Menulis Inspirasi Berbagi motivasi

Senin, 18 Januari 2021

Goresan Digital Guru Milenial

 

Assalamualaikum wr wb.

Bapak/Ibu guru hebat

    Menjadi gurunya manusia tentu, bukanlah hal biasa. Namun sangat luar biasa, karena setiap harinya yang kita didik adalah makhluk hidup yang terus bergerak, berubah, dan berkembang. Sebagai gurunya manusia, kita sebagai  guru tidak bisa untuk terus berada di zona nyaman. Cukup nyaman dengan apa yang sudah kita berikan sekarang. Dengan istilah, cukuplah yang penting kewajiban dalam mengajar sudah tertunaikan.

    Peran kita sebagai guru, tidaklah cukup hanya sebatas mengajar dan menuntaskan materi saja. Guru juga harus memiliki kepiawaan dalam mendidik siswa, baik dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.  Pemberian materi pengetahuan, mungkin bisa dilakukan dengan cara, cukup mentransfer materi dari buku saja, atau anak diminta mencari materi di google. Akan tetapi, bagaimanakah cara kita mendidik anak dari sisi sikap dan keterampilan seorang anak? Ditambah lagi di era serba teknologi, dan masanya adalah masa pandemi. Semua kegiatan kita sebagai guru,  secara otomatis diahlihkan menjadi serba digital. Mau tidak mau, suka tidak suka, atau pandai tidak pandai kita harus tetap menghadapi dan menjalani itu semua. Sebagai guru, muncullah pertanyaan dalam benak kita masing-masing. Apakah yang harus kita lakukan?

Bapak/Ibu guru hebat

    Allah menciptakan kita sebagai manusia dengan penuh kesempurnaan. Dikarunia kita akal, agar kita bisa berfikir. Mencari solusi dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Bukan malah  berlari meninggalkan semua, agar tetap nyaman di zona awal.Tapi setiap waktu yang berlalu tak pernah kita temui perubahan untuk menjadi manusia lebih baik.

    Sedikit bercerita tentang kisah awal saya, sebagai guru milineal di era pandemi ini. Ketika diputuskan oleh pemerintah bahwa pembelajaran dilakukan secara daring. Saya merasakan pusing bukan kepalang bapak ibu. Saya bingung, bagaimana cara saya menyajikan materi kepada siswa agar lebih diterima siswa dan tidak membosankan. Sementara saya, adalah guru yang tidak terlalu melek teknologi Jangan untuk menggunakan blog, pemanfaatan google formulirpun saya masih bingung. Namun, saya berkeyakinan bahwa saya akan usaha untuk belajar agar saya bisa mengusai pembelajaran daring ini. Akhirnya, menebalkan muka untuk terus menggali dari teman yang mumpuni masalah teknologi. Saya pun bisa membuat google fromulir dan menerapkannya dalam pembelajaran.  Hingga akhiranya, Allah mempertemukan saya di kelas menuli Om Jay ini.

    Jumat malam, tepatnya tanggal 15 Januari 2021, alhamdulillah, luar biasa, tetap semangat. Kelas menulis gelombang 17, memasuki pertemuan yang ke enam. Dalam pertemuan ini, kami kedatangan narasumber syantik dan hebat. Seorang guru milineal dengan segudang prestasi handal. Muda, cantik, berbakat, dan smart tentunya. Beliau adalah ibu Theresiya Sri Rahayu, S.Pd, SD.

    Tema yang diangkat oleh narasumber dalam pertemuan kali ini adalah Blog Sebagai Identitas Digital  Bagi Guru Milenial. Tema ini tentu begitu dekat dan melekat bagi kita sebagai guru di tengah era pandemi. Semua tentu berharap, tetap berprestasi meski zaman tengah pandemi.

 Di awal pertemuan, narasumber menyajikan sebuah link yaitu  https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.  berisikan sekilas profil beliau dari kisahnya sebagai Tere Tanpa Liye, hingga adanya sematan nama Cikgu Tere yang melakat pada dirinya. Cikguru Tere adalah sebuah nama yang ia dapatkan saat mengikuti Short Course guru ke luar negeri di tahun 2019. Dara manis asli Kuningan ini, mendapatkan kesempatan yang mengajar di salah satu SD yang berlokasi di George Tone, Penang, Malaysia.

Ketika diberikan kesempatan untuk berselancar, demi mengenal sosok Cikgu Tere. Jujur, saya pribadi sangat bersemangat. Penasaran benar, dengan sosok Cikgu hebat ini. Ternyata benar, pencarian lewat googling ini memberikan jawaban atas semua pertanyaan saya mengenai sosok perempuan yang luar biasa ini. Pencarian langsung terhubung ke blog yang dikelola oleh Cikgu Tere. Isi blognya mantap, penuh inspirasi.

Cikgu Tere, memang sangat totalitas dalam mengefektifkan penggunaan blog yang beliau miliki. Blog yang berisi tentang dunia pendidikan, banyak menampilkan hal-hal menarik dan sangat menginpirasi. Hingga saya, cepat berfikir untuk mengambil kesempatan bertanya kepada Cikgu Tere. Pertanyaan saya adalah Bagaimanakah cara mengefektifkan blog yang kita miliki.  Tak disangka, penjelasan yang diberikan Cikgu Tere terhadap pertanyaan saya, sangat detail dan mudah dipahami. Begitupun dengan penjelasaan dari pertanyaan-pertanyaan lain.

