pertemuan, narasumber menyajikan sebuah link yaitu  https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.  berisikan sekilas profil beliau dari kisahnya sebagai Tere Tanpa Liye, hingga adanya sematan nama Cikgu Tere yang melakat pada dirinya. Cikguru Tere adalah sebuah nama yang ia dapatkan saat mengikuti Short Course guru ke luar negeri di tahun 2019. Dara manis asli Kuningan ini, mendapatkan kesempatan yang mengajar di salah satu SD yang berlokasi di George Tone, Penang, Malaysia.

Ketika diberikan kesempatan untuk berselancar, demi mengenal sosok Cikgu Tere. Jujur, saya pribadi sangat bersemangat. Penasaran benar, dengan sosok Cikgu hebat ini. Ternyata benar, pencarian lewat googling ini memberikan jawaban atas semua pertanyaan saya mengenai sosok perempuan yang luar biasa ini. Pencarian langsung terhubung ke blog yang dikelola oleh Cikgu Tere. Isi blognya mantap, penuh inspirasi.

Cikgu Tere, memang sangat totalitas dalam mengefektifkan penggunaan blog yang beliau miliki. Blog yang berisi tentang dunia pendidikan, banyak menampilkan hal-hal menarik dan sangat menginpirasi. Hingga saya, cepat berfikir untuk mengambil kesempatan bertanya kepada Cikgu Tere. Pertanyaan saya adalah Bagaimanakah cara mengefektifkan blog yang kita miliki.  Tak disangka, penjelasan yang diberikan Cikgu Tere terhadap pertanyaan saya, sangat detail dan mudah dipahami. Begitupun dengan penjelasaan dari pertanyaan-pertanyaan lain.

     Saat ini, memasuki abad  ke-21. Guru  dan siswa diharuskan  menguasai  kompetensi digital. Mengingat semua yang dilakukan dalam kehidupan kita serba teknologi.


    Di era digital, hampir semua orang tidak terlepas dari penggunaan sosial media. Baik itu facebook, web, atau yang paling ngetrend adalah pemanfaatan blog.  Setiap hari kita bisa memulai menulis di blog pribadi yang kita miliki. Menulis apa saja yang kita alami, kita rasakan, dan peristiwa-peristiwa penting yang terkait dengan segala hal berkaitan dengan tugas  kita sebagai guru di sekolah. Misalnya tentang materi pembelajaran yang dapat digunakan saat BDR, langkah – langkah pembelajaran,  penilaian, dll.

Bapak/Ibu guru hebat, berikut ini tips dari Cikgu Tere tentang cara membuat konten blog yang menarik dan berkualitas yaitu,

  1. Hindari plagiasi dengan cara membuat konten yang orisinil
  2. Mudah dipahami dan diterapkan
  3. Tulisan konten yang singkat, padat, dan jelas
  4. Kombinasikan tulisan dengan gambar atau vidio
  5. Buatlah konten Up to date ( terbaru)
  6. No Hoak (Saring sebelum sharing)
  7. Ciptakan Engaging Content
  8. Lakukan swa editing untuk menghindari typo.

Secara keseluruhan, bagi saya pribadi hal menarik yang dibagikan oleh Cikgu Tere adalah

1.  Maksimalkan potensi blog yang kita miliki sebagai media pembelajaran.

2.  Terapkan model pembelajaran inovatif agar lebih menarik perhatian siswa

3.  Tumbuhkan rasa percaya diri saat kita belajar. Apapun yang kita hadapi, harus tetap semangat.  Semangat untuk terus menebar manfaat. Karena apa yang kita alami, tentu tidak kita alami sendiri. Tapi juga dialami oleh orang lain.

 Terimaksih banyak Cikguru Tere, ilmu yang bermanfaat semakin bersemangat untuk terus berbagi manfaat. Goresan digital seorang guru milenial.


Dwi Rahmiati

MTs Negeri 2 Mukomuko


2 komentar:

  1. tulisan yang luar biasa, rapi, enak dan mudah untuk dibaca. semangat berkarya, semangat menginspirasi

    BalasHapus
  2. Mantap dan lengkap resumenya Bu Dwi. Takadakata terlambat untuk berkarya Bu, lanjut dan tetap semangat.

    BalasHapus