Menulis Inspirasi Berbagi motivasi

Kamis, 10 Desember 2020

Ibu Pertiwiku

Ibuku 

aku tahu

Engkau sedang berduka

Dukamu begitu dalam

Pedih, perih...

Itulah yang kau rasa


Ibuku...

Pagi, siang, dan malam

Tak henti kau tumpahkan air mata

Air mata yang mungkin tak dapat lagi 

Kau bendung.

Meski ku tahu 

Tlah lama kau coba

Menahan pedih dan perih ini

Ibuku

Aku rindu senyummu

Senyum yang selalu kau torehkan

Setiap engkau melihat anak-anakmu

Tumbuh dalam kebersamaan

Dalam cinta dan kasih


Ibuku...

Slalu kuingat pesanmu

Meski kita dilahirkan dalam satu rahimmu

Tapi kita bukanlah satu kepala

Kita tidak mungkin akan selalu sama

Namun tatkala kita sedang berbeda

Ingatlah bahwa kita adalah satu

Satu ikatan yang tak mungkin mampu berdiri jika tidak saling mengerti


Ibuku...

Aku tahu...  

Begitu berat cobaan ini

Blum tuntas ribuan nyawa meregang karena korona, 

Kali ini, kau harus menyakasikan putra-putramu tak lagi dapat bersama

Tak lagi mereka mengingat pesanmu

Bahkan entah mengapa tak lagi mereka takut akan dosa

Ego dan keangkuhan merasuk dalam jiwa

Perbedaan menjadi malapetaka

Hingga nyawa tak berdosa 

Menjadi taruhannya.


Ya Allah...

Ampunilah kami...

Lindungilah ibu pertiwi kami

Berikankah ia kekuatan.

Hadirkan kembali senyumnya.

Kami sungguh merindukannya...




10 komentar:

  1. Terharu membaca puisi ini. Memang kenyataan sekarang, ibu pertiwi sedang sakit lumayan keras. Kondisi bangsa yang masih tak menentu. Ah, sampai kapan mau baik lagi ya?

    BalasHapus
  2. Mak jleb bacanya, sangat menyentuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung...masih belajar menulis.jadi masih banyak kurangnya.

      Hapus
  3. Ibu pertiwi kita kuat...
    Pasti bisa melewati ujian Demi ujian..
    Bukannya kalo sering diuji derajatnya akan ditingkatkan... Heheheh

    Semangat Ibu Pertiwi... Aku Pahami, hi hihi

    BalasHapus
  4. Mantap dan keren puisinya ammah dwi... Terus dan ditunggu karya2 selanjutnya

    BalasHapus
  5. waahh.. keren... saya juga kepengen membuat puisi yang panjang seperti ini, tapi sering kesulitan mencari kata.

    BalasHapus