     Saat ini, memasuki abad  ke-21. Guru  dan siswa diharuskan  menguasai  kompetensi digital. Mengingat semua yang dilakukan dalam kehidupan kita serba teknologi.


    Di era digital, hampir semua orang tidak terlepas dari penggunaan sosial media. Baik itu facebook, web, atau yang paling ngetrend adalah pemanfaatan blog.  Setiap hari kita bisa memulai menulis di blog pribadi yang kita miliki. Menulis apa saja yang kita alami, kita rasakan, dan peristiwa-peristiwa penting yang terkait dengan segala hal berkaitan dengan tugas  kita sebagai guru di sekolah. Misalnya tentang materi pembelajaran yang dapat digunakan saat BDR, langkah – langkah pembelajaran,  penilaian, dll.

Bapak/Ibu guru hebat, berikut ini tips dari Cikgu Tere tentang cara membuat konten blog yang menarik dan berkualitas yaitu,

  1. Hindari plagiasi dengan cara membuat konten yang orisinil
  2. Mudah dipahami dan diterapkan
  3. Tulisan konten yang singkat, padat, dan jelas
  4. Kombinasikan tulisan dengan gambar atau vidio
  5. Buatlah konten Up to date ( terbaru)
  6. No Hoak (Saring sebelum sharing)
  7. Ciptakan Engaging Content
  8. Lakukan swa editing untuk menghindari typo.

Secara keseluruhan, bagi saya pribadi hal menarik yang dibagikan oleh Cikgu Tere adalah

1.  Maksimalkan potensi blog yang kita miliki sebagai media pembelajaran.

2.  Terapkan model pembelajaran inovatif agar lebih menarik perhatian siswa

3.  Tumbuhkan rasa percaya diri saat kita belajar. Apapun yang kita hadapi, harus tetap semangat.  Semangat untuk terus menebar manfaat. Karena apa yang kita alami, tentu tidak kita alami sendiri. Tapi juga dialami oleh orang lain.

 Terimaksih banyak Cikguru Tere, ilmu yang bermanfaat semakin bersemangat untuk terus berbagi manfaat. Goresan digital seorang guru milenial.


Dwi Rahmiati

MTs Negeri 2 Mukomuko


Read More

Jumat, 15 Januari 2021

Giatkan Literasi Untuk Terus Berbagi


 Bapak/ibu sobat blogger yang hebat.

    Semangat adalah penggerak utama kita untuk beraksi. Melakukan serangkaian agenda tanpa henti untuk sebuah prestasi. Mengukir prestasi yang dilakukan dengan hati, memberikan celah pada diri untuk menjadi lebih berarti. Berarti bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat,  dan negeri tercinta ini.

    Saat ini, menulis merupakan media super canggih bagi kita untuk terus berbagi. Lewat blog, web, facebook dan yang lainnya. Kita dapat menebarkan manfaat tanpa henti. Hingga akhirnya menulispun merambah menjadi hobi. Ketika telah menjadi hobi, maka apa yang kita lakukan adalah suatu hal yang membuat hati kita menjadi selalu bahagia. Hingga akhirnya, ada yang bilang jika ingin diri menjadi abadi, maka bergeraklah untuk mulai menulis.

    Hari ini adalah bagian dari serangkaian waktu yang sangat berarti. Berbagai pembelajaran terus hadir, menggugah diri untuk lebih semangat menjadi sosok dengan sejuta prestasi. "Kamu Hebat, Kamu Pasti Bisa, Ayo Beraksi Jangan Tunggu Waktu Nanti".

    Rabu, 13 Januari 2021. Saya kembali hadir di hadapan sobat cerdas semua untuk sekedar berbagi. Berbagi dari apa yang saya dapatkan malam ini, dari kelas menulis gelombang 17. Kelas menulis gelombang 17, semakin hebat, semakin keren, semakin menebar manfaat. 

    Jika dipertemuan sebelumnya kita, cukup tergugah dari adanya materi Motivasi Hebat Menciptakan Karya Kilat. Malam ini, kita akan kembali terperangah dari  materi motivasi menulis penggiat literasi dari seorang bapak berprestasi dengan segudang karya penuh inovasi. Salah satunya adalah Mampu Menebarkan  Semangat dalam  Hobi Menulis untuk Gerakan Literasi Sekolah. Pernyataan tersebut merupakan tema yang diangkat oleh narasumber malam ini. Beliau adalah Bapak Bambang Purwanto, S.Kom, atau lebih dikenal dengan Mr. Bam. Senin lalu, sosak gagah Mr. Bam mengisi poster pelatihan belajar menulis sebagai moderator. Memimpin kegiatan perkuliahan dengan sabar dan semangat.  Hingga akhirnya, tidak hanya narasumber yang antusias pesertapun menjadi lebih antusias. Malam ini, sosok bapak luar biasa dengan segudang karya, kembali mengisi di kelas menulis pertemuan ke lima. Tidak untuk sebagai moderator lagi, tapi beliau hadir sebagai pemateri.

