Menulis Inspirasi Berbagi motivasi

Minggu, 31 Januari 2021

Dari Resume Terbitlah Buku


 

Bapak Ibu guru yang hebat

Banyak hal yang perlu kita pelajari dalam menulis. Apalagi bagi kita seorang penulis pemula. Mulai dari bagaimana kita dapat menuangkan ide dalam tulisan, hingga mengemasnya dalam bahasa yang apik. Agar dapat dinikmati dengan baik oleh pembaca. Pesan dalam tulisanpun  dapat tersampaikan.

Untuk dapat menghasilkan sebuah tulisan yang matang. Seorang penulis, perlu melakukan kegiatan menulis secara konsisten. Sehingga kita dapat merasakan adakah perubahan dalam tulisan kita.  Perlukah memperbaiki atau menambahkan sesuatu ditulisan tersebut? Untuk menjadi tulisan yang lebih baik.

Membuat resume materi merupakan  langkah awal yang tepat, dalam melatih kemampuan menulis. Akan tetapi, dalam memahami pengertian dari resume. Terkadang setiap orang memiliki paradigma yang berbeda. Sehingga saat merusume, banyak dari kita yang menyalin semua materi dari narasumber secara utuh. Agar terkesan lengkap. Padahal dalam meresume, seharusnya kita hanya mengambil point pentingnya saja. Tanpa harus menyalin semua, apalagi copy paste materi.

Pertemuan di kelas menulis pada tanggal 25 Januari 2021, telah memasuki pertemuan kesepuluh. Tanpa terasa waktu begitu cepat berjalan. Sayang sekali rasanya, jika tidak ada hal yang bermanfaat kita lakukan. Waktu yang berjalan, sudah pasti tidak bisa diputar lagi bukan?

Di pertemuan kesepuluh ini, hadir kembali kejutan hangat dari panita kelas menulis. Ternyata malam ini, yang akan berbagi materi menulis adalah Bunda Aam Nurhasanah dengan ditemani Mr. Bams sebagai moderator.

Dalam hati saya bergumam, membaca lagi tulisan saya di atas. Sepertinya informasi tentang narasumber dan materi menulis, telah dishare sebelum kelas menulis dimulai. Namun, saya saja yang baru membaca. Lantaran, selalu sibuk dengan kegiatan di rumah bersama 2 jagoan yang super aktif. Mohon maaf semua, atas keterbatasan saya. Saat kelas udah mau masuk, atau bahkan sudah masuk saya baru bergabung. Mempertimbangkan, banyak drama yang harus dilewati terlebih dahulu.

Bapak ibu guru yang hebat

Mari kita kembali lagi kepada kelas menulis.  Tema dari pertemuan kali, sungguh menarik. Begitu dekat dengan apa yang kita kerjakan sebagai peserta menulis . Temanya adalah “ Teknik Membuat Resume Jadi buku”.

Bapak bapak ibu guru yang hebat

Berdasarkan jumlah pertemuan kali ini, tentu akan sama dengan jumlah resume yang kita buat. Secara pribadi, jika membaca resume dari bapak ibu. Saya sempat bingung, sebenarnya bagaimana sih resume yang sebenarnya? Nah, pada kesempatan ini. Bu Aam Nurhasanah memberikan pencerahan bagi kita yang merasa bingung dalam  membuat resume.

Bapak ibu guru yang hebat

Mengingat kembali konsep awal kita dalam kelas menulis. Setiap peserta, wajib membuat resume sebanyak 20. Resume-resume ini nanti, akan dikumpulkan menjadi satu buku. Satu buku solo yang akan diterbitkan.

Sudut Berbagi

Bagaimanakah membuat resume menjadi sebuah buku?

Resume secara KBBI bermakna merangkum, mengambil point penting  dari materi yang disajikan. Merangkum tidak perlu panjang, yang terpenting point-point penting tersampaikan. Untuk mempermanis  tulisan kita dapat mengemas dengan bahasa sendiri.

Ada 7 teknik  dalam menulis resume agar menjadi buku

1. Mengumpulkan resume dalam bentuk file word. 

    Langkah ini, akan sangat membantu kita dalam menyusun naskah resume saat     akan kita satuka menjadi buku

2. Tentukan tema

    Mulailah dengan memisahkan tema yang berbeda, agar saat menyatukan naskah     kita tidak mengalami kesulitan.

3. Membuat TOC(Tabel Of Content) atau daftar isi. 

    TOC  merupakan rincian bab dengan materi yang sejenis

4.  Mulai mengembangkan TOC

    Kembangkan TOC yang ada, tambahkan kata-kata yang dapat mempermanis             tulisan kita.

5. Review, revisi, dan pengeditan naskah.

    Saat kita telah selesai mengetik naskah resume. Maka langkah selanjutnya yang      harus kita lakukan adalah menyunting atau memeriksa kembali. Adakah                penulisan yang kurang tepat. Adakah kata yang perlu diperbaiki, atau adakah         yang perlu ditambahkan.

6. Lengkapi buku dengan synopsis

    Untuk memberikan gambaran isi dari  buku kita, buatlah sebuah ulasan sekilas.     Tapi tidak perlu panjang lebar, karena pembaca akan menikmatinya di isi buku.

7. Kirim naskah

    Jika semua sudah komplit, maka kirimlah naskah ke penerbit. Dalam hal ini,         kita butuh sabar menunggu karya itu diterbitkan.

Demikianlah point-point penting yang perlu kita pahami bersama. Agar dapat menjadi modal bagi kita dalam membuat resume yang baik hingga terbitlah buku yang diharapkan. Semangat Bu Aam dalam menulis resume, telah membuahkan hasil. Buku kumpulan resume beliau telah berselancar ke seluruh tanah air. Sebagi contoh konkrit kitapun dapat membacanya. Jujur secara pribadi saya penasaran sekali dengan karya bunda Aam. Berikut contoh diantara karya beliau,



Sebelum ditutup tak lupa  Bunda Aam menyematkan motivasi hebat untuk kita semua. Motivasi ini sangat mengena sekali di hati, yakni

Menulislah agar hidupmu bermakna

Menulislah agar hidupmu berwarna

Meulislah hari ini agar dikenal esok hari

 

 Dwi Rahmiati ( MTs Negeri 2 Mukomuko)

 

 

 


6 komentar:

  1. Kerennn Bu ,,semangat ya....Saya main ke ibu sebelum kuliah dimulai.....Yuk Ibu main ke blog saya ....

    https://suryanietin.blogspot.com/2021/01/tetap-menulis-dan-selalu-berbagi.html

    BalasHapus
  2. Masyaalloh keren bun dan tetap semangat

    BalasHapus
  3. https://hernisbanah.blogspot.com/2021/01/ku-gapai-goresan-tinta-sampai-kota-roma.html
    Monggo singgah diblog saya dan ditunggu komentarnya

    BalasHapus
  4. mntuL bin keren Bu, good job 👍👍🙏

    BalasHapus