Pembelajaran malam ini dimulai dengan perkenalan dari  Mr. Bams. Beliau adalah seorang penulis dengan berbagai macam kesibukan, seperti yang tertera pada skema beriku ini


Aktif diberbagai kegiatan, tentu menjadikan Mr. Bams memiliki banyak prestasi, berikut prestasi yang telah diraih oleh Mr. Bams,




Menulis telah menjadi hobi seorang Mr. Bams.  Setiap hari, tak pernah ia lewatkan untuk menulis di blog, facebook, dan web. Hal ini dibuktikan, akan  selalu ada kata-kata bahagia yang menghiasi blog, facebook, dan instagramnya setiap harinya. Semangat menulis Mr. Bams tidak hanya sebatas menulis saja, namun kecintaan pada menulis membuat beliau merambah aktif dalam kegiatan literasi sekolah. Bagi Mr. Bams kemampuan menulis akan beriringan dengan kemampuan membaca. 
Kegiatan literasi ini, akan sangat membantu kegiatan kita dalam menulis.  Semakin banyak membaca semakin banyak juga ide yang dapat kita tuangkan dalam tulisan kita. Inspirasi-inspirasi yang tak terdugapun terkadang datang begitu saja jika kita banyak membaca. Bila membaca dan menulis terus menerus kita lakukan, secara tidak langsung kegiatan ini seaakan menjadi kebutuhan diri. Ada yang berbeda, jika kegiatan ini tidak kita lakukan meski hanya satu hari saja.

Pengalaman dan kerja keras Mr. Bams dalam program literasi sekolah sungguh sangat luar biasa. Gerakan litersi yang beliau lakukan memang sangat menginspirasi. Tak lelah beliau mengingatkan anak-anaknya untuk terus membaca. Bahkan ada reward yang diberikan untuk literasi terbaik setiap bulannya.  Berupa sertifikat  atau piagam. Berbagai upaya beliau lakukan untuk dapat terus menebar manfaat kepada semua orang. Beliau juga menggagas ide dalam pengembangan diri , melalui kemampuan berbicara .  Hal ini dituangkan dalam bentuk obralan santai di chanel youtobe  Pena Mr. Bams yang terbentuk pada November 2020. Ditayangkan setiap hari Selasa. Khusus di tahun  2021 ini, telah tayang setiap hari Selasa dan Jumat.

Bapak/Ibu guru hebat

Meyimak setiap rententan pengalaman yang menggugah inspirasi, membuat saya begitu tertantang untuk bergerak dan bertindak melakukan hal yang begitu luar biasa ini. Keyakinan besar hadir, sekolah tempat saya mengajar membutuhkan ini. Sebuah perubahan , berupa gebrakan kemajuan bagi sekolah  khususnya bagi siswa.

Sebelum ditutup, saya kembali tertegun dengan  pesan Bapak Mario Teduh. Nama lain dari Mr. Bams sebagai pendongeng. Pesan tersebut adalah 

  1. Teruslah  berlatih menulis, menulis, dan menulis setiap saat dari apa yang bisa kita tulis. 
  2. Bergeraklah dengan tekad, agar kita dapat menerbitkan sebuah buku dari apa yang yang kita tulis. Baik itu di blog, facebook, dan web site. Lakukan terus menerus, jangan pernah kendor.
  3. Lakukanlah peran sebagai penggiat literasi agar motivasi semakim hari semakin bertambah
Terimakasih bapak/ ibu guru hebat. Sesungguhnya dalam hidup kita harus bahagia, dengan berbagi motivasi dan kebaikan adalah jalan kita untuk bahagia. Mari kita tuangkan rasa berbagi kita dalam menulis, dan sebagai guru mari kita giatkan literasi untuk menjadi inspirasi bagi anak-anak yang kita cintai.
#Salam literasi
#Semangat Literasi


Read More

Senin, 11 Januari 2021

Menjadi Penulis Hebat Pasti Bisa

                                                                                                                  Senin, 11 Januari 2021 

 
Sahabat blogger yang dirahmati Allah, 

Alhamdulillah malam ini saya bisa kembali hadir. Merangkai kata demi kata, menuangkan ide, gagasan dan sebuah cerita dalam  lantunan jemari penuh cita. Berharap apa yang  telah saya goreskan lewat  tinta digital ini, dapat menjadi jejak perjalanan penuh makna bagi saya seorang penulis pemula yang memiliki cita-cita luar biasa menjadi penulis sejuta karya.

Tanpa terasa, semangat membara yang terus membahana menjadikan saya selalu menanti pertemuan demi pertemuan di kelas menulis ini. Malam ini adalah malam pertemuan ke empat di kelas menulis gelombang 17. Semangat peserta semakin hari semakin menggelora, menantikan setiap materi yang disampaikan oleh para narasumber yang super keren, super asyik, dan super menginspirasi. Rasanya ketika materi itu disampaikan, ditambahkan dengan banyaknya motivasi.Dahaga dalam diri seakan terobati. Seluruh peserta merasakan kekuatan yang luar biasa untuk segera beraksi menuangkan imajinasi demi menghasilkan karya yang menginpirasi.

Tema dalam kelas menulis malam ini adalah Pengalaman Menjadi Penulis Buku Kilat yang disampaikan oleh Ibu Eva Hariyati Israel, S.Kom dari Kupang NTT dan di pandu oleh moderator keren  Bapak Bambang dari Bandung atau lebih akrab dipanggil Mr. Bams. Ibu Eva merupakan salah satu alumni dari kelas menulis bimbingan Om Jay, tepatnya alumni pada kelas menulis gelombang  7. Beliau juga berprofesi sebagai Guru TK.

    Penyampaian materi di kelas menulis malam ini,  dimulai dengan penampilan video perkenalan dari Bu Eva kemudian dilanjutkan dengan Bu Eva meminta peserta menuliskan motivasi dalam menulis lewat aplikasi link jamboard dengan tujuan agar kegiatan kuliah ini  lebih interaktif. 

    Meskipun saya belum berhasil untuk membuka link tersebut dan berbagi motivasi dalam menulis, tapi saya tetap semangat. Insya Allah setelah kuliah menulis ini saya akan berpetualang mempelajari link jamboard tersebut. Maklum saya baru mengenal link itu, sepertinya sangat menarik dan bisa saya gunakan juga nih untuk pembelajaran daring bagi siswa saya.

    Beberapa menit kemudian, Bu Eva kembali meminta peserta untuk menikamti sajian cerita dari link blog beliau.  Ketika link dibagikan, saya yakin pasti  semua peserta langsung membuka link tersebut.  Peserta pasti  penasaran akan santapan apa ya yang bakal disajikan oleh narasumber. Secepat kilat, saya juga melakukan hal yang sama langsung bergerak membuka link tersebut, kemudian terpaku beberapa menit membaca kata demi kata dari sebuah sajian yang disuguhkan. 

Sahabat blooger semua, tahukah sobat  semua, berisi apakah tulisan itu? 

    Tak ada yang dapat saya ucapkan, mewakili rasa kagum dan terkesima saya dari tulisan itu. Dua kata ini, sepertinya sudah mewakili semua tanggapan saya, yaitu " Luar Biasa". Pengalaman beliau saat menulis hingga melahirkan sebuah karya sangatlah luar biasa. Dalam waktu 7 hari, Bu Eva sebagai penulis pemula sudah bisa melejit sebuah karya. Dalam pemikiran saja, rasanya membuat sebuah karya dalam watu yang super singkat, bukanlah hal mudah. Apalagi melakukan aksinya. Tapi sungguh, apa yang dikatakan beliau bukan hanya sekedar kata, Bu Eva telah membuktikan semuanya. 

    Mengikuti dengan sabar setiap proses dalam kelas menulis yang beliau ikuti. Menyimak materi dari setiap narasumber kemudian membuat sebuah resume sebagai tugas dalam kelas menulis. Hingga akhirnya Bu Eva, menerima sebuah tantangan dari Prof. Richardus Eko Indrajit. Beliau adalah pemateri terakhir dari kelas menulis Bu Eva saat itu, sekaligus pada sesi terakhir beliau menantang peserta untuk kolaboasi menulis bersama beliau tapi hanya dalam waktu seminggu.  Waktu yang sangat singkat tentunya, untuk  dapat mencari ide menghasilkan sebuah karya apalagi dengan tema yang telah ditentukan.

    Awalnya, Bu Eva sempat berfikir apa bisa seorang penulis pemula menulis hanya dalam waktu satu minggu. Namun, akhirnya dengan penuh keberanian Bu Eva menuliskan nama untuk mendaftar bergabung dalam komunitas menulis kolaborasi bersama Prof. Eko dan memilih tema 1001 e-learning. tema yang dipilih telah terdaftar, kegalaunpun Bu Eva rasakan. Tapi dengan sejumlah referensi dari you to be tentang e-learning dan pengalaman beliau dari rumah belajar, judulpun telah ditetapkan. Hari petama, Bu Eva mulai dengan menetepakan mind map, kemudian membuat daftar isi. Setelah daftar isi disetujui, hari-hari berikutnya Bu Eva mulai fokus mengembangkan tulisan hingga akhirnya tulisan itu lolos untuk diterbitkan. 

Kata bijak yang dapat dipetik dari tulisan Bu Eva dan menjadi motivasi bagi sahabat blooger semua adalah

1. Pengalaman adalah sumber inspirasi dalam menulis

2. Fokus dan khusyu dalam menulis

3. Niatkan menulis untuk berbagi, semakin dibagi semakin tak terbatas.

4. Mulailah bergerak, dengan bergerak pasti kita akan sampai pada tujuan

5. Siap yang bersungguh-sungguh ia pasti akan mendapatkannya.

    Sobat blooger yang dirahmati Allah, secara keseluruhan dari materi motivasi menulis pada malam hari ini adalah tidak ada yang tidak mungkin, dengan kesungguhan, konsisten untuk terus belajar, dan bergerak dengan pasti untuk bertindak,  Insya Allah akan ada jalan kemudahan untuk kita mencapai apa yang telah kita cita-citakan. 

#Menjadi Penulis Hebat Pasti Bisa. 

#Mari Sukses Bersama

# Semangat Menginspirasi



Dwi rahmiati, S.Pd

MTs Negeri 2 Mukomuko Bengkulu

 


 

Read More

Minggu, 10 Januari 2021

Rumus Jitu Menjadi Penulis

 


    Sobat blogger semua, apa kabarnya hari ini?  Semoga kita tetap sehat dan tentunya tetap semangat untuk selalu memberikan inspirasi tanpa henti. Semangat inspirasi???? Semangat... semangat. 😇😇

    Bapak, ibu dan semua sobat bloger di seluruh tanah air. Menjadi penulis hebat, tentu menjadi impian semua orang. Bukan hanya karena kita dikenal oleh banyak orang, tapi lebih kepada adanya kebahagian dan kepuasaan tersendiri saat kita bisa berbagi kepada orang lain. Tidak hanya terbatas pada waktu itu saja, tapi berbagi itu akan terus berlanjut selama cerita dan pengetahuan itu terus dinikmati oleh semua orang. Apalagi  tulisan kita mampu memberikan inspirasi bagi orang lain. Lantas mengapa kita tidak mulai bergerak untuk segera bertindak, dan mewujudkan semua impian kita?  

    Ketika kita mulai menulis dan melewati proses mejadi penulis hebat, seringkali  tak semudah kenyaatan. Dalam menulis banyak sekali  kendala yang kita temukan. Mulai dari timbul rasa malas untuk memulai, kebingungan harus memulai dari mana, dan bahkan sangat sulit sekali menuangkan ide ke dalam tulisan. Hingga akhirnya, memutuskan menghentikan dengan segera lantunan jemari ini untuk mengukir kata. 

    Sedikit saya bercerita, tentang kelas menulis yang saya ikuti bersama teman guru hebat di seluruh Indonesia. Banyak hal tentang  pengetahuan menulis yang saya dapatkan dari sini.  Meskipun waktu saya bergabung dengan kelas inilah  barulah seumur jagung. Akan tetapi, energi positif dari kelas ini begitu kuat. Awalnya saya hanya punya niat untuk menulis, setiap ide  dalam pikiran hanyalah sebuah angan saja. Tak pernah ada realisasinya. Namun setelah gabung di kelas ini semangat saya untuk menuangkan ide dalam tulisan jadi menggebu. Semoga tetap istiqomah dalam menulis.

    Kelas menulis bersama Om Jay yang saya ikuti ini merupakan kelas menulis gelombang 17. Artinya telah banyak kelas pembelajaran menulis sebelum ini. Akan tetapi,  antusias para perserta dalam kelas ini sangatlah tinggi.  

    Rabu, 6 Januari 2020 kelas menulis di pertemuan kedua, diisi oleh Bunda Rita Wati, S.Kom. Beliau adalah alumni kelas menulis gelombang 10. Tema materi dalam kuliah kali ini adalah "Triks Jitu Menulis Untuk Pemula". Pertemuan ini  dimulai dengan adanya penampilan 4 blog dari Bu Rita kemudian peserta  diminta untuk berkunjung ke blog tersebut.  Menit ke berikutnya Bu Rita mulai berbagi pengalamannya dalam menulis, menjadi kurator, dan menjadi narasumber dalam acara kegiatan menulis.

  •  Awal  Mula Menulis

    Ketertarikan Bu Rita dalam menulis telah tumbuh saat ia menjadi mahasiswa. Apalagi beliau berteman dengan seorang penulis yang telah menerbitkan buku. Bu Rita sudah punya niat dan kemauan untuk menulis, namun kebingungan harus memulai dari mana dan bagaimananya caranya. Akhirnya keinginan itu hanya terpendam dan belum sempat di eksekusi 

    Empat tahun berlalu, keinginan untuk menulis kembali menggebu. Bu Rita akhirnya mulai menulis sebuah novel dengan ketebalan 150 halaman dalam A5. Tapi masalah baru hadir kembali, Bu Rita merasa belum percaya diri jika karya yang beliau buat dilihat dan dibaca oleh orang lain. Hingga akhirnya novel tersebut disimpan ke dalam hidden folder. Rasa percaya diri belum kian tumbuh. Bu Rita sempat mengecap dirinya "TIDAK BERBAKAT DALAM  MENULIS". Waktu berganti,  keinginan untuk  menulis terpendam kembali.

    Pertemuan yang memang memberikan berkah, di era pandemi yang serba terbatas. Justru memberikan peluang bagi Bu Rita untuk kembali menulis. Awalnya Bu Rita hanya coba-coba saja masuk dalam grouf menulis Om Jay.  Dalam setiap pertemuan, Bu Rita hanya sekedar mendengarkan materi dan mengumpulkan tugas resume. Hal ini berlangsung hingga 5 kali pertemuan. Saat pertemuan selanjutnya, Bu Rita mulai berfikir untuk membuat resume yang lebih menarik, punya sesuatu yang berbeda. Tidak hanya sebagai tugas saja, tapi ada kekuatan dalam penulisan itu.

    Akhirnya, ketika Bu Rita berani mencoba dan merealisasikan apa yang ia pikirkan. Bu Rita  berhasil membuat resume dengan bahasa sendiri, dan resume itu di share oleh Om Jay. Bu Rita sangat bahagia sekali rasanya.

    Semakin Hari, keinginan menulis Bu Rita kian membahana. Bu Rita mulai membuat buku. Bahkan Bu Rita sudah menerbitkan 3 buku solo, 1 buku duet, dan 7 buku antalogi.  Tidak hanya itu, Bu Rita pun aktif di blog  menulis. 

  •  Triks Jitu Menulis Bagi Pemula 

Ada beberapa triks jitu menulis bagi pemula menurut Bu Rita diantaranya, yaitu

 1. Motivasi dalam menulis

    Menurut KBBI, motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan dalam tujuan tertentu.  Intinya adalah motivasi  merupakan suatu hal yang bisa memberikan dorongan atau masukan  positif,  dalam mewujudkan suatu tujuan. Motivasi tentu sangat berpengaruh dalam setiap kegiatan apapun yang kita lakukan. Tanpa adanya motivasi dalam diri, tentu kita seakan punya raga tanpa adanya jiwa. Istilah lainnya adalah hambar.  Begitu halnya  dalam menulis, setiap harus mempunyai motovasi. Mengapa ia harus menulis? 

    Menurut Bu Rita, hal penting yang harus diketahui bagi seorang penulis, khususnya penulis pemula adalah motivasi . Dalam materinya Bu Rita mengatakan bahwa dalam menulis setiap orang memiliki motivasi yang beragam. Ada yang menulis, agar menjadi penulis terkenal. Mempunyai buku yang banyak. Ada juga yang ingin menulis karena untuk mendapat sertifikat atau penghargaan, yang nantinya dapat digunakan untuk kenaikan pangkat. Selain daripada itu, ada yang menulis karena memang mempunyai hobi. Akan tetapi, apapun motivasinya, menurut Bu Rita semuanya adalah sah-sah saja.

2. Menulislah dari apa yang kita sukai dan kuasai

    Bagi penulis pemula, menuangkan ide atau gagasan dalam sebuah tulisan memang tidaklah gampang. Maka dari itu, kita memang harus menulis dari hal yang sederhana dulu, tidak perlu terlalu berat. Cukup menulis yang ringan-ringan saja. Hal ini pun pernah saya dengar, dari materi di pertemuan pertama oleh Om Jay. Artinya setiap narasumber, memang sepakat agar untuk penulis pemula, memulailah menulis dari hal yang ringa terlebih dahulu. Apa saja temanya yang kita sukai dan kita kuasai.

3. Tuangkanlah ide tulisan terlebih dahulu tanpa harus mengedit

    Pernyataan yang disampaikan Bu Rita dalam materinya, memang benar adanya. Apabila dalam menulis kita sudah disibukkan dengan proses mengedit, ide-ide yang ada dalam pikiran kita ,menjadi hilang. Hal ini membuat kita kehilangan ide lagi menulis. Hal ini pun, sebagia penulis pemula saya seringkali mengalaminya.

4. Latihan menulis setiap hari.

    Menurut Bu Rita, mulailah menulis dari 100 kata, kemudian meningkat menjadi 150 kata, hingga menjadi lebih dari 1000 kata. Intinya adalah agar kita sebagai penulis pemula  terlatih dalam menulis. Seperti dalam pribahasa dahulu adalah Alah bisa karena Biasa, artinya kita dapat terlatih dalam pekerjaan apapun karena kita terbiasa dalam mengerjakannya.

5. Membuat Kerangka

    Untuk memudahkan kita dalam menulis, bikiagi seorang penulis pemula, menurut Bu Rita hendaknya kita membuat kerangka dalam bentuk peta konsep.

6. Bergabunglah menulis buku antalogi

Menulis secara bersama, tentu akan memberikan motivasi yang besar kepada para penulis pemula untuk lebih menulis. Rasa kepercayaan diri juga, secara tidak langsung dapat terpupuk.

  • Hal-Hal Penting dalam Menulis

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang penulis pemula, agar meski tulisan kita masih sederhana namun tetap enak untuk dibaca. Hal-hal itu yakni,

1. Pehatikan penggunaan huruf kapital dan huruf kecil.

2. Perhatikan penggunaan paragraf-paragraf yang panjang-panjang

3. Perhatikan penggunaan tanda baca

4. Perhatikan penulisan kata baku

5. Perhatikan penulisan  istilah asing, agar tidak keliru

6. Perhatikan penggunaan kata depan.

Secara keseluruhan dari materi yang disampaikan oleh Bu Rita dapat kita simpulkan, menulis itu tidak sulit. Semua orang pasti bisa menulis dan bisa menjadi penulis hebat. Asalkan kita mau berusaha dan belajar untuk mengikuti setiap prosesnya dan yang paling penting dalam menulis adalah kita harus memiliki motivasi. 

Semangat sahabat blogger semua, semangat untuk terus menginsiprasi dan terus menebar manfaat. 

Semoga Allah memudahkan setiap jalan kita menuju kebaikan.



Dwi Rahmiati, S.Pd

MTs Negeri 2 Mukomuko Bengkulu

Read More

Jumat, 08 Januari 2021

The Power Of Silaturahmi

 


Bapak/ ibu dan sobat blogger yang hebat diseluruh tanah air.

Tahukah kita, bahwa kemampuan menulis dari seorang penulis bukanlah hanya dilatar belakangi oleh bakat. Selama ini,  seringkali kali kita mendengar sebuah pernyataan dari seseorang, bahwa ia mampu menulis karena memiliki bakat. Apabila dalam diri kita tidak memiliki bakat menulis, maka kegiatan menulis yang kita lakukan akan sia-sia saja. Tulisan kita akan jelek, tidak bermanfaat, kehabisan ide atau banyak alasan lainnya. Alasan yang meracuni pemikiran kita sehingga membuat kita malas menulis bahkan stop untuk melakukan kegiatan menulis.

Kemampuan menulis pada dasarnya, memiliki persamaan dengan kemampuan berbicara. Setiap hari kita mampu berberbicara lewat kata. Berbicara tentang apa saja yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan. Begitupun halnya dengan kemampuan menulis, kita juga mampu menuangkan semua yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan lewat sebuah tulisan. Lantas apakah yang menjadi permasalahan kita dalam menulis? Mengapa harus menunggu berbakat dulu  baru kita mau menulis?

Sobat blogger yang hebat, kemampuan kita dalam menulis tentu tidak dapat  terlepaskan dari kemampuan membaca. Semakin banyak kita membaca, berkeliling dunia lewat jendela pengetahuan. Maka akan semakin banyak  ide yang dapat kita tuangkan dalam menulis.

Dalam kegiatan pembelajaran menulis malam ini, tepatnya pada hari Jumat, 8 Januari 2020 edisi pertemuan ke 3 di kelas menulis. Saya banyak mendapatkan materi tentang menulis yang luar biasa dari seorang narasumber yaitu Ibu Sri Sugiharti, M.Pd atau lebih akrab dipanggil dengan sebutan Ibu Kanjeng. Tema yang disajikan narasumber pada malam hari ini adalah sangat menarik  sekali untuk kita kaji yaitu “ Menulis dengan kekuatan silaturahmi”

Kita semua tahu, bahwa silaturahmi adalah jalan pembuka rezeki. Lewat silaturahmi Ibu Kanjeng ini sudah banyak membuktikan.  Bahwa banyak karya beliau  lahir dari  hasil pertualangan beliau saat bersilaturahmi. Baik dalam dunia nyata ataupun alam dunia maya. Terutama bersilaturahmi lewat jendela dunia yaitu membaca.

Motivasi penting secara keseluruhan dari materi pembelajan menulis yang disampaikan Ibu Kanjeng adalah

  • Perbaiki niat kita terlebih dahulu dalam menulis, agar ketika melakukan kegiatan menulis kita dapat lebih fokus.
  • Menulislah untuk berbagi, agar apa yang kita lakukan bermanfaat bagi diri kita sendiri, orang lain, agama, dan bangsa.
  • Ketika membuat judul dalam tulisan hendaklah judul tidak hanya menarik tapi harus sesuai dengan isi dari tulisan. Agar pembaca tidak merasa terkecoh dan kecewa saat membaca tulisan kita. Jika judul yang kita buat tidak sesuai dengan isi tulisan kita.
  • Kekuatan silaturahmi sangat memberikan efek luar biasa dari lahirnya sebuah karya.

Salam literasi,,,semangat dalam berkarya….😇😇


Read More

Kamis, 07 Januari 2021

Cinta Sesurga



Tetes hujan yang menguntai bumi tak dapat menjadi teman sepi, sedang dingin ini, adalah gambaran hati. Maka biarlah jarak yang menjadi saksi terpisahnya dua hati.

    Sewindu sudah perpisahan itu terjadi. Tepatnya 8 tahun yang lalu, saat usiaku genap sebelas tahun. Meski usia dirasa belia, tapi rasa tak mampu bersandiwara. Hati ini telah jatuh, jatuh dikedalaman samudera pesona. Bukan pesona tampannya rupa, tutur kata, atau kelembutan jiwa. Tapi lebih kepada pemikiran dan sudut pandang yang begitu luar biasa. Setiap kata yang terucap, bagiku penuh dengan makna. Setiap tanya, selalu ada jawabnya. Masa depan, yang terlihat masih jauh seakan-akan begitu dekat.  Dunia yang begitu besar ini, terasa yakin dengan mudah dapat kugenggam.

    Tak ada yang dapat menggantikan kekosongan hati. Meski  usiaku tumbuh  kian dewasa. Harapan itu tak pernah pupus.  Keyakian suatu masa dapat bersua masih tetap bersemayam di jiwa.  Percaya,  akan takdir  dapat menyatukan rasa jika waktu telah tiba.  Mampu  memberikan kekuatan jiwa. Tak perduli, apakah semua itu hanya mimpi atau nyata pada akhirnya.

***

     Cita-cita untuk dapat berkuliah di kampus ternama seperti yang pernah aku impikan bersamamu hanya tinggal cerita. Keaadaan ekonomi keluarga tidaklah memungkin. Bisa mengenyam bangku kuliah, sudahlah sangat bersyukur. Ketimbang harus menjadi pengangguran saat lulus SMA. Kalaupun bekerja, aku pasti hanya membantu ibu berjulan nasi di kantin SMP. SMP dimana dulu aku bersekolah di sana. Tentu, aku tidak ingin secepat itu mengubur semua cita dan harapan itu. Akupun begitu menyadari, bahwa aku harus menjadi manusia yang banyak bersyukur. Tak pantas rasanya diri ini memaksakan diri.  

    Bayangan mengukir cita bersamamu di waktu kecil, tak pernah dapat terlupa. Jika malam tiba, sering aku bertanya pada bintang yang bersinar di hamparan langit mempesona. Apakah kabarnya kau di sana? Akankah saat ini, kau telah berjibaku dengan tumpukan-tumpukan ilmu. Berdialog, berdebat, bertukar wawasan atau apalah semacamnya sambil menikmati udara segar di pelataran kampus ternama itu? seperti yang pernah kau ceritakan di angan-angan kita waktu kecil dulu. 

    Manusia adalah aktor yang berperan dalam  sebuah drama pertunjukan, dan Allahlah yang menjadi sutradara, Sang Maha pengatur. Peran apa yang nantinya mesti akan kita  lakoni. 

    Sejak hidup mandiri jauh dari keluarga. Sangat memberikan perubahan yang luar biasa dalam hidupku. Aku lebih menjadi perempuan yang sebenarnya.  Perempuan yang mandiri. Perempuan yang bersahaja, dan yang pastinya perempuan yang mulai memahami hakikat hidup sebenarnya. Sehingga dari penampilan berbusanapun aku mulai menutup auratku dengan sempurna. Agar nantinya aku tidak menggali lumbung dosa bagi laki-laki tangguhku, karena perbuatanku. Seperti yang diajarkan dalam agamaku.

    Keputusannku untuk berubah menjadi lebih baik. Tentu tidak diterima begitu saja oleh keluarga. Banyak komentar, bisikan negatif, bahkan berbagai cacian sering terdengar jelas di telinga ini.  Banyak yang bilang aku sesat, atau apalah istilah lain. Bahkan kan ayah dan ibu sempat marah besar, mereka malu dengan penampilku. Susah payah mereka mencari uang tidak ridho kalau ujung-ujungnya aku menjadi manusia aneh. Itu yang sering terdengar dari setiap kali mereka marah.  Aku terdiam, setiap kali ibu dan ayah meradang. Tak ada yang dapat aku jelaskan jika suasana hati  tengah panas. Aku butuh waktu yang tepat untuk menjelaskan secara perlahan. Bahwa apa yang mereka pikirkan dan takutkan itu tidaklah benar adanya. 

Tidak ada yang aneh, sesat, atau yang lain. Aku hanya belajar agar aku bisa menjadi lebih baik. Lebih mengenal agamaku. Lebih mengenal Tuhanku. Tapi, aku pun tidak dapat menyalahkan orang tua, dan lingkungan kampung halamanku. Apa yang mereka lakukan mungkin adalah bentuk perhatian dan kepeduliannya kepadaku. Terutama ayah dan ibu. Harapan mereka menyekolahkan aku di jenjang lebih tinggi adalah agar aku berhasil. Masa depanku lebih baik dari mereka. Hidupku lebih mapan dari mereka, dan pastinya bisa mengangkat nama baik keluarga. 

Keterbatasan wawasan umum bahkan agama, membuat warga di kampungku akan ketakutan jika ada yang terlihat berbeda dengan kehidupan masyarakat di sana. Meskipun yang berbeda itu belum tentu salah.....

Bersambung...







Read More

Senin, 04 Januari 2021

Mari Berproses Menjadi Penulis


 

Alhamdulillah, nikmat yang begitu luar biasa dari Allah SWT. Hari ini diberikan kesempatan dan kesehatan  di awal tahun 2021 tepatnya  tanggal 4 Januari, saya bisa mengikuti kuliah perdana Pelatihan belajar menulis Bapak Wijaya Kusuma, M.Pd. atau lebih dikenal dengan panggilan akrabnya Om Jay.  Pelatihan menulis ini merupakan pelatihan menulis gelombang ke 17.

Untuk pelatihan perdana di gelombang ke 17 ini, yang bertindak sebagai narasumber adalah Om Jay sendiri. Tentu kita semua sudah banyak yang mengenal sosok Om Jay. Beliau adalah seorang motivator, trainer, guru blogger Indonesia, pendiri kelas menulis, dan tentunya yang tak kalah hebatnya beliau adalah seorang penulis buku.

Tema kuliah perdana pada malam hari ini adalah  Menulislah Setiap Hari  dan Buktikan Apa yang terjadi?"

Menulis adalah kegiatan menuangkan ide-ide kreatif ke dalam tulisan. Ide-ide dapat berupa cerita, berbagi pengalaman, ataupun  berbagi pengetahuan. Ada rasa kepuasaan tersendiri saat kita mampu berbagi kepada orang lain. Seperti halnya yang disampaikan Om Jay dalam materinya kenikmatan luar biasa saat bisa berbagi pengetahuan kepada orang lain lewat tulisannya dan bahkan saat kita bisa menjadi produsen pengetahuan.

Menjadi seorang penulis hebat, tentu tidaklah mudah. Semuanya harus bermula dari proses. Proses yang kita lakukan setiap hari atau bahkan setiap saat ketika ada kesempatan. Mengutip pesan yang disampaikan Om Jay, "Mulailah menulis dengan menuangkan sebuah kata, tidak perlu memikirkan yang terlalu berat tapi mulailah dengan tulisan-tulisan yang ringan saja".

Ada beberapa tips yang perlu kita terapkan untuk dapat menjadi penulis, diantaranya:

1.   Sebelum menulis,  mulailah dengan membaca terlebih dahalu. Informasi atau pengetahuan yang kita peroleh saat membaca sangat membantu kita dalam menuangkan  ide dalam tulisan.

2.  Hilangkan rasa malas untuk memulai, kalau tidak kita coba sekarang lantas kapan lagi kita akan memulai? Intinya adalah semangat!!!

3.   Tumbuhkan minat dan konsisten. 

    Jika point tersebut benar kita terapkan, Lama kelamaan kegiatan ini akan mendarah daging dalam diri kita, seperti halnya jika kita tidak makan maka kita terasa lapar. Begitu juga dengan menulis, jika satu hari saja tidak menulis maka kita merasakanada yang kurang dalam diri kita

4.     Menulislah dengan hati

Maksudnya adalah ikut sertakan perasaan kita saat menulis. Menulislah apa saja yang kita sukai dan kuasai. Saat perasaan kita menyatu dalam tulisan  maka dapat dengan mudah  menyatukan hati kita dan pembaca membaca tulisan kita.

5. Untuk mendapatkan motivasi yang berkesinambungan dalam menulis, bergabunglah dengan para penulis. Secara tidak langsung kita juga akan kecipratan semangat menulisnya. Seperti halnya bergabung dengan penjual minyak wangi dapat juga wangi. Begitu juga dengan menulis.

Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa menulislah setiap hari secara konsisten sedikit demi sedikit apa saja yang kita sukai dan kita kuasai. Menulis merupakan sebuah proses, untuk dapat menjadi penulis hebat mulailah untuk berproses. Jangan menunda lagi mulai dari saat ini.

Read More